FITNESS & HEALTH

Asuransi Kesehatan Makin Canggih, Kini Diawasi AI & Tim Dokter

A. Firdaus
Rabu 18 Maret 2026 / 12:11
Ringkasnya gini..
  • Penguatan MAB dilakukan untuk memastikan aspek kapabilitas medis berjalan optimal.
  • Di sisi digital, proses peninjauan klaim telah terintegrasi dengan sistem data analytics.
  • Pemanfaatan data analytics menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pengambilan keputusan medis.
Jakarta: Penerbitan regulasi baru dari Otoritas Jasa Keuangan melalui POJK Nomor 36 Tahun 2025, menjadi langkah penting dalam memperkuat tata kelola layanan kesehatan di industri asuransi.

Aturan tersebut menegaskan kewajiban perusahaan asuransi untuk memenuhi tiga aspek utama, yakni kapabilitas medis yang memadai, dukungan digital berbasis data, serta keberadaan Dewan Penasehat Medis yang independen dan kompeten.

Menanggapi kebijakan ini, PT Administrasi Medika (AdMedika) menegaskan komitmennya dalam memperkuat clinical governance, melalui penguatan fungsi Medical Advisory Board (MAB) berbasis data analytics.

Sebagai perusahaan Third Party Administrator (TPA) dengan jaringan luas di Indonesia, AdMedika memiliki pengalaman dalam pengelolaan klaim kesehatan yang terintegrasi dengan sistem teknologi. Penguatan MAB dilakukan untuk memastikan aspek kapabilitas medis berjalan optimal. Tim ini didukung oleh tenaga medis, termasuk Medical Advisor dan Utilization Review Team, yang bertugas melakukan analisis biaya serta evaluasi kesesuaian layanan agar tetap efektif dan efisien.

Di sisi digital, proses peninjauan klaim telah terintegrasi dengan sistem data analytics, real-time dashboard, hingga analisis transaksi berbasis kecerdasan buatan (AI). Sistem ini memungkinkan identifikasi pola klaim, tren penggunaan layanan, hingga potensi ketidaksesuaian secara lebih cepat dan akurat.

Dalam memperkuat tata kelola klinis, AdMedika menggandeng sejumlah pakar, di antaranya Agus Purwadianto sebagai pembina etikolegal, serta Agus Yunianto sebagai ketua MAB. Tim ini terdiri dari berbagai disiplin ilmu kedokteran untuk memastikan setiap rekomendasi medis berbasis pada standar etik dan keilmuan.

Langkah ini juga ditandai dengan kerja sama MAB bersama 13 perusahaan asuransi mitra, seperti Generali Indonesia, AIA Financial, hingga AXA Mandiri Financial Services. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem layanan kesehatan yang lebih terintegrasi, transparan, dan berkelanjutan.

CEO AdMedika, Dian Prambini, mengatakan bahwa pemanfaatan data analytics menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pengambilan keputusan medis.

“Dengan dukungan data analytics, Medical Advisory Board dapat melakukan evaluasi dan pengambilan keputusan medis secara lebih objektif, akurat, dan responsif. Pendekatan ini memastikan keseimbangan antara kualitas layanan dan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan biaya kesehatan,” ujar Dian dalam keterangan pers.

Melalui penguatan ini, AdMedika optimistis implementasi MAB berbasis data tidak hanya mendukung regulasi, tetapi juga memastikan keputusan medis lebih tepat, transparan, serta sesuai dengan kebutuhan klinis peserta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH