FITNESS & HEALTH
Penguatan Peran Teknologi Bedah Robotik dalam Pengembangan Medis
Aulia Putriningtias
Minggu 26 Juli 2026 / 18:48
- Bedah robotik di Indonesia saat ini kian berkembang.
- Salah satunya adalah datang dari PT Bundamedik Tbk (BMHS) melalui RSU Bunda Jakarta.
- Peresmian ini dihadiri langsung oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.
Jakarta: Bedah robotik di Indonesia saat ini kian berkembang. Salah satunya adalah datang dari PT Bundamedik Tbk (BMHS) melalui RSU Bunda Jakarta.
Rumah sakit ini memperkuat posisinya dalam layanan bedah robotik di Indonesia. Hal ini dengan melakukan meningkatkan kapabilitas layanan berbasis teknologi Da Vinci Xi.
Peresmian ini dihadiri langsung oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Ia mendefinisikan enam pilar reformasi, yang pada nomor enamnya adalah pengembangan teknologi.
"Kita definisikan enam pilar reformasi, yang pilar nomor enamnya khusus mengenai teknologi kesehatan dan ada tiga teknologi kesehatan yang kita fokuskan, satu adalah Robotics Technology, AI on health, dan biotechnology," kata Menkes saat ditemui di Jakarta, Senin, 27 Juli 2026.
RSU Bunda Jakarta mencatat telah menangani hampir 1.000 prosedur bedah robotik sejak tahun 2012. Hal ini untuk berbagai kasus kompleks dari beragam disiplin ilmu.
Berbagai pencapaian tersebut meliputi transplantasi ginjal berbasis robotik ketiga di Indonesia, tindakan skin sparing mastectomy pertama di Asia Tenggara, operasi pengangkatan tumor rektum, hingga miomektomi pada pasien dengan miom seberat 2,7 kilogram.
"Peningkatan kapabilitas layanan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang kami untuk terus menjadi rujukan dalam pengembangan bedah robotik di Indonesia," kata Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk, Ivan Rizal Sini.
Teknologi bedah robotik memungkinkan dokter melakukan tindakan dengan tingkat presisi yang lebih tinggi. Hal ini terutama pada area anatomi yang kompleks, yang dapat membantu dokter efisien.
Selain menghasilkan sayatan yang lebih kecil, teknologi ini juga dapat meminimalkan trauma jaringan sehingga mempercepat proses pemulihan pasien.
Untuk mempercepat pengembangan bedah robotik di Indonesia, BMHS menjalin kerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (FTMD ITB).
Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan pendidikan, riset, inovasi teknologi kesehatan, hingga peningkatan kompetensi tenaga medis. Inisiatif tersebut sejalan dengan transformasi sistem kesehatan nasional.
BMHS terus memperluas akses layanan bedah robotik ke berbagai daerah. Salah satunya melalui kehadiran layanan bedah robotik di RSU Bunda Padang yang menjadi layanan pertama di Sumatera Barat.
Direktur Utama PT Bundamedik Tbk, Agus Heru Darjono, menilai kemajuan layanan kesehatan tidak hanya diukur dari kemampuan menghadirkan teknologi canggih. Jadi, ia ingin memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
"Kemajuan bedah robotik tidak cukup hanya ditopang oleh teknologi. Yang lebih penting adalah bagaimana pengalaman klinis, ilmu pengetahuan, dan praktik terbaik dapat terus dibagikan agar semakin banyak dokter Indonesia memiliki kompetensi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat," tutup Ivan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)
Rumah sakit ini memperkuat posisinya dalam layanan bedah robotik di Indonesia. Hal ini dengan melakukan meningkatkan kapabilitas layanan berbasis teknologi Da Vinci Xi.
Peresmian ini dihadiri langsung oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Ia mendefinisikan enam pilar reformasi, yang pada nomor enamnya adalah pengembangan teknologi.
"Kita definisikan enam pilar reformasi, yang pilar nomor enamnya khusus mengenai teknologi kesehatan dan ada tiga teknologi kesehatan yang kita fokuskan, satu adalah Robotics Technology, AI on health, dan biotechnology," kata Menkes saat ditemui di Jakarta, Senin, 27 Juli 2026.
RSU Bunda Jakarta mencatat telah menangani hampir 1.000 prosedur bedah robotik sejak tahun 2012. Hal ini untuk berbagai kasus kompleks dari beragam disiplin ilmu.
Berbagai pencapaian tersebut meliputi transplantasi ginjal berbasis robotik ketiga di Indonesia, tindakan skin sparing mastectomy pertama di Asia Tenggara, operasi pengangkatan tumor rektum, hingga miomektomi pada pasien dengan miom seberat 2,7 kilogram.
"Peningkatan kapabilitas layanan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang kami untuk terus menjadi rujukan dalam pengembangan bedah robotik di Indonesia," kata Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk, Ivan Rizal Sini.
Teknologi bedah robotik memungkinkan dokter melakukan tindakan dengan tingkat presisi yang lebih tinggi. Hal ini terutama pada area anatomi yang kompleks, yang dapat membantu dokter efisien.
Selain menghasilkan sayatan yang lebih kecil, teknologi ini juga dapat meminimalkan trauma jaringan sehingga mempercepat proses pemulihan pasien.
Untuk mempercepat pengembangan bedah robotik di Indonesia, BMHS menjalin kerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (FTMD ITB).
Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan pendidikan, riset, inovasi teknologi kesehatan, hingga peningkatan kompetensi tenaga medis. Inisiatif tersebut sejalan dengan transformasi sistem kesehatan nasional.
BMHS terus memperluas akses layanan bedah robotik ke berbagai daerah. Salah satunya melalui kehadiran layanan bedah robotik di RSU Bunda Padang yang menjadi layanan pertama di Sumatera Barat.
Direktur Utama PT Bundamedik Tbk, Agus Heru Darjono, menilai kemajuan layanan kesehatan tidak hanya diukur dari kemampuan menghadirkan teknologi canggih. Jadi, ia ingin memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
"Kemajuan bedah robotik tidak cukup hanya ditopang oleh teknologi. Yang lebih penting adalah bagaimana pengalaman klinis, ilmu pengetahuan, dan praktik terbaik dapat terus dibagikan agar semakin banyak dokter Indonesia memiliki kompetensi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat," tutup Ivan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)