FITNESS & HEALTH

Ketahui 2 Onkologi ini Sebelum Melakukan Rekonstruksi Payudara!

Medcom
Minggu 05 Februari 2023 / 16:00
Jakarta: Kanker payudara menempati urutan pertama terkait jumlah kanker terbanyak di Indonesia. Data Globocan tahun 2020, jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 68.858 kasus (16,6 persen) dari total 396.914 kasus baru kanker di Indonesia.

Bahkan ada sebuah data yang menunjukkan 800 wanita terdeteksi kanker payudara di setiap jamnya. Ada dua jenis bedah yang harus dilakukan untuk pasien kanker payudara berdasarkan stadium, ukuran, dan hormon.

Dari kedua bedah tersebut, terkadang membuat pasien mengalami kendala mental akibat perbedaan payudara setelahnya. Oleh karena itu beberapa orang di negara luar lebih memilih kombinasi antara bedah onkologi dan rekonstruksi payudara.

Sejak dahulu sebenarnya rekonstruksi payudara sudah ada di Indonesia, namun hingga sekarang proses bedah ini masih jarang dilakukan. Padahal setiap wanita berhak memiliki tubuhnya secara utuh.

"Rata-rata di Indonesia itu orang yang punya kanker payudara, itu kalau misalnya terkena dan payudaranya diangkat saja cukup puas. Nah tapi kita mengetahui bahwa sebetulnya wanita tentunya berhak mendapatkan kualitas hidup yang baik, khususnya pasca pengangkatan payudara," ujar dr. Mohamad Rachadian Ramadan, Sp.BPRE, Subsp. MO (K), Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Subspesialis Rekonstruksi Bedah Mikro dan Onkoplasti.

Untuk rekonstruksi payudara di Indonesia sendiri akan ada kerja sama tim antara dokter onkologi dan dokter estetik, bahkan ada tim lainnya seperti radiologi, kemoterapi, dan lainnya.


(Kerja sama antara beberapa dokter spesialis diperlukan untuk menangani bedah onkologi. Foto: Ilustrasi/Dok. Pexels.com)

"Berbagai teknik operasi plastik dalam berusaha mengembalikan payudara ke bentuk tampilan atau ukuran yang mendekati normal itu adalah rekonstruksi payudara," jelas dr. Rachadian.

Tetapi sebelum proses rekonstruksi ini kamu perlu mengetahui seberapa banyak bagian payudaramu diambil. Misalnya:
 

1. Bedah Lumpektomi


Bedah lumpektomi adalah prosedur untuk mengangkat tumor dan sebagian kecil jaringan sehat di sekitarnya. Lumpektomi biasanya disarankan kepada pasien yang tumornya berukuran kecil.

Lumpektomi juga dapat dilakukan pada pasien yang ukuran tumornya lebih besar, tetapi didahului dengan kemoterapi untuk menyusutkan tumor.
 

2. Bedah Mastektomi


Bedah mastektomi adalah prosedur yang dilakukan oleh dokter bedah onkologi untuk mengangkat seluruh jaringan di payudara. Umumnya, mastektomi dilakukan ketika kondisi pasien tidak bisa ditangani dengan lumpektomi.



Nandhita Nur Fadjriah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH