FITNESS & HEALTH

Apakah Bulu Kucing Berbahaya, Terutama untuk Anak-anak?

Raka Lestari
Sabtu 18 September 2021 / 16:05
Jakarta: Banyak orang tua takut dengan apa yang akan terjadi jika anak mereka menelan bulu kucing. Beberapa dari mereka berpikir bahwa ketika tertelan bulu kucing dapat mencapai hati, atau bahkan otak anak mereka. Namun pakar medis mengklaim bahwa ini hanya ketakutan yang tidak berdasar.

Dilansir dari Pet Cat Health, bulu kucing sama seperti rambut manusia yaitu mengandung keratin, yang membuatnya tidak dapat dicerna oleh manusia. Tubuh kita hanya menghilangkannya. Di sisi lain, bahaya sebenarnya terletak pada kenyataan bahwa manusia, terutama anak-anak, dapat terkena cacing atau parasit ketika memakan bulu kucing.

Namun, jika kucing dalam keadaan sehat dan telah diberi obat cacing secara teratur, menelan bulu kucing tidak akan membahayakan. Risiko sebenarnya adalah ketika seorang anak bersentuhan dengan kucing liar atau kucing yang tidak diberi obat cacing secara teratur.

Alasan lain yang perlu dikhawatirkan adalah kotoran kucing. Ini karena kotoran kucing banyak mengandung infeksi yang dapat menyebar dari kucing ke anak-anak melalui kotorannya. Itulah sebabnya para ahli kucing tidak menyarankan untuk menangani atau membersihkan tempat kotoran kucing (litter box) dilakukan oleh anak-anak.

Anak-anak juga dapat terinfeksi saat bermain di pasir atau tanah, tempat kucing buang air kecil atau menutupi kotorannya. Untuk itu, para pakar kucing menyarankan orang tua untuk mengajari anak mencuci tangan sebelum makan, setelah bermain dengan kucing, atau bermain di luar. Kucing juga dapat menyebarkan bakteri dengan apa yang disebut penyakit cakar kucing atau scratch disease.

Penyakit ini dapat menular melalui gigitan atau cakaran. Untuk itu, penting untuk mengajari anak cara bermain dengan kucing yang benar. Jika gigitan atau goresan muncul, mengobati luka yang terjadi dengan cepat sangatlah penting.

Pada dasarnya, tidak ada bahaya nyata dari bulu kucing jika kucing itu sehat. Para ahli hanya memperingatkan kita tentang kemungkinan alergi, karena kucing bisa menyebarkan ketombe ke seluruh rumah, yang merupakan salah satu sumber alergi.

Untuk alasan itu, para ahli menyarankan pembersihan vakum secara teratur serta perawatan bulu kucing yang tepat. Menjaga kucing jauh dari kamar tidur anak-anak, atau idealnya memelihara kucing di luar ruangan dapat membantu anak yang memiliki alergi untuk bisa hidup berdampingan dengan kucing.
(FIR)

MOST SEARCH