FITNESS & HEALTH
Deteksi Kanker Gunakan Alat Digital PET/CT Scan Kini Tak Perlu ke Luar Negeri Lagi
Yurike Budiman
Selasa 22 April 2025 / 19:14
Jakarta: Sel kanker dapat menyebar secara cepat jika tidak segera ditangani. Namun, justru banyak pasien yang terpaksa berobat ke luar negeri lantaran alat medis di Indonesia kurang memadai.
Seiring perkembangan teknologi kedokteran, deteksi dini kanker kini sudah dapat dilakukan. Guna mendeteksi penyebaran sel kanker, alat Digital PET/CT Scan Omni Legend memungkinkan diagnosis penyakit kanker dan penyebarannya secara akurat. Alat ini adalah pengembangan dari alat PET/CT Scan yang sudah ada sebelumnya.
Kepala Instalasi Radiologi, sekaligus Konsultan Radiologi Nuklir dan Pencitraan Molekuler RS Gading Pluit, dr. Tjondro Setiawan, mengatakan pihaknya menghadirkan alat deteksi kanker tersebut. Kehadiran teknologi pemindaian penyakit kanker sebelum merambah dan menyebar ke seluruh tubuh menjadi salah satu syarat bagi upaya keberhasilan penanganan penyakit ini.
Baca juga: Mengenal Kanker Tenggorokan yang Telah diderita Val Kilmer Lebih dari Satu Dekade
"Sebetulnya sejak 2008 kami sudah menjadi pioneer dalam pengembangan alat Hybrid Imaging PET/CT dan Cyclotron di Indonesia. Tetapi kehadiran PET/CT Digital Omni Legend ini memungkinkan deteksi lesi kecil dengan hasil lebih presisi sehingga memungkinkan diagnosis lebih dini," kata dr. Tjondro.

(Guna mendeteksi penyebaran sel kanker, alat Digital PET/CT Scan Omni Legend memungkinkan diagnosis penyakit kanker dan penyebarannya secara akurat. Foto: Dok. Metro TV/Yurike Budiman)
Menurut Tjondro, teknologi terbaru ini mampu mendeteksi lesi metabolic berukuran 1,4 milimeter dan telah dilengkapi fitur motion correction berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk menjaga ketajaman gambar dan pasien tetap dalam kondisi normal.
Pemakaian alat ini pun bisa lebih cepat yakni hanya 15 menit, ketimbang PET/CT Scan yang sebelumnya memakan waktu 30-40 menit.
"Didukung Cyclotron yang kami miliki, kami dapat memproduksi radionuklida secara mandiri, sehingga memungkinkan proses pencitraan dilakukan dengan fleksible dan efisien," kata Tjondro.
Baca juga: Studi Baru Menemukan, Minuman Manis Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Mulut pada Wanita
Hadirnya teknologi ini sekaligus memperkuat komitmen RS Gading Pluit untuk menjadi Pusat Layanan Kanker Terpadu. Pasien menjalani seluruh tata laksana penyakit kanker mulai dari diagnostik, terapi hingga evaluasi multidisiplin dalam satu rumah sakit.
"Salah satu fokus kami adalah pelayanan di bidang kanker. Setelah menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang mengoperasikan mesin PET/CT Scan dan memproduksi radionuklida mandiri, kembali kami menghadirkan dan mengoperasikan alat PET/CT Scan yang kedua yaitu Digital PET/CT Scan Omni Legend pertama di Indonesia dan langsung melayani pasien pada Kamis 27 Maret lalu," kata Presiden Direktur PT Gading Pluit Jasa Medika, Ang Kok Bin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Seiring perkembangan teknologi kedokteran, deteksi dini kanker kini sudah dapat dilakukan. Guna mendeteksi penyebaran sel kanker, alat Digital PET/CT Scan Omni Legend memungkinkan diagnosis penyakit kanker dan penyebarannya secara akurat. Alat ini adalah pengembangan dari alat PET/CT Scan yang sudah ada sebelumnya.
Kepala Instalasi Radiologi, sekaligus Konsultan Radiologi Nuklir dan Pencitraan Molekuler RS Gading Pluit, dr. Tjondro Setiawan, mengatakan pihaknya menghadirkan alat deteksi kanker tersebut. Kehadiran teknologi pemindaian penyakit kanker sebelum merambah dan menyebar ke seluruh tubuh menjadi salah satu syarat bagi upaya keberhasilan penanganan penyakit ini.
Baca juga: Mengenal Kanker Tenggorokan yang Telah diderita Val Kilmer Lebih dari Satu Dekade
"Sebetulnya sejak 2008 kami sudah menjadi pioneer dalam pengembangan alat Hybrid Imaging PET/CT dan Cyclotron di Indonesia. Tetapi kehadiran PET/CT Digital Omni Legend ini memungkinkan deteksi lesi kecil dengan hasil lebih presisi sehingga memungkinkan diagnosis lebih dini," kata dr. Tjondro.

(Guna mendeteksi penyebaran sel kanker, alat Digital PET/CT Scan Omni Legend memungkinkan diagnosis penyakit kanker dan penyebarannya secara akurat. Foto: Dok. Metro TV/Yurike Budiman)
Menurut Tjondro, teknologi terbaru ini mampu mendeteksi lesi metabolic berukuran 1,4 milimeter dan telah dilengkapi fitur motion correction berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk menjaga ketajaman gambar dan pasien tetap dalam kondisi normal.
Pemakaian alat ini pun bisa lebih cepat yakni hanya 15 menit, ketimbang PET/CT Scan yang sebelumnya memakan waktu 30-40 menit.
"Didukung Cyclotron yang kami miliki, kami dapat memproduksi radionuklida secara mandiri, sehingga memungkinkan proses pencitraan dilakukan dengan fleksible dan efisien," kata Tjondro.
Baca juga: Studi Baru Menemukan, Minuman Manis Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Mulut pada Wanita
Hadirnya teknologi ini sekaligus memperkuat komitmen RS Gading Pluit untuk menjadi Pusat Layanan Kanker Terpadu. Pasien menjalani seluruh tata laksana penyakit kanker mulai dari diagnostik, terapi hingga evaluasi multidisiplin dalam satu rumah sakit.
"Salah satu fokus kami adalah pelayanan di bidang kanker. Setelah menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang mengoperasikan mesin PET/CT Scan dan memproduksi radionuklida mandiri, kembali kami menghadirkan dan mengoperasikan alat PET/CT Scan yang kedua yaitu Digital PET/CT Scan Omni Legend pertama di Indonesia dan langsung melayani pasien pada Kamis 27 Maret lalu," kata Presiden Direktur PT Gading Pluit Jasa Medika, Ang Kok Bin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)