FITNESS & HEALTH

Mengenal Endometriosis, Gejala, Penyebab hingga Pengobatan

Cindy
Rabu 16 Juni 2021 / 10:14
Jakarta: Nyeri saat menstruasi atau haid menjadi hal yang biasa terjadi. Namun, nyeri yang sangat hebat saat menstruasi harus diwaspadai. Sebab, bisa jadi kamu terkena endometriosis. 

Endometriosis merupakan kondisi ketika jaringan yang seharusnya melapisi dinding rahim (endometrium) tumbuh dan menumpuk di luar rahim.  Endometrium dapat tumbuh di indung telur, usus, saluran telur, vagina, atau kandung kemih. 

Sebelum menstruasi, endometrium menebal sebagai tempat menempelnya sel telur yang sudah dibuahi. Bila tidak dalam kondisi hamil, endometrium akan luruh dan keluar dari tubuh sebagai darah menstruasi. 

Dalam kasus endomeriosis, jaringan endometrium di luar rahim juga ikut menebal, tetapi tidak dapat luruh dan keluar dari tubuh. Kondisi ini yang membuat nyeri hebat, bahkan dapat menyebabkan kemandulan hingga tidak bisa hamil lagi (infertilitas). 

Baca juga: Cara Mengatasi Endometriosis

Kenali gejala endometriosis

Endometriosis dapat memberikan gejala yang bervariasi. Beberapa wanita mungkin merasakan gejala yang parah sehingga menganggu aktivitas sehari-hari. Namun, banyak juga yang tidak merasakan gejala apa pun. 

Gejala paling umum ialah nyeri di perut bagian bawah dan panggul, volume darah yang berlebihan saat menstruasi atau sering bocor, serta sakit saat buang air besar atau buang air kecil. Nyeri akan bertambah parah ketika dan setelah berhubungan seksual dan merasa lelah setiap saat. 
 
 

Penyebab endometriosis

Hingga kini, penyebab pasti dari endometriosis masih belum diketahui. Namun, diduga adanya faktor genetik dan lingkungan. 

Penyebab lainnya, menstruasi retrograde atau menstruasi dua arah. Menstruasi jenis ini terjadi ketika darah menstruasi tidak keluar dari tubuh, namun mengalir ke atas melalui saluran telur. 

Selain itu, sistem imun yang bermasalah juga dapat membuat tubuh tidak mengenali dan menghancurkan jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim. Serta, sel endometrium yang menyebar melalui aliran darah ke bagian tubuh lainnya. 

Baca juga: Ini Bedanya Nyeri Haid dengan Nyeri Endometriosis

Pengobatan endometriosis

Pemilihan metode pengobatan tergantung tingkat keparahan dan keinginan penderita memiliki anak atau tidak. Pengobatan endometriosis meliputi pemberian obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), terapi hormon untuk menghentikan produksi hormon estrogen, pembedahan untuk menyingkirkan jaringan endometriosis, hingga operasi besar untuk mengangkat seluruh rahim. 

Cara mencegah endometriosis

Mulailah mengubah gaya hidup untuk mengurangi risiko terkena endometriosis. Misalnya, memperhatikan asupan makan dengan memperbanyak makan sayur dan buah-buahan ketimbang daging merah. Pilih juga makanan dengan kandungan tinggi omega 3 seperti ikan tuna, ikan salmon, ikan sarden, atau telur. 

Jangan lupa juga olahraga secara teratur. Olahraga dapat mengurangi rasa nyeri menstruasi akibat endometriosis. Terpenting, hindari stres karena gejala penyakit ini bisa menjadi lebih berat bila kamu merasa stres. 
(UWA)

MOST SEARCH