End Google Analytics -->
FITNESS & HEALTH

Yuk, Kenali Penyakit Papiloma: Penyebab, Gejala, dan Cara Menanganinya

Medcom
Rabu 11 Januari 2023 / 13:00
Jakarta: Pernahkah sobat Medcom mendengar penyakit papiloma? Penyakit tersebut dapat juga disebut dengan kutil atau benjolan non-kanker. Kutil tersebut tumbuh ke luar yang memungkinkan menimbulkan masalah lain di beberapa bagian tubuh.
 

Mengenal papiloma

Papiloma biasanya tidak menyebabkan masalah kesehatan dalam jangka panjang karena tidak tumbuh secara agresif. Kutil ini juga tidak menyebar ke seluruh tubuh sehingga termasuk jinak.

Meski kutil jenis ini dapat terletak pada seluruh tubuh, pertumbuhannya hanya terbentuk pada jenis jaringan tertentu saja. Papiloma dapat muncul di sejumlah bagian tubuh, seperti tangan, kaki, lutut, dan konjungtiva mata. 

Selain itu, papiloma juga dapat terbentuk pada permukaan jaringan lembab, seperti usus, otak, alat kelamin dan saluran pernapasan.
 

Penyebab papiloma

Sebagian besar kasus papiloma dapat disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV). Namun, bagi sejumlah papiloma, HPV belum tentu menjadi penyebab utama. 

Gaya hidup tidak sehat atau cedera dapat menjadi salah satu faktor penyebabnya. Misal, papiloma pada saluran kencing dapat disebabkan karena terinfeksi virus HPV dan merokok. 

Sedangkan infeksi virus HPV pada kulit dapat semakin parah ketika menggaruk atau memetik kutil hingga infeksi.

Meski terdapat hubungan antara HPV dan kanker serviks, para peneliti percaya bahwa membutuhkan waktu 10-30 tahun agar HPV dapat berkembang menjadi penyakit yang ganas.
 

Gejala papiloma

Umumnya, kutil jenis ini tidak menimbulkan gejala apa pun selain kemerahan atau iritasi. Hanya beberapa papiloma yang menimbulkan gejala medis. Misalnya, papiloma pada saluran payudara perempuan dapat menghasilkan cairan encer atau darah dari putih. 

Papiloma yang telah bocor di bagian tertentu kemungkinan tidak akan menjadi bibit kanker karena sejumlah pengobatan dapat menghilangkannya.

Menurut studi Annali Di Stomatologia, papiloma yang terbentuk di area dalam hidung dapat menimbulkan masalah lainnya. Meski tidak tergolong ganas, struktur pada area dekat mata dapat terdorong. 
 

Cara mengatasi papiloma

Mengatasi tumbuhnya kutil ini dapat dilakukan dengan sejumlah cara. Bergantung pada lokasi munculnya dan dampak yang dapat ditimbulkan. Sebab, sebenarnya kutil ini sering kali tidak berbahaya dan tidak harus memerlukan perawatan khusus. 

Namun, ketika papiloma memang memerlukan perawatan khusus, dapat dilakukan dengan dibekukan, dibakar, atau dipotong. Adapun penanganan medis berdasarkan letak pertumbuhannya, yakni:
 

Papiloma di Kulit

Jika papiloma tumbuh di kulit, dapat diobati dengan metode:
  • Kauter, yakni pembakaran jaringan yang kemudian akan dikikis menggunakan kuretase.
  • Eksisi, pengangkatan papiloma dengan operasi.
  • Cryotherapy atau freezing, proses penghancuran lemak atau cairan pada papiloma dengan suhu tinggi.
  • Menginjeksi papiloma dengan nitrogen cair.
  • Mengoleskan salep pada kutil, contohnya 5-fluorouracil, cantharidin, dan imiquimod.

Papiloma di payudara


Pada payudara, papiloma dapat diangkat dengan biopsi. Sejumlah tes dapat dilakukan guna memastikan bahwa kutil tersebut bersifat jinak.

Meski dengan tes tersebut papiloma tidak sepenuhnya hilang, sampel jaringan yang diambil akan diuji dengan biopsi. Metode ini dilakukan dengan mengambil bagian dari jaringan setelah dilakukan anestesi.

Papiloma di kelamin


Dermatologis merekomendasikan untuk melakukan pengangkatan secara bedah atau kimia jika berada di alat kelamin. Melansir dari Cleveland Clinic, tidak ada tes darah untuk HPV, namun terdapat sejumlah tes untuk membantu mendiagnosisnya, seperti:
  • Tes Pap, mengambil sampel sel dari serviks yang kemudian diperiksa dengan mikroskop untuk mencari perubahan pada sel.
  • Kolposkopi, alat colposcopy akan menyinari dan memperbesar tampilan serviks setelah dokter meneteskan cairan cuka ke leher rahim. Hal ini dilakukan untuk mengetahui sel abnormal yang terinfeksi HPV.
  • Tes DNA HPV, tes ini dilakukan dengan mencari langsung materi genetik (DNA) HPV pada sampel sel untuk mendeteksi kanker serviks. (Jessica Gracia)

(UWA)

MOST SEARCH