FITNESS & HEALTH

Layanan Kesehatan Digital Harus Utamakan Keamanan Pasien

Elang Riki Yanuar
Kamis 04 Juni 2026 / 13:00
Ringkasnya gini..
  • Telemedicine dinilai mampu memperluas akses kesehatan di Indonesia, terutama bagi masyarakat yang sulit menjangkau layanan medis.
  • Maraknya pembelian obat online memicu kekhawatiran keamanan. Resep digital hadir untuk mendorong penggunaan obat yang tepat.
  • Transformasi digital kesehatan terus berkembang. Kolaborasi platform, dokter, dan farmasi jadi kunci layanan yang lebih aman.
Jakarta: Akses layanan kesehatan yang merata masih menjadi pekerjaan rumah besar di Indonesia. Kondisi geografis sebagai negara kepulauan membuat sebagian masyarakat menghadapi tantangan untuk mendapatkan konsultasi medis maupun obat-obatan secara cepat dan mudah.

Di saat yang sama, tren pembelian obat secara online terus meningkat. Kemudahan transaksi digital memang membantu masyarakat memperoleh kebutuhan kesehatan tanpa harus datang langsung ke fasilitas layanan kesehatan. Namun, fenomena ini juga memunculkan kekhawatiran terkait keamanan produk dan penggunaan obat yang sesuai dengan kondisi pasien.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI bahkan menemukan 197.725 tautan penjualan obat dan makanan ilegal di platform digital sepanjang 2025. Temuan tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan yang lebih ketat sekaligus edukasi kepada masyarakat mengenai pembelian obat secara aman.

Di tengah perkembangan tersebut, layanan kesehatan digital mulai menghadirkan pendekatan yang lebih terintegrasi. Salah satunya melalui layanan telemedicine yang menghubungkan konsultasi dokter, pemberian resep digital, hingga pembelian obat dalam satu alur layanan.

Hal itulah yang membuat Tokopedia menghadirkan TokoClinic by Tokopedia Farma, layanan telemedicine terintegrasi yang memungkinkan pengguna berkonsultasi dengan dokter berlisensi, mendapatkan resep digital, hingga membeli obat secara lebih aman melalui lebih dari 3.000 farmasi berlisensi

Melalui sistem ini, masyarakat dapat berkonsultasi dengan dokter berlisensi secara daring sebelum memperoleh resep yang sesuai dengan kondisi kesehatannya. Setelah itu, obat dapat dibeli melalui jaringan farmasi resmi yang telah memenuhi ketentuan perizinan.

"Melalui TokoClinic, kami ingin memastikan pengalaman membeli obat online tidak hanya praktis, tetapi jauh lebih aman dan bertanggung jawab. Dengan integrasi konsultasi dokter, resep digital, dan pembelian obat dalam satu alur, kami berharap masyarakat mendapatkan akses kesehatan yang lebih tepercaya," jelas Executive Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia, Stephanie Susilo.

Keberadaan resep digital yang terverifikasi dinilai menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga keamanan penggunaan obat. Dokter dapat mengeluarkan resep langsung melalui aplikasi setelah konsultasi selesai dilakukan, sehingga obat yang dibeli sesuai dengan kebutuhan medis pasien.
Transformasi digital juga menjadi bagian penting dalam perkembangan industri farmasi nasional. Seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan, sektor farmasi diperkirakan memiliki potensi pasar hingga Rp225 triliun pada 2030. Pertumbuhan tersebut mendorong berbagai pelaku industri untuk memperkuat integrasi teknologi dalam layanan yang mereka hadirkan.

Di sisi lain, telemedicine dinilai dapat membantu mengurangi praktik swamedikasi yang masih banyak dilakukan masyarakat. Dengan akses konsultasi yang lebih mudah dan cepat, masyarakat memiliki kesempatan untuk memperoleh arahan medis sebelum mengonsumsi obat tertentu.

Dokter umum sekaligus Wakil Ketua Umum II Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) 2023-2025, dr. Mahesa Paranadipa Maikel M.H., menilai layanan telemedicine memiliki peran penting dalam memperluas akses kesehatan, khususnya bagi pasien dengan kondisi non-darurat.

"Telemedicine dapat menjadi solusi untuk membantu masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan dengan lebih cepat dan praktis, terutama bagi pasien dengan kondisi non-darurat. Yang terpenting, layanan kesehatan digital harus tetap mengedepankan keselamatan pasien, penggunaan obat yang bertanggung jawab, serta hak pasien untuk memilih pengobatan sesuai kebutuhan dan kesanggupan masing-masing," jelasnya.

Pengembangan layanan kesehatan berbasis digital juga sejalan dengan agenda transformasi digital Kementerian Kesehatan RI yang menargetkan layanan kesehatan lebih mudah diakses, terjangkau, dan berkualitas bagi masyarakat.

Ke depan, kolaborasi antara platform digital, tenaga medis, farmasi berlisensi, dan regulator dinilai menjadi kunci dalam membangun ekosistem kesehatan yang aman dan berkelanjutan. Melalui sinergi tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih luas tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kualitas pelayanan.

“Ke depan, kami berharap TokoClinic by Tokopedia Farma dapat membantu memperluas akses layanan kesehatan digital yang aman dan tepercaya bagi masyarakat Indonesia. Melalui kolaborasi dengan tenaga medis, farmasi berlisensi, dan regulator, kami ingin mendukung ekosistem kesehatan digital yang lebih bertanggung jawab dan berkualitas,” tutup Stephanie.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(ELG)

MOST SEARCH