FITNESS & HEALTH

Perempuan Lebih Berisiko Mengalami Osteoporosis, Ini Penyebabnya

Raka Lestari
Rabu 20 Oktober 2021 / 14:07
Jakarta: Osteoporosis adalah penyakit di mana tulang kehilangan kepadatan dan akhirnya rapuh. Sehingga tekanan ringan seperti membungkuk atau batuk pun dapat menyebabkan patah tulang.

Proses osteoporosis berlangsung dalam jangka panjang. Jadi terkadang penderitanya tidak menyadarinya sampai kerusakan benar-benar terjadi (tanpa gejala/silent disease).

Penelitian International Osteoporosis Foundation menunjukkan, risiko perempuan untuk terkena osteoporosis 4 kali lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

“Hasil studi CDR menujukkan bahwa 7 dari 10 wanita Indonesia usia 25-35 sama sekali tidak menyadari atau tidak tahu tentang asupan kalsium harian yang direkomendasikan," kata dr. Suci Sutinah, Medical Advisor Bayer Consumer Health Indonesia, dalam acara Virtual Media Briefing, pada Selasa, 19 Oktober 2021.

Sebanyak 2 dari 3 remaja putri di Indonesia tidak menyadari bahwa massa tulang menurun setelah usia 30 tahun. Serta, hanya setengah dari perempuan muda yang tahu kekurangan asupan kalsium harian dapat menurunkan kepadatan tulang, sehingga meningkatkan risiko osteoporosis.

Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, Sp.GK, Dokter Spesialis Gizi Klinik mengatakan, yang perlu diketahui, kalsium dan vitamin D bekerja secara sinergis untuk menjaga kesehatan tulang, di mana kalsium dan vitamin D harus dimulai. Bahkan sebelum memasuki usia 30, salah satunya dengan asupan makanan bergizi.

"Namun sayangnya, kandungan nutrisi di Indonesia pada umumnya mengandung kalsium dan vitamin D dalam level rendah. Padahal nutrisi yang cukup dan pola hidup yang sehat merupakan langkah penting untuk mencegah osteoporosis. Maka, bisa juga ditambahkan dengan suplementasi,” jelas dr. Luciana.

“Harus diketahui, massa tulang akan menurun setelah usia 30 tahun, terutama pada perempuan.  Maka, perempuan Indonesia harus paham kekurangan  mereka, di mana orang Indonesia pada  umumnya hanya mengonsumsi 25 persen kalsium (254 mg) dari asupan kalsium harian yang direkomendasikan (1000 –1200 mg),” kata dr. Luciana.

 Menurut dr. Luciana, suplementasi dapat mengompensasi defisit kalsium dan vitamin D tersebut. Selain itu, hidup sehat seperti aktif berolahraga, mengurangi konsumsi kafein dan alkohol, tentu akan membantu mencegah osteoporosis.
(FIR)

MOST SEARCH