Dari total lebih dari 4.000 pendaftar di seluruh Indonesia, Tim BryotechAlpha dari SMA Negeri 81 Jakarta berhasil menduduki posisi pertama untuk kategori SMA/SMK/MA. Sementara itu, Tim I-SEUNG dari Universitas Komputer Indonesia meraih peringkat pertama di kategori Perguruan Tinggi.
Perangkat AeroSpora, Dinding Lumut Pintar Berbasis AI dan IoT
Mengangkat isu polusi udara yang kian memprihatinkan di Jakarta, di mana kadar PM2.5 sempat menyentuh 41 µg/m³ atau 2,5 kali lipat di atas standar aman WHO,Tim BryotechAlpha menghadirkan inovasi bernama AeroSpora.AeroSpora menggabungkan kemampuan alami tanaman lumut sebagai penyaring udara dengan teknologi Internet of Things (IoT) dan AI. Perangkat berukuran 120 x 50 cm ini ditenagai mikrokontroler ESP32-S3 berbasis TinyML yang mampu memprediksi tingkat kekeringan lumut dan mengaktifkan pengabutan otomatis memanfaatkan air kondensasi AC. Dinding pemurni udara berdaya hemat 15–25 watt ini dirancang untuk menjangkau ruangan hingga 50–80 m² dan terintegrasi dengan stasiun pemantau visual bernama V.E.R.A.
"Kami ingin menghadirkan udara yang lebih bersih bagi warga Jakarta melalui perpaduan alam dan teknologi," ujar Azkeanu Rhesa Ramadhan, perwakilan tim BryotechAlpha.
Solusi Pembelajaran Matematika Inklusif untuk Tunanetra dari NovaSight
Di kategori Perguruan Tinggi, Tim I-SEUNG menjawab tantangan aksesibilitas pendidikan bagi lebih dari 4.000 siswa tunanetra di Indonesia lewat aplikasi bernama NovaSight. Berdasarkan riset lapangan di SLB Negeri A Citeureup, Cimahi, tim melihat besarnya kendala siswa tunanetra dalam memahami visualisasi matematika seperti grafik dan diagram.NovaSight dibekali lima fitur cerdas:
-Annoter: Mengubah modul visual menjadi teks naratif yang kompatibel dengan screen reader.
-Scriber: Memfasilitasi pencatatan langkah pengerjaan soal secara matematis.
-Clarifier: Chatbot pembimbing yang menjawab pertanyaan siswa secara presisi.
-Quizzer: Membantu guru menyusun soal dan kunci jawaban.
-Evaluaizer: Menganalisis titik kesalahan langkah pengerjaan siswa.
Dalam uji coba, aplikasi ini terbukti efektif membawa siswa tunanetra mampu menyelesaikan 4 dari 5 soal matematika secara mandiri dalam rentang waktu 15 menit. "Kemenangan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menyempurnakan NovaSight agar dapat memberikan manfaat nyata bagi lebih banyak siswa," ungkap Regia Qolbu Rivita Atmowidjaja dari Tim I-SEUNG.
Apresiasi Pemerintah dan Samsung
Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia, Anggi Paramita, mengutarakan kebanggaannya atas dedikasi para peserta. "Kami bangga melihat generasi muda Indonesia mengubah tantangan di sekitar mereka menjadi ide dan solusi inovatif. Kami berharap pencapaian ini menjadi langkah awal untuk menciptakan dampak positif yang lebih luas," ungkap Anggi.Dukungan senada juga disampaikan oleh perwakilan kementerian. Assoc. Prof. Suparto, Tenaga Ahli Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, mengapresiasi SFT 2026 sebagai wadah pemantik lahirnya inovator muda yang melahirkan karya bermanfaat nyata bagi publik. Sementara itu, Yuli Haryanto, S.E., M.Si., Direktur SMA Kemendikdasmen RI, menekankan bahwa keberhasilan pendidikan terefleksikan dari kemampuan siswa mengintegrasikan ilmu pengetahuan demi mengatasi tantangan riil masyarakat.
(Nur Aldiansyah Amirulloh)