FITNESS & HEALTH

Cara Memenuhi Kebutuhan Cairan Tubuh saat Berpuasa

Raka Lestari
Sabtu 24 April 2021 / 12:05
Jakarta: Pada saat berpuasa, salah satu tantangan yang mungkin sering dialami adalah masalah dehidrasi. Pada saat berpuasa, kita memang tidak diperbolehkan untuk minum selama sekitar 12 jam. Hal ini bisa meningkatkan risiko terjadinya dehidrasi pada tubuh.

“Studi menunjukkan bahwa selama berpuasa, tubuh manusia cenderung lebih mudah mengalami dehidrasi. Itulah mengapa, kita perlu memperhatikan kecukupan asupan air saat sahur, berbuka, dan sepanjang malam,”ujar Dr. dr. Diana  Sunardi, M.Gizi, Sp.GK, Ketua Indonesia Hydration Working Group (IHWG) pada webinar: Melindungi Diri dan Raih Kemenangan Ramadan bersama AQUA.

Dr. Diana menambahkan, tubuh membutuhkan sedikitnya 2 liter atau kurang lebih 8 gelas air bagi rata-rata orang dewasa. Karena tidak bisa minum di siang hari ketika berpuasa, kita bisa memenuhi kebutuhan air tubuh dengan minum 2 gelas air saat berbuka, 4 gelas air setelah  makan malam hingga menjelang tidur, dan 2 gelas air lagi ketika sahur.

"Selain kuantitasnya, perhatikan pula kualitas air minum kita. Pastikan air minum itu datang dari sumber yang terlindungi dan prosesnya sesuai dengan standar pemerintah," ujar Dr. Diana.

Lebih lanjut mengenai dampak dehidrasi menurut Dr. Diana, selain dapat mengganggu fungsi kognitif, kurang minum juga dapat memengaruhi suasana  hati (mood) seseorang. Hal ini  disebabkan karena fungsi kognitif memegang peranan penting dalam mengatur persepsi, cara berpikir, kemampuan mengingat, dan merasakan emosi.

"Hal ini berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk beribadah. 75 persen otak manusia terdiri dari air, apabila tubuh kehilangan sedikitnya 2 persen saja dari jumlah total air   dalam tubuh, hal ini dapat mengganggu fungsi tubuh kita, termasuk otak,” tambah Dr. Diana.

Selain itu, berpuasa di tengah pandemi kemudian bukan hanya menantang secara fisik, tetapi juga mental. Dilansir dari hasil penelitian tentang Risiko Global 2021, ditemukan bahwa sebanyak 80 persen anak muda di seluruh dunia tercatat mengalami penurunan kondisi kesehatan mental selama pandemi covid-19.
(FIR)

MOST SEARCH