FITNESS & HEALTH

Diabetes Tipe 2 di Usia Muda, Ada Hubungannya dengan ADHD dan Autisme?

A. Firdaus
Sabtu 03 Oktober 2026 / 16:12
Ringkasnya gini..
  • Studi menganalisis sekitar 4,2 juta orang dengan diabetes tipe 2 di Amerika Serikat.
  • ADHD dan autisme lebih sering ditemukan pada pasien yang didiagnosis diabetes tipe 2 sebelum usia 20 tahun.
  • Hasil ini menunjukkan asosiasi, bukan bukti bahwa ADHD atau autisme menyebabkan diabetes tipe 2.

Jakarta: Diabetes tipe 2 nggak cuma jadi masalah kesehatan orang dewasa. Penyakit ini juga bisa muncul sejak usia muda. Nah, sebuah analisis terbaru menemukan ADHD dan autisme lebih sering tercatat pada orang yang didiagnosis diabetes tipe 2 sebelum usia 20 tahun.

Tapi, jangan langsung mengartikan ADHD atau autisme sebagai penyebab diabetes. Studi ini menemukan hubungan, bukan sebab-akibat.


 

Diabetes Consultation with Compassion

(Konsultasi kesehatan pasien muda dengan dokter. Foto: AI Generated)

 

Dari mana data penelitian ini?

Penelitian dipimpin Dr. Jonathan Goldney dari University of Leicester Diabetes Research Centre, Inggris. Timnya menganalisis rekam medis sekitar 4,2 juta orang yang baru didiagnosis diabetes tipe 2 di Amerika Serikat pada periode Maret 2006 sampai Maret 2026.

Data tersebut berasal dari jaringan TriNetX, yaitu jaringan data layanan kesehatan yang digunakan peneliti untuk menganalisis rekam medis pasien. Para peneliti kemudian mencocokkan kelompok dengan diabetes dan kelompok tanpa diabetes berdasarkan usia, tahun lahir, jenis kelamin, ras, serta etnis.

Hasil penelitian ini dipresentasikan dalam pertemuan tahunan European Association for the Study of Diabetes atau EASD 2026 di Milan, Italia.

Penting dicatat, hasil tersebut masih berupa conference abstract dan belum diterbitkan dalam jurnal yang melalui proses peer review. Jadi, temuan ini masih membutuhkan penelitian lanjutan untuk memastikan hasilnya.

 


 

ADHD dan autisme lebih sering ditemukan

Pada kelompok yang didiagnosis diabetes tipe 2 sebelum usia 20 tahun, sekitar 14,4 persen memiliki diagnosis ADHD. Sementara pada kelompok seusia tanpa diabetes, angkanya 6,9 persen.

Untuk autisme, perbedaannya lebih besar. Diagnosis autisme tercatat pada 5,72 persen kelompok diabetes tipe 2 usia di bawah 20 tahun, dibandingkan 1,79 persen pada kelompok tanpa diabetes.

Perbedaan tersebut juga terlihat lebih jelas pada kelompok usia yang lebih muda. Sementara pada kelompok usia yang lebih tua, kesenjangannya cenderung mengecil.

 

Bukan berarti ADHD menyebabkan diabetes

Nah, ini bagian yang nggak boleh dilewatkan. Karena penelitian ini bersifat observasional, peneliti hanya melihat pola dari data rekam medis.

Jadi, hasilnya belum bisa membuktikan ADHD atau autisme menyebabkan diabetes tipe 2, ataupun sebaliknya.

Peneliti menyebut sejumlah faktor yang mungkin berperan, seperti aktivitas fisik, masalah tidur, penggunaan obat tertentu, kondisi kesehatan mental, hingga hambatan dalam mengakses layanan kesehatan. Namun, semuanya masih berupa kemungkinan dan belum terbukti sebagai penyebab.

 

Ada keterbatasan penelitian

Walaupun jumlah datanya besar, penelitian berbasis rekam medis tetap punya keterbatasan. Data rumah sakit nggak selalu menggambarkan kondisi seluruh populasi.

Orang dengan ADHD atau autisme juga mungkin lebih sering berinteraksi dengan tenaga kesehatan. Hal ini bisa memengaruhi kemungkinan mereka mendapatkan diagnosis kondisi kesehatan lain.

Karena itu, temuan ini lebih tepat dilihat sebagai petunjuk untuk penelitian berikutnya. Jadi, belum ada dasar untuk menyimpulkan bahwa ADHD, autisme, dan diabetes tipe 2 punya hubungan sebab-akibat.


Desi I.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH