FITNESS & HEALTH

Kenali Growth Sprut dan Cara Menghadapinya, Pernah Dialami Anak Joshua Suherman

Aulia Putriningtias
Kamis 29 Agustus 2024 / 14:07
Jakarta: Anak dari Joshua Suherman dan Clairine Clay, Elio B. Suherman, dikabarkan mengalami growth sprut. Kondisi ini disampaikan langsung oleh sang Ayah melalui media sosial resminya.

"Malam panjang dengan judul "Berjibaku dengan growth spurt" Kelebihan dari memiliki perut buncit, lebih menopang si kecil," tulis Joshua.

Banyak masyarakat yang masih belum mengetahui tentang growth sprut. Lantas, apakah itu growth sprut dan bagaimana cara menghadapinya?
 

Apa itu growth sprut?


Growth sprut atau percepatan pertumbuhan pada bayi adalah periode waktu singkat ketika Si Kecil mengalami pertumbuhan fisik yang cepat setelah kelahiran. Kondisi ini dalam hal tinggi dan berat badan Si Kecil.

Orang tua biasanya terkejut ketika melihat perubahan signifikan, padahal tak begitu lama melahirkan sang anak. Jangan khawatir lagi, Parents! Ini adalah hal normal yang biasa terjadi, loh.

Tanda-tanda growth spurt kecil yang bisa Moms dan Dads sadari adalah ketika anak seringkali merasa lapar dan juga cranky atau rewel. Bayi memang biasanya berkembang begitu pesat pertumbuhannya dalam periode umur satu tahunnya.

Growth spurt sendiri biasanya terjadi pada saat Si Kecil berusia 1–3 minggu dan 6 minggu. Tak berhenti sampai sana, pada saat Si Kecil berusia 3 bulan, 6 bulan, dan 9 bulan juga dapat mengalami hal ini.

Baca juga: Bulan Bedah Anak Nasional, PERBANI dan Kemenkes Targetkan Pemerataan Dokter Ahli
 

Apa saja tanda-tanda grow spurt?


Moms dan Dads tak perlu khawatir tentang growth spurt, sebab hal ini memang normal. Namun, tak sedikit orang yang menyangka bahwa fase growth spurt ini justru dibilang Si Kecil sedang sakit.

Moms dan Dads dapat mengetahui tanda-tanda growth spurt di bawah ini, yaitu:
 

1. Lebih sering menyusu


Normalnya bayi akan menyusu delapan kali dalam sehari. Namun, ketika growth spurt terjadi, Si Kecil bisa menyusu lebih sering hingga sekitar 12–14 kali sehari.
 

2. Cranky atau rewel


Ketika growth spurt dialami bayi, rewel dan manja memang pasti akan terjadi. Pada masa ini, ada kalanya Si Kecil ingin dipeluk dan digendong sepanjang waktu, lalu kemudian menangis saat ia dibaringkan.
 

3. Pola tidur berubah


Sebuah penelitian menunjukkan bahwa selama growth spurt, bayi dapat tidur hingga 4,5 jam lebih lama dari waktu tidur biasanya. Hal ini normal terjadi karena bayi butuh tidur lebih banyak dan nyenyak agar tubuhnya dapat menghasilkan hormon pertumbuhan.
 

4. Berat badan bertambah


Ketika mengalami growth spurt, berat badan Si Kecil mulai bertambah. Tinggi tubuh pun juga akan mulai membesar sesuai dengan normalnya ukuran tubuh pada manusia se-usianya.
 

Bagaimana cara menghadapi growth spurt?


Moms dan Dads mungkin masih khawatir dengan grow spurt, walaupun sebenarnya ini normal. Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menghadapi grow spurt, antara lain:

- Menyediakan makanan tambahan untuk memuaskan selera mereka.
- Mendorong waktu tidur yang teratur dan kebiasaan tidur yang positif.
- Bersabar terhadap perubahan emosi mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH