FITNESS & HEALTH

dr. Reisa Broto Asmoro Edukasi Gaya Hidup Sehat dan Bijak

Elang Riki Yanuar
Minggu 01 Maret 2026 / 19:00
Ringkasnya gini..
  • Reisa Broto Asmoro dan Akri Patrio ajak jalani Ramadan sehat & bijak di AEON Mall Sentul City.
  • Talkshow “Ramadhan No Oversharing” tekankan gizi seimbang dan bijak bermedsos, hadirkan Reisa Broto Asmoro.
  • Demo masak Chef Hideki meriahkan acara bersama Akri Patrio, soroti pentingnya minyak 2x penyaringan.
Jakarta: Menyambut bulan suci Ramadan, dr. Reisa Broto Asmoro dan Ustaz Akri Patrio memberikan edukasi gaya hidup sehat dan bijak. Kegiatan ini digelar di AEON Mall Sentul City, tepatnya di Canal Stage lantai dasar, pada Minggu, 1 Maret 2026.

Dalam acara bertajuk Ramadhan No Oversharing bersama Tropical No Oversharing itu, mereka mengajak mengajak masyarakat memaknai Ramadan sebagai momen refleksi diri. Tidak hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mengendalikan diri dari sikap berlebihan, baik dalam konsumsi makanan maupun dalam penggunaan media sosial.

Rangkaian kegiatan diawali dengan talkshow kesehatan yang menghadirkan dr. Reisa Broto Asmoro sebagai Health Enthusiast. Hadir pula Ustaz Akri Patrio untuk mengisi tausiyah, serta Wiranti Ratanattaya selaku Brand Manager Tropical.

Dalam sesi diskusi, Reisa menyoroti pentingnya memilih bahan pangan berkualitas selama Ramadan. Ia menekankan bahwa minyak goreng yang melalui proses penyaringan optimal dapat membantu menjaga kebugaran tubuh selama menjalankan ibadah puasa.
Menurutnya, kualitas minyak goreng berpengaruh terhadap kesehatan dalam jangka panjang. Edukasi ini diharapkan membuat masyarakat lebih cermat dalam menentukan bahan makanan yang dikonsumsi saat sahur maupun berbuka.

Tidak hanya membahas nutrisi, Reisa juga menyinggung fenomena oversharing di media sosial yang kerap terjadi selama Ramadan. Ia mengingatkan pentingnya mempertimbangkan dampak sebelum membagikan cerita pribadi ke ruang publik.

"Oversharing terkadang awalnya banyak kisah personal, yang seharusnya tidak diumbar, tetapi biar lega. Jadi masalah ketika, bukan poin pertama, tetapi respons orang lain, bisa menjadi adiksi ketika banyak yang memperhatikan dan support, jadinya kebiasaan, awalnya baik bisa jadi sesuatu negatif. Yang perlu diperhatikan sebelum sharing yakni apakah aman, perlu, dan bermanfaat," kata Reisa Broto Asmoro.

Pesan tersebut diperkuat dalam tausiyah yang disampaikan Ustaz Akri Patrio. Ia mengajak masyarakat untuk menjaga lisan dan perilaku, termasuk dalam aktivitas digital, agar tidak terjebak pada hal-hal yang kurang bermanfaat selama Ramadan.

"Selagi menyampaikan kebaikan, tidak apa-apa," ucap Akti Patrio.



Acara dimeriahkan dengan sesi demo memasak bersama Chef Hideki. Ia memperagakan cara memasak Gimari dan Tempura Don. Demo ini menunjukkan bagaimana proses penyaringan ganda membantu mengurangi penyerapan minyak pada makanan sehingga tetap renyah dan lezat.

Sesi tersebut bertujuan membuktikan secara visual dan teknis bagaimana proses minyak dengan 2x penyaringan membuat penyerapan minyak pada makanan tidak terlalu banyak, sehingga hidangan tetap renyah, lezat, dan lebih sehat untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

Melalui acara Ramadhan No Oversharing, mereka berharap dapat memberikan inspirasi nyata bagi masyarakat untuk menjalani Ramadan yang lebih berkualitas.  

"Kami berharap dapat memberikan inspirasi nyata bagi masyarakat untuk menjalani Ramadhan yang lebih berkualitas. Dengan menjaga asupan nutrisi melalui masakan yang sehat serta menjaga perilaku dalam kehidupan sosial, masyarakat diharapkan dapat mencapai keseimbangan antara kesehatan fisik dan ketenangan batin," kata Wiranti Ratanattaya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(ELG)

MOST SEARCH