GAYA OKKY

Tips Merawat Hijab agar Tidak Mudah Rusak

Raka Lestari
Jumat 16 Oktober 2020 / 07:38
Jakarta: Salah satu cara agar hijab atau kerudung bisa awet adalah dengan melakukan penyimpanan yang tepat. Jika tidak disimpan dengan tepat, dikhawatirkan kerudung kesayanganmu akan jadi cepat rusak sehingga tidak bisa dipakai. 

“Kerudung atau hijab supaya tidak mudah rusak, kalau saya biasanya mencucinya tidak dimasukkan ke dalam mesin cuci. Dicucinya menggunakan tangan saja karena putaran mesin cuci dikhawatirkan bisa membuat serat-serat dan benang pada hijab sehingga menjadi renggang,” saran Advisor Gaya, Okky Asokawati.

Menurutnya, dalam penyimpanan hijab juga bila tidak digantung sebaiknya digulung. “Disimpan dengan cara digulung kemudian didirikan boleh, ditidurkan lalu ditumpuk. Kenapa digulung? Agar ketika dibuka, lipatan pada hijab tidak membekas terlalu dalam,” tutur model senior Indonesia. 

Sedangkan, kalau lipatannya terlalu dalam, maka saat menyetrikanya kan harus panas. Menyetrika terlalu panas dikhawatirkan bisa membuat bahan hijab menjadi lebih cepat lapuk. 

Atau kalau tidak mau digulung, bisa digantung saja tetapi satu kali lipat saja kemudian digantung menggunakan gantungan yang khusus untuk kerudung.


(Menurut Okky agar hijab tidak mudah kusut sebaiknya disimpan dengan cara digantung atau digulung. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)

Selain penyimpanan kerudung, Ibu dua anak ini juga menyarankan agar ketika menjemur kerudung pun sebaiknya tidak langsung terkena sinar matahari. “Kalau langsung terkena sinar matahari, dikhawatirkan warnanya akan lebih cepat pudar,” ujarnya. 

“Kemudian sebaiknya juga pada saat pakai kerudung, menggunakan jarum pentul daripada peniti. Kalau menggunakan peniti, berdasarkan pengalaman saya terkadang kerudungnya itu masuk ke bagian ujung peniti yang berbentuk lingkaran,” tambah Okky.

Ketika, bahan kerudung masuk ke bagian ujung peniti, menurut Okky hal tersebut bisa menyebabkan peniti menjadi sulit dibuka sehingga terkadang dapat membuat kerudung menjadi robek. 

Kalau takut memilih jarum pentul, bisa pilih jarum pentul yang model ujung jarumnya ada kepalanya. Jadi tidak terkena bagian ujung jarum pentul yang tajam. 

“Lalu, pada saat menggunakan parfum atau minyak wangi, sebaiknya jangan langsung menyemprotkannya ke hijab. Hal ini karena takutnya bisa menimbulkan flek-flek pada hijab. Kalau mau pakai parfum sebaiknya di baju saja, tetapi juga jaraknya 30 cm saat menyemprotnya. Atau bisa juga dengan menyemprotkannya di tangan atau siku saja,” tutup Okky. 
(yyy)

MOST SEARCH