FITNESS & HEALTH

Mulai Usia Berapa Sebaiknya Kamu Periksa Tekanan Darah?

A. Firdaus
Rabu 18 Mei 2022 / 11:10
Jakarta: Hipertensi merupakan masalah kesehatan global termasuk di Indonesia. Ada penelitian menyebutkan sekira 27.33 orang dari 68.846 sampel, mengalami hipertensi.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Perhimpunan Dokter Perhimpunan Hipertensi Indonesia (Indonesian Society of Hypertension) dengan Kementerian Kesehatan RI pada 2018. Penelitian tersebut mengambil sampel 68.846 orang dengan rentang usia rata 45 ± 16,3 tahun.

Angka ini lebih rendah dari survei tahun 2017 yaitu 34,5 %, hal ini disebabkan pada survei tahun 2018 terdapat 18,6 partisipan berusia 18-29 tahun. Dalam kelompok hipertensi hanya 13.018 (47,6 %) yang menyadari adanya hipertensi dan hanya 47,4 % yang mengonsumsi obat anti hipertensi.

Penelitian juga menunjukan target pengobatan tidak tercapai pada 10.106 pasien (78,0 %). Dengan kondisi di Indonesia seperti ini, tidak heran bila insiden penyakit jantung koroner, stroke dan gagal ginjal masih tinggi.

"Dengan bertambahnya usia maka risiko hipertensi meningkat. Risiko hipertensi meningkat tajam pada usia 45 tahun," ujar dr. Eka Harmeiwaty, Sp.S, Wakil Ketua InaSH dalam virtual conference memperingati Hari Hipertensi Sedunia.

Untuk, kata dr. Eka, pemeriksaan tekanan darah secara regular disarankan dimulai pada usia 18 tahun. Terutama bagi kamu yang mempunyai riwayat keluarga dengan hipertensi atau penyakit kardiovaskular.

"Pasien diabetes berisiko mengalami hipertensi sehingga dengan demikian harus dilakukan pemeriksaan darah berkala untuk mendeteksi adanya hipertensi," kata dr. Eka.

Untuk mengukur tekanan darah, selain di fasilitas kesehatan, kamu juga dapat melakukannya secara mandiri di rumah atau komunitas tertentu yang dikenal dengan Home Blood Pressure Monitoring (HBPM) atau disebut dengan Pengukuran Tekanan Darah di Rumah (PTDR).

"Dengan melakukan pengukuran yang benar dan akurat akan didapatkan hasil yang tepat. PTDR sangat membantu untuk mendeteksi hipertensi jas putih, yaitu peningkatan tekanan darah saat diukur di klinik atau RS, namun saat dilakukan pengukuran di luar klinik didapatkan tekanan darah normal," ungkap dr. Eka.

"PTDR juga dapat digunakan untuk memonitor hasil pengobatan. Selain itu dengan melakukan pengukuran mandiri membuat pasien menjadi lebih patuh dalam pengobatan," pungkasnya.
(FIR)

MOST SEARCH