FITNESS & HEALTH

3 Berita Terpopuler Gaya: Tujuan Bed Rest pada Ibu Hamil Hingga Ukuran Penis dan Kepuasan

Yatin Suleha
Kamis 04 Januari 2024 / 06:05
Jakarta: Bed rest adalah mengurangi aktivitas fisik berat dan memperbanyak istirahat. Anjuran bed rest dari dokter umumnya didasari alasan yang berbeda-beda. Meski demikian, tujuannya tetap sama, yaitu meningkatkan peluang ibu hamil untuk menjalani kehamilan yang sehat. Dengan melakukan bed rest, tubuh diberikan waktu untuk pulih atau mengembalikan fungsinya.

Calon ibu yang berkontraksi secara teratur sebelum minggu ke-37 kehamilan atau menunjukkan tanda-tanda persalinan dini, umumnya memerlukan bed rest. Bed rest dilakukan untuk mencegah terjadinya kelahiran prematur atau mempersiapkan persalinan hingga waktunya aman.

Dr. Purnawan Senoaji, MD, SpOG menerangkan tujuan dilakukannya bed rest adalah untuk menghindari komplikasi atau permasalahan yang bisa terjadi pada ibu hamil. Berikut ini, Medcom.id/gaya merangkum berita menarik yang terjadi sepanjang Rabu, 3 Januari 2024:
 

1. Apa Tujuan Bed Rest pada Ibu Hamil yang Punya Komplikasi?


Dalam hal ibu hamil bed rest ternyata sangat tergantung dari kondisi pasien dan kemungkinan komplikasinya. Dr. Purnawan Senoaji, MD, SpOG menjelaskan yang disebut bed rest total adalah jika pasien dirawat di rumah sakit, yaitu dalam kondisi perlu pengobatan dan penanganan di mana jika tidak dilakukan rawat inap, maka komplikasi tidak dapat dihindarkan.

Sedangkan yang umum disebut sebagai bed rest di rumah adalah mengurangi aktivitas tubuh dan memperbanyak istirahat. 

Dalam bed rest total (kondisi parah), termasuk pecah ketuban, perdarahan, kontraksi, dan lemahnya kondisi mulut rahim. Dr. Purnawan menekankan bahwa bed rest total di rumah sakit benar-benar harus dilakukan, jika tidak dilakukan maka komplikasi akan terjadi.



Selengkapnya klik di sini
 

2. 5 Obat Rumahan untuk Menghilangkan Pigmentasi di Bawah Mata


Seiring bertambahnya usia, kamu mungkin akan melihat perubahan nyata pada warna kulit. Sebut saja beberapa bintik hitam, bercak, atau lingkaran di bawah mata. Meskipun lingkaran ini dapat mengindikasikan kelelahan, dehidrasi, dan kurang tidur, tapi lingkaran tersebut bisa juga disebabkan oleh hiperpigmentasi. 

Yup, pigmentasi di bawah mata merupakan kelebihan pigmen yang lebih gelap dibandingkan kulit di sekitarnya. Meskipun biasanya hal ini tidak perlu dikhawatirkan, sebagian dari kamu tentu merasa kondisi ini dapat menganggu penampilan. 

Sementara, meningkatnya produksi melanin di kulit juga menyebabkan perubahan warna kulit, sehingga meninggalkan bintik hitam dan bercak pada kulit. Dan paparan sinar matahari adalah penyebab umum pigmentasi kulit. 



Selengkapnya klik di sini
 

3. Ukuran Penis Sama dengan Kepuasan Seks?


Banyak kaum adam ingin meningkatkan ukuran organ seks andalan mereka. Masyarakat masih menyamakan maskulinitas dan kekuatan dengan ukuran penis. Profesor klinis urologi di University of California di San Francisco, Ira Sharlip mengatakan, "Tentu saja, tidak ada hubungan di antara ukuran penis dan maskulinitas." 

Dinukil dari WebMD, ukuran penis rata-rata pada saat ereksi antara 5 hingga 6 inci atau 13-15 cm. Pada saat tidak ereksi ukuran panjang organ intim pria sekitar 3,5 inci atau 9 cm. 

Meski begitu, Sharlip mengakui banyak pasien yang ingin meningkatkan ukuran alat kelamin mereka. Sebab para pria bukan tanpa alasan untuk memperbesarnya.



Selengkapnya klik di sini

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH