FITNESS & HEALTH

Bolehkah Mengonsumsi Air Rebusan Rempah?

Raka Lestari
Kamis 22 Oktober 2020 / 14:29
Jakarta: Indonesia memang terkenal akan keberagaman rempah-rempahnya. Pada umumnya, rempah-rempah tersebut dibuat sebagai masakan, tetapi tidak jarang juga digunakan sebagai ramuan untuk tujuan kesehatan.

Beberapa rempah yang sering dijadikan rebusan untuk kemudian diminum airnya adalah kunyit, temulawak, jahe, dan masih banyak lagi.

“Minum air rebusan rempah-rempah seperti misalnya kunyit dan temulawak dan dikonsumsi itu boleh-boleh saja ya. Saya juga sering mengonsumsi air rebusan rempah dan membuatnya sendiri di rumah,” kata DR (Cand) dr Inggrid Tania, M.Si, Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), dalam acara Talkshow Kesehatan dan Peluncuran Curcuma Force pada Rabu, 21 Oktober 2020.

Menurut dr. Inggrid, berdasarkan bukti empiris yang ada selama ini memang masyarakat Indonesia sejak zaman nenek moyang terdahulu biasa mengonsumsi air rebusan rempah ini. Tujuannya untuk memelihara kesehatan dan memelihara vitalitas. 

“Dan saat ini memang sudah banyak tersedia dalam bentuk ekstrak juga. Memang mengonsumsi dalam bentuk segar itu baik, tetapi kelemahan dari itu biasanya kita sulit untuk mengonsumsinya dalam jumlah besar,” ujar dr. Inggrid. 

Ia menambahkan, untuk dosisnya, itu kan tergantung dari indikasi yang mau kita capai. "Misalnya untuk memelihara kesehatan dan kebugaran, untuk mendapatkan tujuan itu kan harus minum bisa sampai 7,5 kg sampai 8 kg rimpang temulawak segar. Nah kita tidak akan sanggup mengonsumsinya dalam jumlah sedemikian besar,” jelas dr. Inggrid. 

“Paling yang bisa dikonsumsi untuk satu takaran gelas, sekitar 30-50 gram rimpang segar. Itu saja biasanya sudah pahit sekali. Dan untuk mengatasi rasa pahit itu, selama kita tidak memiliki gangguan yang berkaitan dengan metabolisme gula misalnya diabetes maka bisa menambahkan gula arena tau gula jawa,” saran dr. Inggrid. 

Menurutnya, dengan menambahkan gula aren atau gula jawa maka rasa pahit dari air rebusan rempah itu bisa berkurang. “Atau bisa juga menggunakan madu untuk penawar rasa pahit. Kalau yang diabetes, sebaiknya tidak menambahkan gula apapun. Alternatif lain bisa menggunakan pemanis alami, misalnya dari stevia,” tutup dr. Inggrid.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(YDH)

MOST SEARCH