FITNESS & HEALTH

Dari AI hingga Teledentistry: IDEC 2025 Dorong Masa Depan Kedokteran Gigi Indonesia

A. Firdaus
Sabtu 15 November 2025 / 11:15
Jakarta: Pameran dan Konferensi Kedokteran Gigi Indonesia (IDEC) resmi dibuka pada Jumat 14 November hingga 16 November di Jakarta International Convention Center (JICC). Edisi keempat ini menandai tonggak penting lainnya dalam perjalanan Indonesia menuju inovasi dan ketahanan di industri perawatan kesehatan gigi

IDEC 2025 terus menjadi platform utama yang menghubungkan para profesional, akademisi, dan pemimpin industri kedokteran gigi lintas negara untuk berbagi pengetahuan, menemukan teknologi terbaru, serta memperkuat kolaborasi yang bermakna. Dalam sambutan pembukaannya, Ketua IDEC 2025 drg. Himawan Halim menekankan pentingnya tema tahun ini: Transformasi Ketahanan Kesehatan Gigi, sebagai upaya kolektif untuk memperkuat ekosistem kedokteran gigi melalui inovasi, adaptasi, dan kolaborasi.

"Kami berupaya membangun sistem layanan kesehatan gigi yang tidak hanya kuat, tetapi juga adaptif terhadap perubahan," ujar drg. Himawan Halim dalam pembukaan IDEC 2025 yang diselenggarakan oleh Koelnmesse Pte Ltd dan Amara Group, bekerja sama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), IDEC 2025. 

"IDEC tahun ini berfokus pada bagaimana teknologi, khususnya transformasi digital dan kecerdasan buatan, dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan presisi klinis, efisiensi, dan aksesibilitas perawatan. Ketahanan dalam kedokteran gigi berarti mempersiapkan masa depan, memastikan inovasi membawa manfaat nyata bagi para praktisi dan pasien yang mereka
layani," terang drg. Himawan.
Sementara Mathias Kuepper, Managing Director & Vice President Asia-Pacific Koelnmesse Pte Ltd, yang datang pada acara pembukaan menyampaikan optimismenya terhadap jangkauan global IDEC yang semakin luas dan peran strategis Indonesia yang terus berkembang di kawasan ini.

"Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2017, IDEC telah berkembang menjadi pusat penting bagi inovasi dan kolaborasi profesional di sektor kedokteran gigi Asia Tenggara,” ujar Mathias Kuepper. 

"Kami bangga melihat adanya peningkatan sebesar 15% dalam partisipasi peserta pameran baru tahun ini. Hal ini tidak hanya mencerminkan pengaruh IDEC yang semakin luas, tetapi juga kepercayaan komunitas internasional terhadap peran Indonesia sebagai motor penggerak inovasi kedokteran gigi di kawasan ini," kata Kuepper.


IDEC 2025 membangun sistem layanan kesehatan gigi yang tidak hanya kuat, tetapi juga adaptif terhadap perubahan. Dok. A. Firdaus/Medcom

Presiden Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), drg. Usman Sumantri, M.Sc menegaskan bahwa IDEC 2025 mencerminkan transformasi berkelanjutan dalam ketahanan layanan kesehatan gigi. IDEC terus berperan sebagai jembatan strategis antara pelaku industri lokal dan internasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah kedokteran gigi global.

"IDEC 2025 mencerminkan semangat persatuan, inovasi, dan kemajuan,” ujar drg. Usman Sumantri. 

"Melalui kolaborasi antara mitra lokal dan global, kami berharap dapat mendorong perkembangan teknologi kedokteran gigi secara berkelanjutan, sekaligus menginspirasi produsen dalam negeri untuk menghasilkan peralatan gigi berstandar dunia yang mampu memenuhi kebutuhan nasional maupun internasional," ucap drg. Usman.
 

Hadirkan 250 merek dari 11 negara


IDEC 2025 menghadirkan 250 merek terkemuka dari 11 negara, menampilkan berbagai inovasi terbaru di area pameran seluas 5.000 meter persegi. Dengan menghadirkan tiga paviliun internasional dari Tiongkok, Italia, dan Korea, serta partisipasi peserta pameran internasional yang menempati hampir setengah dari total area pameran, IDEC menegaskan posisinya sebagai ajang industri kedokteran gigi terkemuka di Indonesia. 

Tahun ini juga menandai peningkatan partisipasi global dengan hadirnya perusahaan dan teknologi baru yang memasuki pasar, mencerminkan peran IDEC yang berkelanjutan sebagai katalis kolaborasi internasional. Para peserta pameran berasal dari beragam negara, termasuk Australia, Tiongkok, Finlandia, India, Italia, Korea, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Amerika Serikat, yang semakin menegaskan perluasan jaringan global IDEC.


Tahun ini juga menandai peningkatan partisipasi global dengan hadirnya perusahaan dan teknologi baru. Dok. A. Firdaus/Medcom

Lantai pameran menampilkan berbagai inovasi terkini yang membentuk masa depan perawatan kesehatan gigi dan mulut, mulai dari teknologi pencitraan digital dan alat diagnostik berbasis AI hingga sistem perawatan terintegrasi yang dirancang untuk meningkatkan presisi, efisiensi, dan kenyamanan pasien. Keragaman teknologi dan keahlian ini menunjukkan peran IDEC tidak hanya sebagai ajang bisnis, tetapi juga sebagai katalisator dalam mendorong transformasi layanan kesehatan di Indonesia.

Bersamaan dengan saat berjalannya pameran, Konferensi Ilmiah IDEC 2025 menghadirkan 13 pembicara terkemuka dan 6 lokakarya mendalam, yang dipimpin oleh para ahli dari Indonesia dan mancanegara. Konferensi ini mengeksplorasi tiga pilar strategis ketahanan kesehatan gigi, yaitu:
 

- Adaptabilitas Digital


Mengintegrasikan teknologi seperti diagnostik canggih, teledentistry, dan AI untuk masa depan praktik kita dan meningkatkan akurasi diagnostik, memastikan perawatan dapat diberikan secara efisien dan fleksibel.
 

- Keberlanjutan Tenaga Kerja


Berfokus pada pendidikan inovatif dan model perawatan kolaboratif yang memberdayakan praktisi kita untuk berkembang di lingkungan berteknologi tinggi dan mencegah kelelahan profesional (burnout).
 

- Kesiapan Kesehatan Masyarakat


Memperkuat program kedokteran gigi tingkat komunitas dan strategi pencegahan untuk membangun populasi yang lebih tangguh, mengurangi beban penyakit dan memastikan hasil pasien berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH