FITNESS & HEALTH
Bisa Kena Penyakit Kulit, Ini Cara Cegah Cacing Tambang Masuk ke Tubuh
Medcom
Rabu 11 Januari 2023 / 09:10
Jakarta: Bermain di luar memang menyenangkan. Kegiatan-kegiatan seperti berkebun, bermain pasir, dan kegiatan lainnya yang di luar sana terasa menyenangkan. Namun, kita tidak sadar bahwa bisa saja ada yang masuk ke dalam tubuh, seperti cacing tambang.
Cacing tambang merupakan parasit yang bisa bertahan di tubuh manusia ataupun hewan. Terdapat dua spesies utama, yaitu Ancylostoma duodenale dan Necator americanus. Jenis ini diketahui hanya ditemukan di tubuh manusia. Parasit ini bisa menyebabkan infeksi pada tubuh dan menimbulkan penyakit kulit.
CLM atau Cutaneous larva migrans merupakan radang kulit yang berupa garis kemerahan berkelok-kelok, berbentuk seperti cacing. Karena memang hal tersebut disebabkan oleh larva cacing tambang. Larva tersebut hidup di bawah kulit manusia, ditandai dengan kemerahan pada kulit.
Cacing tambang biasanya hidup dalam hewan seperti kucing dan anjing, tepatnya berada di dalam bagian usus dan bertelur di kotoran hewan. Telur-telur ini kemudian menetas menjadi larva yang bisa sebabkan infeksi.
Infeksi cacing tambang bisa terjadi di usia kapan saja. Namun, sebagian besar yang mengalami hal ini adalah anak-anak, dikarenakan lebih sering bermain di ruangan terbuka tanpa sebuah alas.
Selain anak-anak, orang-orang yang menyukai berjemur di pantai tanpa sebuah alas juga bisa berisiko tinggi. Tidak hanya itu, para pekerja yang berada di sekitar area pembangunan dan peternakan juga memiliki risiko tinggi untuk terkena infeksi ini.
Untuk mengetahui gejala lebih lanjut, berikut hal-hal yang bisa kamu teliti disaat mengalami CLM, antara lain:
- Munculnya lesi merah memiliki pola seperti cacing.
- Terjadi pembengkakan, gatal, dan rasa tidak nyaman pada lesi yang muncul.
- Muncul lesi pada kaki dan punggung adalah hal yang paling sering terjadi.
Jika kamu merasakan hal-hal di atas, segera pergi ke dokter untuk dapat diperiksa lebih lanjut. Biasanya akan terlebih dahulu diwawancarai terkait aktivitas. Lalu melakukan tes mikroskop yang berguna untuk mengetahui pergerakan larva dan keberadaan telur larva.
Menurut Jurnal Kesehatan Universitas Lampung, adapun cara pencegahan penyakit CLM ini, antara lain:
- Melakukan pengobatan secara teratur terhadap hewan peliharaan.
- Hewan tidak diperkenankan untuk berada di wilayah pantai atau taman bermain.
- Menutup lubang pasir dengan plastik, demi hewan tidak membuang kotoran di sana.
- Menggunakan alas kaki atau tubuh jika sedang beraktivitas di luar ruangan.
- Gunakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh.
- Tidak banyak beraktivitas di tempat-tempat yang memiliki risiko tinggi, seperti pantai dan taman bermain.
Aulia Putriningtias
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Cacing tambang merupakan parasit yang bisa bertahan di tubuh manusia ataupun hewan. Terdapat dua spesies utama, yaitu Ancylostoma duodenale dan Necator americanus. Jenis ini diketahui hanya ditemukan di tubuh manusia. Parasit ini bisa menyebabkan infeksi pada tubuh dan menimbulkan penyakit kulit.
CLM atau Cutaneous larva migrans merupakan radang kulit yang berupa garis kemerahan berkelok-kelok, berbentuk seperti cacing. Karena memang hal tersebut disebabkan oleh larva cacing tambang. Larva tersebut hidup di bawah kulit manusia, ditandai dengan kemerahan pada kulit.
Cacing tambang biasanya hidup dalam hewan seperti kucing dan anjing, tepatnya berada di dalam bagian usus dan bertelur di kotoran hewan. Telur-telur ini kemudian menetas menjadi larva yang bisa sebabkan infeksi.
Infeksi cacing tambang bisa terjadi di usia kapan saja. Namun, sebagian besar yang mengalami hal ini adalah anak-anak, dikarenakan lebih sering bermain di ruangan terbuka tanpa sebuah alas.
Selain anak-anak, orang-orang yang menyukai berjemur di pantai tanpa sebuah alas juga bisa berisiko tinggi. Tidak hanya itu, para pekerja yang berada di sekitar area pembangunan dan peternakan juga memiliki risiko tinggi untuk terkena infeksi ini.
Untuk mengetahui gejala lebih lanjut, berikut hal-hal yang bisa kamu teliti disaat mengalami CLM, antara lain:
- Munculnya lesi merah memiliki pola seperti cacing.
- Terjadi pembengkakan, gatal, dan rasa tidak nyaman pada lesi yang muncul.
- Muncul lesi pada kaki dan punggung adalah hal yang paling sering terjadi.
Jika kamu merasakan hal-hal di atas, segera pergi ke dokter untuk dapat diperiksa lebih lanjut. Biasanya akan terlebih dahulu diwawancarai terkait aktivitas. Lalu melakukan tes mikroskop yang berguna untuk mengetahui pergerakan larva dan keberadaan telur larva.
Menurut Jurnal Kesehatan Universitas Lampung, adapun cara pencegahan penyakit CLM ini, antara lain:
- Melakukan pengobatan secara teratur terhadap hewan peliharaan.
- Hewan tidak diperkenankan untuk berada di wilayah pantai atau taman bermain.
- Menutup lubang pasir dengan plastik, demi hewan tidak membuang kotoran di sana.
- Menggunakan alas kaki atau tubuh jika sedang beraktivitas di luar ruangan.
- Gunakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh.
- Tidak banyak beraktivitas di tempat-tempat yang memiliki risiko tinggi, seperti pantai dan taman bermain.
Aulia Putriningtias
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)