FITNESS & HEALTH

Otak Ngebut Saat Mau Tidur? Ini Cara Stop Overthinking

A. Firdaus
Sabtu 26 September 2026 / 14:02
Ringkasnya gini..
  • Malam hari bisa bikin pikiran terasa makin berisik karena distraksi dari aktivitas seharian mulai hilang.
  • Menulis hal yang bikin kepikiran bisa membantu “memarkir” pikiran sebelum tidur.
  • Nggak perlu maksa pikiran kosong, cukup sadari lalu balikin fokus ke tubuh dan kondisi saat ini.

Jakarta: Pernah nggak, dari pagi sampai sore hidup terasa biasa aja. Tapi begitu rebahan dan lampu kamar dimatiin, otak malah kayak, “Eh, kita bahas semuanya sekarang yuk.”

Tiba-tiba kepikiran kerjaan besok, chat yang belum dibalas, omongan tadi siang, sampai momen cringe tiga tahun lalu. Badan udah capek, mata udah berat, tapi otak malah lembur.

Kondisi kayak gini memang bisa bikin tidur makin susah. Dalam penelitian berjudul “Nocturnal cognitive arousal is associated with objective sleep disturbance and indicators of physiologic hyperarousal in good sleepers and individuals with insomnia disorder” yang terbit di jurnal Sleep Medicine pada 2020, David A. Kalmbach dan tim menemukan bahwa cognitive arousal atau kondisi ketika pikiran tetap aktif menjelang tidur berkaitan dengan waktu lebih lama untuk tertidur, efisiensi tidur lebih rendah, dan durasi tidur lebih pendek.

 

nulis

(Menulis sebelum tidur untuk menenangkan pikiran. Foto: AI Generated)

 

Kenapa otak malah rame pas malam?

Siang hari, otak punya banyak banget distraksi. Ada kerjaan, perjalanan, ngobrol, notifikasi, sampai scrolling yang bikin perhatian terus pindah.

Nah, begitu malam dan suasana mulai sepi, pikiran yang dari tadi “ditunda” bisa muncul satu-satu. Sleep Foundation juga menjelaskan bahwa rasa cemas pada malam hari bisa terasa lebih intens ketika distraksi berkurang.

Dalam artikel Psychology Today berjudul “3 Ways to Stop Overthinking From Stealing Your Sleep” yang diperbarui pada 16 Januari 2026, psikolog Jeffrey Bernstein, Ph.D., membahas cara menghadapi pikiran yang terus muter saat kita sebenarnya udah pengin tidur.

 


 

Coba “parkir” pikiran dulu

Daripada muter terus di kepala, coba tuliskan apa yang lagi bikin kepikiran.

Nggak perlu bikin journaling satu halaman penuh. Tulis aja sesimpel, “besok harus kirim email”, “jangan lupa bayar tagihan”, atau “gue kepikiran soal obrolan tadi”.

Tujuannya bukan menyelesaikan semuanya malam itu. Kamu cuma perlu kasih tahu otak kalau hal tersebut udah dicatat dan bisa diurus besok.

Bernstein juga menyarankan pakai kertas dan pulpen. Karena kalau buka HP buat nulis, niatnya bisa berubah dari “mau nyatet” jadi “cuma scroll bentar”, eh tau-tau udah 45 menit.

 

Nggak harus bikin pikiran kosong

Kalau pikiran masih muncul, nggak perlu langsung panik. Coba balikin perhatian ke hal yang lagi terjadi.

Rasain badan yang nempel di kasur, selimut yang menyentuh kulit, atau napas yang keluar-masuk. Pikiran boleh datang, tapi nggak harus diikuti sampai ke mana-mana.

Jadi, kalau malam ini otak kembali bikin rapat dadakan, nggak semua topik harus dibahas sampai selesai. Catat yang penting, tarik napas, dan kasih izin ke diri sendiri buat istirahat. Urusan lainnya? Besok aja bestie.



Desi Indasari



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH