FITNESS & HEALTH
Perhatikan 5 Perubahan Kulit yang Dapat Mengindikasikan Diabetes
Mia Vale
Minggu 30 Januari 2022 / 14:00
Jakarta: Diabetes membutuhkan manajemen kadar gula darah yang konstan. Kondisi kronis ini juga dapat mempengaruhi kulit. Berikut adalah beberapa tanda yang terlihat pada kulit di mana dapat menjadi akibat dari diabetes.
Ingat, jika dibiarkan tidak terkontrol, diabetes dapat menyebabkan komplikasi parah dan memengaruhi berbagai organ tubuh.
Menurut WHO, yang berhasil dinukil dari laman NDTV, berkisar 422 juta orang di seluruh dunia menderita diabetes dan 1,6 juta kematian secara langsung dikaitkan dengan diabetes setiap tahun.
Baik jumlah kasus maupun prevalensi diabetes terus meningkat selama beberapa dekade terakhir. Bahkan, kita mungkin tidak tahu, tetapi gejala diabetes juga bisa terlihat pada kulit. Dalam pembahasan di bawah, berikut adalah beberapa tanda penting yang terlihat pada kulit di mana tidak boleh kamu lewatkan.
Sirkulasi darah yang buruk akibat diabetes dapat menyebabkan kulit kering. Jika kamu mengalami kulit kering terlalu sering, bicarakan dengan dokter. Kulit kering terkait diabetes tidak dapat diobati di rumah dengan pelembap.
.jpg)
(Jika diabetes tidak terkontrol dengan baik selama bertahun-tahun, kamu akan merasa seperti ada kerikil di ujung jari. Kulit yang keras, tebal, dan tampak bengkak dapat menyebar, muncul di lengan bawah dan lengan atas. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Kulit yang keras, tebal, dan tampak bengkak dapat menyebar, muncul di lengan bawah dan lengan atas. Hal itu juga bisa berkembang di punggung atas, bahu, dan leher. Terkadang, penebalan kulit menyebar ke wajah, bahu, dan dada.
Dalam kasus yang jarang terjadi, kulit di atas lutut, pergelangan kaki, atau siku juga menebal, sehingga sulit untuk meluruskan kaki, mengarahkan kaki, atau menekuk lengan. Masalah kulit ini biasanya berkembang pada orang yang memiliki komplikasi akibat diabetes atau diabetes yang sulit diobati.
Kondisi kulit ini menyebabkan bintik-bintik, kadang garis yang memengaruhi tampilan kulit. Keadaan ini dengan istilah dermopati diabetik, dalam dunia medis. Biasanya terbentuk di tulang kering. Namun, meski jarang terjadi dermopati diabetik bisa terbentuk di lengan, paha, batang tubuh, atau area tubuh lainnya.
Seseorang dengan diabetes cenderung sering mengalami infeksi kulit. Infeksi ragi dan jamur cukup umum pada penderita diabetes.
Orang dengan diabetes mungkin mengalami penyembuhan luka yang lambat dan terkadang dapat menyebabkan infeksi juga. Menurut penelitian, gula darah yang tidak terkontrol menyebabkan penyembuhan luka yang lambat. Ini biasanya akibat dari sirkulasi darah yang buruk ke seluruh tubuh.
Ingat diagnosis dini dapat membantu kita mengambil langkah-langkah yang diperlukan tepat waktu untuk mengatur kadar gula darah. Banyak yang tidak menyadari tanda dan gejala diabetes. Namun kabar baiknya adalah pola makan dan gaya hidup sehat dapat membantu mengelola kondisi ini secara efektif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Ingat, jika dibiarkan tidak terkontrol, diabetes dapat menyebabkan komplikasi parah dan memengaruhi berbagai organ tubuh.
Menurut WHO, yang berhasil dinukil dari laman NDTV, berkisar 422 juta orang di seluruh dunia menderita diabetes dan 1,6 juta kematian secara langsung dikaitkan dengan diabetes setiap tahun.
Baik jumlah kasus maupun prevalensi diabetes terus meningkat selama beberapa dekade terakhir. Bahkan, kita mungkin tidak tahu, tetapi gejala diabetes juga bisa terlihat pada kulit. Dalam pembahasan di bawah, berikut adalah beberapa tanda penting yang terlihat pada kulit di mana tidak boleh kamu lewatkan.
1. Kulit kering dan gatal
Sirkulasi darah yang buruk akibat diabetes dapat menyebabkan kulit kering. Jika kamu mengalami kulit kering terlalu sering, bicarakan dengan dokter. Kulit kering terkait diabetes tidak dapat diobati di rumah dengan pelembap.
.jpg)
(Jika diabetes tidak terkontrol dengan baik selama bertahun-tahun, kamu akan merasa seperti ada kerikil di ujung jari. Kulit yang keras, tebal, dan tampak bengkak dapat menyebar, muncul di lengan bawah dan lengan atas. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
2. Kulit keras dan menebal
Kulit yang keras, tebal, dan tampak bengkak dapat menyebar, muncul di lengan bawah dan lengan atas. Hal itu juga bisa berkembang di punggung atas, bahu, dan leher. Terkadang, penebalan kulit menyebar ke wajah, bahu, dan dada.
Dalam kasus yang jarang terjadi, kulit di atas lutut, pergelangan kaki, atau siku juga menebal, sehingga sulit untuk meluruskan kaki, mengarahkan kaki, atau menekuk lengan. Masalah kulit ini biasanya berkembang pada orang yang memiliki komplikasi akibat diabetes atau diabetes yang sulit diobati.
3. Bintik-bintik kering
Kondisi kulit ini menyebabkan bintik-bintik, kadang garis yang memengaruhi tampilan kulit. Keadaan ini dengan istilah dermopati diabetik, dalam dunia medis. Biasanya terbentuk di tulang kering. Namun, meski jarang terjadi dermopati diabetik bisa terbentuk di lengan, paha, batang tubuh, atau area tubuh lainnya.
4. Infeksi yang sering terjadi
Seseorang dengan diabetes cenderung sering mengalami infeksi kulit. Infeksi ragi dan jamur cukup umum pada penderita diabetes.
5. Penyembuhan luka yang lambat
Orang dengan diabetes mungkin mengalami penyembuhan luka yang lambat dan terkadang dapat menyebabkan infeksi juga. Menurut penelitian, gula darah yang tidak terkontrol menyebabkan penyembuhan luka yang lambat. Ini biasanya akibat dari sirkulasi darah yang buruk ke seluruh tubuh.
Ingat diagnosis dini dapat membantu kita mengambil langkah-langkah yang diperlukan tepat waktu untuk mengatur kadar gula darah. Banyak yang tidak menyadari tanda dan gejala diabetes. Namun kabar baiknya adalah pola makan dan gaya hidup sehat dapat membantu mengelola kondisi ini secara efektif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)