GADGET TALK

Berburu Gadget Murah Sambil Nonton Esports? Bisa!

A. Firdaus
Kamis 29 Oktober 2026 / 19:14
Jakarta: Berburu gadget, melihat perkembangan teknologi terbaru, hingga menyaksikan pertandingan esports bisa dinikmati dalam satu agenda. Pengalaman tersebut hadir melalui Indocomtech 2026 yang resmi dibuka di Hall A, Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2026.

Memasuki penyelenggaraan ke-32, pameran teknologi informasi, gadget, dan consumer technology ini berlangsung hingga 1 November 2026. Mengusung tema See, Experience, Solve, and Stay Ahead, Indocomtech tahun ini menghadirkan berbagai produk teknologi sekaligus kegiatan yang mengajak masyarakat mengenal lebih dekat pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Pengunjung dapat menjelajahi beragam perangkat teknologi untuk menunjang pekerjaan, pendidikan, komunikasi, hingga hiburan. Berbagai penawaran belanja juga menjadi bagian dari pameran, mulai dari diskon hingga 70 persen, clearance sale, lelang produk, hingga fasilitas cicilan 0 persen melalui myBCA sesuai syarat dan ketentuan.
 

Tak Hanya Berburu Gadget, Ada Kompetisi Esports


Selain melihat dan mencoba berbagai produk teknologi, pengunjung juga dapat menikmati suasana kompetisi gaming melalui Point Blank National Championship (PBNC).

Kompetisi esports tersebut menjadi salah satu agenda yang menarik perhatian, khususnya bagi komunitas dan penggemar gim. Kehadirannya sekaligus memperlihatkan perkembangan industri gaming yang kini semakin dekat dengan ekosistem teknologi dan industri kreatif.

Lukman Rizky El Dani, Project Manager Point Blank Zeppeto Indonesia, menyoroti bahwa industri gim memiliki peluang lebih luas dari sekadar aktivitas bermain. Ekosistem ini juga dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan bekerja sama, disiplin, hingga membuka peluang profesi di bidang esports dan pembuatan konten.
 

AI dan Digitalisasi Jadi Perhatian Industri Teknologi


Di luar aktivitas pameran dan hiburan, perkembangan teknologi digital turut menjadi salah satu pembahasan dalam pembukaan Indocomtech 2026.

Prof. Marsudi Wahyu Kisworo, Anggota Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menilai digitalisasi semakin berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Perkembangan pusat data, komputasi awan, dan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) dinilai membuka peluang baru bagi industri teknologi Indonesia.

Dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang, peluang bisnis teknologi diperkirakan semakin dipengaruhi kebutuhan digitalisasi infrastruktur, penerapan teknologi di berbagai sektor usaha, serta solusi IT yang aman dan terintegrasi.

Meski demikian, perkembangan teknologi juga perlu diimbangi perhatian terhadap keamanan siber dan perlindungan data pribadi. Pemanfaatan AI, misalnya, dapat membantu meningkatkan produktivitas, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan untuk mengembangkan serangan siber.

Marsudi menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, industri, dan akademisi dalam mengembangkan teknologi. Ia juga mengingatkan agar inovasi tetap berorientasi pada manusia atau human-centric, sehingga teknologi dapat memperkuat kemampuan manusia dan memperluas kesempatan, termasuk dalam bidang pendidikan.

Senada, Hidayat Tjokrodjojo, Ketua Umum Yayasan APKOMINDO Indonesia, menilai keberlanjutan Indocomtech penting sebagai ruang pertemuan komunitas dan pelaku industri. Menurut dia, perkembangan AI juga membuat pemahaman dasar teknologi dan pendidikan digital semakin dibutuhkan masyarakat.
 

Teknologi Pendidikan Perlu Diikuti Peningkatan Kompetensi


Transformasi digital juga menjadi perhatian dalam sektor pendidikan. Dalam sambutan perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, disampaikan bahwa pemanfaatan teknologi di sekolah sebaiknya tidak hanya berfokus pada penyediaan perangkat, tetapi juga peningkatan kualitas pembelajaran.

Pemerintah mencatat, pada 2025 perangkat digitalisasi pembelajaran berupa papan interaktif digital beserta kelengkapannya telah disediakan untuk 288.865 satuan pendidikan. Dukungan akses internet juga diberikan kepada 8.152 satuan pendidikan, sementara jaringan listrik menjangkau 2.389 satuan pendidikan.

Program digitalisasi pembelajaran berlanjut pada 2026 dengan sasaran 268.393 satuan pendidikan. Pendampingan pemanfaatan teknologi pun telah menjangkau lebih dari 58.000 satuan pendidikan.

Namun, ketersediaan perangkat perlu diikuti peningkatan kompetensi guru, konten pembelajaran berkualitas, serta metode pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid. Literasi digital, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi juga menjadi aspek penting.

Kolaborasi dengan industri diharapkan dapat memperkuat pengembangan talenta digital, termasuk kemampuan sains, teknologi, koding, dan AI. Kegiatan seperti Olimpiade TIK Nasional dan PBNC turut menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kompetensi dan kreativitas.

Melalui rangkaian kegiatan hingga 1 November 2026, Indocomtech 2026 menghadirkan perpaduan antara pameran produk, edukasi, penawaran belanja, dan hiburan. Agenda ini dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal perkembangan teknologi sekaligus melihat bagaimana inovasi digital semakin dekat dengan berbagai aspek kehidupan.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH