FITNESS & HEALTH
Lagi Penuh Asap, Menkes Imbau Kelompok Rentan Buat Kurangi Outdoor Activity
Yatin Suleha
Minggu 18 Oktober 2026 / 07:05
- Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mewanti-wanti masyarakat, terutama kelompok rentan agar mengurangi kegiatan di luar rumah selama kabut asap belum reda.
- Hal ini penting dilakukan untuk menjaga kesehatan pernapasan dari paparan asap berbahaya.
- Menkes Budi menegaskan bahwa Kemenkes terus bergerak melindungi warga di daerah terdampak.
Jakarta: Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mewanti-wanti masyarakat, terutama kelompok rentan seperti bayi, balita, lansia, dan ibu hamil, agar mengurangi kegiatan di luar rumah selama kabut asap belum reda.
Hal ini penting dilakukan untuk menjaga kesehatan pernapasan dari paparan asap berbahaya. Menkes Budi menegaskan bahwa Kemenkes terus bergerak melindungi warga di daerah terdampak.
Meski tak bisa menghentikan sumber asapnya langsung, Kemenkes memastikan langkah pencegahan dan penanganan medis tetap berjalan maksimal, salah satunya dengan menjamin ketersediaan obat-obatan di puskesmas setempat.
“Pesan saya, terutama untuk kelompok rentan, jangan keluar rumah. Kalau terpaksa keluar, sebisa mungkin biarkan anggota keluarga yang tidak rentan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Menkes saat memberikan keterangan kepada media di Kemendagri, pada Kamis lalu.
Menkes Budi menjelaskan, paparan asap perlu dicegah karena dapat berdampak pada saluran pernapasan, mata, dan kulit.
Jika harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat dianjurkan menggunakan masker, terutama masker N95 jika tersedia.
Masyarakat juga disarankan memakai kacamata untuk melindungi mata serta pakaian berlengan panjang untuk mengurangi paparan partikel asap pada kulit.
Selain itu, masyarakat perlu membersihkan diri setelah kembali dari luar rumah. Menkes mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan gejala gangguan kesehatan yang muncul selama terpapar kabut asap, seperti batuk, iritasi mata, atau kulit yang mengalami iritasi dan gatal berkepanjangan.
“Jangan menunggu sampai batuk darah. Kalau mulai batuk, mata mengalami iritasi, atau kulit terus-menerus gatal dan iritasi, segera periksa ke puskesmas terdekat,” tegas Menkes.
Ia menambahkan, puskesmas di wilayah terdampak telah disiapkan dengan suplai obat-obatan untuk menangani gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Masyarakat diharapkan mengikuti anjuran pencegahan dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan kesehatan.
Menkes menegaskan bahwa membatasi aktivitas di luar rumah, menggunakan pelindung saat terpaksa keluar, dan segera memeriksakan diri ketika mengalami gejala merupakan langkah penting untuk melindungi kesehatan masyarakat selama kabut asap berlangsung.
(TIN)
Hal ini penting dilakukan untuk menjaga kesehatan pernapasan dari paparan asap berbahaya. Menkes Budi menegaskan bahwa Kemenkes terus bergerak melindungi warga di daerah terdampak.
Meski tak bisa menghentikan sumber asapnya langsung, Kemenkes memastikan langkah pencegahan dan penanganan medis tetap berjalan maksimal, salah satunya dengan menjamin ketersediaan obat-obatan di puskesmas setempat.
Baca Juga :
Asap Karhutla Selimuti Kota Palangkaraya
“Pesan saya, terutama untuk kelompok rentan, jangan keluar rumah. Kalau terpaksa keluar, sebisa mungkin biarkan anggota keluarga yang tidak rentan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Menkes saat memberikan keterangan kepada media di Kemendagri, pada Kamis lalu.
Menkes Budi menjelaskan, paparan asap perlu dicegah karena dapat berdampak pada saluran pernapasan, mata, dan kulit.
Jika harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat dianjurkan menggunakan masker, terutama masker N95 jika tersedia.
(Menkes imbau kelompok rentan batasi aktivitas luar rumah akibat kabut asap. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Selain itu, masyarakat perlu membersihkan diri setelah kembali dari luar rumah. Menkes mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan gejala gangguan kesehatan yang muncul selama terpapar kabut asap, seperti batuk, iritasi mata, atau kulit yang mengalami iritasi dan gatal berkepanjangan.
“Jangan menunggu sampai batuk darah. Kalau mulai batuk, mata mengalami iritasi, atau kulit terus-menerus gatal dan iritasi, segera periksa ke puskesmas terdekat,” tegas Menkes.
Ia menambahkan, puskesmas di wilayah terdampak telah disiapkan dengan suplai obat-obatan untuk menangani gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Masyarakat diharapkan mengikuti anjuran pencegahan dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan kesehatan.
Menkes menegaskan bahwa membatasi aktivitas di luar rumah, menggunakan pelindung saat terpaksa keluar, dan segera memeriksakan diri ketika mengalami gejala merupakan langkah penting untuk melindungi kesehatan masyarakat selama kabut asap berlangsung.
(TIN)