FITNESS & HEALTH

Bikin Makin Banyak atau Malah Botak? Ini Jawaban Boleh Gaknya Cabut Uban

Aulia Putriningtias
Kamis 27 Agustus 2026 / 13:29
Ringkasnya gini..
  • Munculnya satu atau dua helai uban sering kali membuat seseorang ingin langsung mencabutnya.
  • Kebiasaan ini cukup umum dilakukan untuk menjaga penampilan agar rambut terlihat lebih rapi.
  • Namun, masih ada anggapan bahwa mencabut satu uban bisa membuat uban tumbuh semakin banyak.
Jakarta: Munculnya satu atau dua helai uban sering kali membuat seseorang ingin langsung mencabutnya. Namun, apakah kita benar-benar diperbolehkan mencabut uban secara medis?

Kebiasaan ini cukup umum dilakukan untuk menjaga penampilan agar rambut terlihat lebih rapi. Namun, masih ada anggapan bahwa mencabut satu uban bisa membuat uban tumbuh semakin banyak.

Selain itu, mencabut uban dianggap dapat merusak kulit kepala, meski masih banyak orang yang melakukannya. Hal ini dikarenakan banyak yang tidak tahu apakah mencabut uban diperbolehkan atau tidak.

Mencabut uban menjadi banyak adalah mitos


Mitos yang paling sering terdengar adalah mencabut satu uban akan membuat uban tumbuh lebih banyak. Faktanya, hal tersebut tidak benar. Setiap helai rambut tumbuh dari satu folikel. Jadi, ketika satu uban dicabut, rambut yang tumbuh kembali berasal dari folikel yang sama. 

Jika folikel tersebut sudah kehilangan kemampuan menghasilkan pigmen, rambut yang tumbuh kembali kemungkinan tetap berwarna putih atau abu-abu. Artinya, mencabut satu uban tidak akan memicu rambut di sekitarnya berubah menjadi uban.

Mencabut uban tidak disarankan


Walaupun tidak membuat uban semakin banyak, mencabut uban tetap bukan kebiasaan yang disarankan. Tindakan mencabut rambut secara berulang dapat menyebabkan trauma pada folikel rambut.

Jika dilakukan terus-menerus pada area yang sama, folikel dapat mengalami kerusakan. Dalam kondisi tertentu, kerusakan tersebut bahkan dapat membuat rambut tidak tumbuh kembali sehingga rambut di area tersebut menjadi lebih tipis.
 

Bisa menyebabkan beberapa masalah


Mencabut rambut berarti memberikan tarikan langsung pada folikel dan jaringan di sekitarnya. Jika dilakukan berulang kali, kebiasaan tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada kulit kepala.

Menurut Halodoc, kerusakan yang terjadi pada sel-sel kulit kepala akibat mencabut uban berulang kali berisiko berkembang menjadi jaringan parut atau bahkan infeksi.

Folikel rambut juga memiliki peran penting dalam pertumbuhan rambut. Jika rambut terus-menerus dicabut dari tempat yang sama, folikel tersebut dapat menyusut atau mengalami kerusakan.

Dalam kondisi tertentu, folikel bahkan dapat mati sehingga tidak mampu menghasilkan rambut baru. Akibatnya, rambut di area tersebut berisiko menjadi lebih tipis.


Itulah penjelasan mengenai cabut uban yang diperbolehkan atau tidak. Secara medis, mencabut uban tidak disarankan. Mencabut uban berulang kali dapat menyebabkan trauma pada folikel, kerusakan kulit kepala, penipisan rambut, hingga risiko folikel tidak lagi menghasilkan rambut.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH