FITNESS & HEALTH

Menkes Sebut 99,2 Persen Masyarakat Indonesia Memiliki Antibodi Covid-19

Mia Vale
Rabu 20 April 2022 / 17:43
Jakarta: Lebaran tahun 2022 ini, masyarakat sudah diperbolehkan mudik untuk bertemu keluarga tercinta. Namun, tentu saja para calon pemudik diharuskan mengikuti persyaratan mudik yang telah ditetapkan. 

Melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pemerintah bekerja sama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI). Bersama-sama mereka kembali melakukan penelitian antibodi tubuh terhadap virus (Sero survei) beberapa waktu lalu. 

Hal ini dilakukan untuk mengambil kebijakan dalam menghadapi Lebaran tahun 2022 di tengah pandemi covid-19. Dari hasil survei tersebut menunjukkan antibodi masyarakat Indonesia meningkat menjadi 99,2 persen.

“Bisa disampaikan bahwa kadar antibodi masyarakat Indonesia naik menjadi 99,2 persen. Artinya, 99,2 persen dari populasi masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi, bisa itu berasal dari vaksinasi maupun juga berasal dari infeksi,” ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.


antibodi indonesia
(Menkes mengatakan dengan hasil titer antibodi masyarakat Indonesia yang tinggi akan mengurangi risiko akibat covid-19. Foto: Ilustrasi/Freepik.com)


Hal tersebut diungkapkan Menkes dalam keterangan pers, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 18 April 2022 lalu usai mengikuti Rapat Terbatas mengenai Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Berdasarkan hasil survei inilah, Menkes menambahkan, pemerintah meyakini dengan titer antibodi yang tinggi tersebut akan mengurangi risiko akibat covid-19. 

“Kalau nanti diserang virus, daya tahan tubuh kita bisa cepat menghadapinya dan mengurangi sekali risiko untuk masuk rumah sakit, apalagi risiko untuk wafat. Itu yang menyebabkan kenapa kami percaya, pemerintah, bahwa insyaallah Ramadan kali ini, mudik kali ini bisa berjalan dengan lancar tanpa membawa dampak negatif kepada masyarakat kita,” imbuh Menkes lagi.

Menkes Budi juga menyampaikan, sebelumnya di bulan Desember 2021 pemerintah telah melakukan Sero survei dan menunjukkan bahwa berkisar 88,6 persen dari masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi. 

“Kalau di bulan Desember kita lakukan Sero survei ordenya masih di angka ratusan titer antibodinya berkisar 500-600. Bulan Maret ini ordenya sudah di angka ribuan, berkisar 7.000-8.000. Ini menunjukkan, bukan hanya banyak masyarakat yang sudah memiliki antibodi tapi kadar antibodinya tinggi,” pungkasnya.

(TIN)

MOST SEARCH