FITNESS & HEALTH
Hadapi Karhutla, Kemenkes Gercep Kirim Masker & Perluas Rumah Oksigen
Yatin Suleha
Senin 19 Oktober 2026 / 06:05
- Guna menekan dampak buruk karhutla terhadap kesehatan warga di Kalimantan dan Sumatra, pemerintah mulai memperketat langkah antisipasi.
- Penyaluran bantuan masker kini makin ditingkatkan, plus kapasitas rumah oksigen di berbagai daerah terdampak juga terus diperluas.
- "Pemenuhan kebutuhan medis dan logistik harus dieksekusi sesegera mungkin," ujar Menko PMK, Sugiono.
Jakarta: Guna menekan dampak buruk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan warga di Kalimantan dan Sumatra, pemerintah mulai memperketat langkah antisipasi.
Penyaluran bantuan masker kini makin ditingkatkan, plus kapasitas rumah oksigen di berbagai daerah terdampak juga terus diperluas.
Langkah gercep ini ditegaskan dalam rapat koordinasi penanganan karhutla bidang kesehatan di Jakarta, Sabtu (17/10).
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Sugiono, mengingatkan betapa krusialnya kerja sama dan respons darurat terpadu antara pemerintah pusat dan daerah agar dampak kesehatan akibat kabut asap karhutla bisa ditangani dengan maksimal.
"Pemenuhan kebutuhan medis dan logistik harus dieksekusi sesegera mungkin. Kita semua harus bergerak bersama mengambil langkah cepat dan sigap untuk mengatasi ancaman kesehatan yang dihadapi masyarakat terdampak Karhutla," ujar Sugiono.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menginstruksikan percepatan distribusi logistik medis dan penyiapan layanan kesehatan darurat melalui kolaborasi erat dengan dinas kesehatan setempat untuk melindungi masyarakat terdampak.
Rapat koordinasi tersebut melibatkan kepala dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota dari tujuh wilayah terdampak karhutla (Riau, Sumatra Selatan, Jambi, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah), kepala puskesmas, serta kepala unit pelaksana teknis (UPT) Kemenkes.
Pertemuan harian ini bertujuan memperkuat koordinasi pusat dan daerah dalam memetakan kondisi terkini masyarakat di lapangan sekaligus memastikan bantuan medis tiba tepat waktu dan tepat sasaran.
Menkes Budi menegaskan, pemenuhan kebutuhan logistik kesehatan di daerah terdampak asap tebal tidak boleh tertunda dan memerlukan dukungan penuh pemerintah daerah.
Ia menginstruksikan pengiriman 500 ribu masker tambahan untuk setiap provinsi terdampak, disertai oxygen concentrator (OC) dan obat-obatan sesuai kebutuhan daerah.
"Kirimkan segera 500 ribu masker tambahan untuk setiap provinsi terdampak, beserta oxygen concentrator, dan pasokan obat-obatan yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Seluruh Puskesmas di wilayah terdampak wajib membuka layanan rumah oksigen dan menjamin ketersediaan obat-obatan, khususnya untuk penanganan ISPA dan diare," tegas Menkes Budi.
Biar anak-anak, ibu hamil, dan lansia tetap mendapat perhatian ekstra, Kemenkes menggandeng pemerintah daerah, LSM, hingga tenaga kesehatan lokal untuk mengaktifkan layanan Posyandu langsung ke rumah-rumah warga.
Langkah door-to-door ini disiapkan supaya kelompok rentan tetap bisa mengakses pelayanan kesehatan secara optimal, terutama saat masyarakat diimbau untuk bertahan di dalam rumah.
Enggak cuma warga, para petugas pemadam kebakaran yang berjuang di lapangan juga dapat perhatian khusus. Menkes menginstruksikan para nakes untuk bersiap memberikan pertolongan medis secara langsung jika ada petugas damkar yang membutuhkan.
Untuk memperkuat penanganan di lapangan, Kemenkes kembali menerjunkan tim Pusat Krisis Kesehatan (Puskris) yang berkolaborasi dengan dinas kesehatan setempat.
Tim ini bertugas memantau distribusi bantuan, memastikan operasional rumah oksigen berjalan lancar, sekaligus mengecek langsung kebutuhan warga di lokasi terdampak agar penanganan krisis bisa berjalan lebih efektif, terpadu, dan tepat sasaran.
(TIN)
Penyaluran bantuan masker kini makin ditingkatkan, plus kapasitas rumah oksigen di berbagai daerah terdampak juga terus diperluas.
Langkah gercep ini ditegaskan dalam rapat koordinasi penanganan karhutla bidang kesehatan di Jakarta, Sabtu (17/10).
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Sugiono, mengingatkan betapa krusialnya kerja sama dan respons darurat terpadu antara pemerintah pusat dan daerah agar dampak kesehatan akibat kabut asap karhutla bisa ditangani dengan maksimal.
"Pemenuhan kebutuhan medis dan logistik harus dieksekusi sesegera mungkin. Kita semua harus bergerak bersama mengambil langkah cepat dan sigap untuk mengatasi ancaman kesehatan yang dihadapi masyarakat terdampak Karhutla," ujar Sugiono.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menginstruksikan percepatan distribusi logistik medis dan penyiapan layanan kesehatan darurat melalui kolaborasi erat dengan dinas kesehatan setempat untuk melindungi masyarakat terdampak.
Rapat koordinasi tersebut melibatkan kepala dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota dari tujuh wilayah terdampak karhutla (Riau, Sumatra Selatan, Jambi, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah), kepala puskesmas, serta kepala unit pelaksana teknis (UPT) Kemenkes.
(Pemerintah tingkatkan bantuan masker dan kapasitas rumah oksigen akibat karhutla. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Menkes Budi menegaskan, pemenuhan kebutuhan logistik kesehatan di daerah terdampak asap tebal tidak boleh tertunda dan memerlukan dukungan penuh pemerintah daerah.
Ia menginstruksikan pengiriman 500 ribu masker tambahan untuk setiap provinsi terdampak, disertai oxygen concentrator (OC) dan obat-obatan sesuai kebutuhan daerah.
"Kirimkan segera 500 ribu masker tambahan untuk setiap provinsi terdampak, beserta oxygen concentrator, dan pasokan obat-obatan yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Seluruh Puskesmas di wilayah terdampak wajib membuka layanan rumah oksigen dan menjamin ketersediaan obat-obatan, khususnya untuk penanganan ISPA dan diare," tegas Menkes Budi.
Biar anak-anak, ibu hamil, dan lansia tetap mendapat perhatian ekstra, Kemenkes menggandeng pemerintah daerah, LSM, hingga tenaga kesehatan lokal untuk mengaktifkan layanan Posyandu langsung ke rumah-rumah warga.
Langkah door-to-door ini disiapkan supaya kelompok rentan tetap bisa mengakses pelayanan kesehatan secara optimal, terutama saat masyarakat diimbau untuk bertahan di dalam rumah.
Enggak cuma warga, para petugas pemadam kebakaran yang berjuang di lapangan juga dapat perhatian khusus. Menkes menginstruksikan para nakes untuk bersiap memberikan pertolongan medis secara langsung jika ada petugas damkar yang membutuhkan.
Untuk memperkuat penanganan di lapangan, Kemenkes kembali menerjunkan tim Pusat Krisis Kesehatan (Puskris) yang berkolaborasi dengan dinas kesehatan setempat.
Tim ini bertugas memantau distribusi bantuan, memastikan operasional rumah oksigen berjalan lancar, sekaligus mengecek langsung kebutuhan warga di lokasi terdampak agar penanganan krisis bisa berjalan lebih efektif, terpadu, dan tepat sasaran.
(TIN)