FITNESS & HEALTH
Waspadai, 7 Jenis Penyakit Kulit yang Menular lewat Sentuhan
Mia Vale
Senin 19 Juni 2023 / 16:18
Jakarta: Kulit adalah pelindung tubuh kita, melindunginya dari kekuatan lingkungan yang berbahaya. Namun terkadang, virus, bakteri atau jamur menembus kulit dan menyebabkan infeksi. Infeksi ini disebut penyakit kulit menular. Dan infeksi dapat bervariasi dari ringan hingga serius. Sebagian besar infeksi kulit sangat dapat diobati.
Penyakit kulit menular hadir dengan berbagai gejala. Beberapa memiliki kesamaan seperti ruam, tetapi sebagian besar sangat berbeda. Itu sebabnya, perlu waspada karena bisa jadi itu adalah penyakit kulit menular.
Penyakit kulit paling umum ditularkan melalui kontak langsung dengan penderitanya. Berikut beberapa jenis penyakit kulit yang menular lewat sentuhan.
Seperti dikutip dari Tample Health, infeksi ini menyebar melalui kontak dengan luka orang yang terinfeksi, dan paling sering menyerang bayi dan anak-anak. Terdapat luka merah di sekitar hidung, mulut, tangan dan kaki. Kerak berwarna madu berkembang setelah luka pecah. Impetigo dapat menyebabkan gatal dan nyeri ringan.
Virus ini menyebar ke bagian tubuh lain dengan cara digaruk atau dari orang ke orang. Pada orang dewasa, moluskum kontagiosum sering didapat melalui kontak seksual. Benjolan kecil dan keras yang berwarna merah muda atau sewarna kulit dengan lesung pipit di bagian tengah.
Mereka menjadi merah saat sistem kekebalan melawan infeksi. Beberapa benjolan mungkin terasa gatal tetapi tidak menimbulkan rasa sakit. Moluskum kontagiosum sering muncul pada wajah, leher, tangan, lengan, selangkangan, dan ketiak.
.jpg)
(Kudis atau scabies merupakan penyakit yang mudah menular, baik melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Penyakit ini sangat mudah menyebar, terutama jika ada kontak dekat antarmanusia di suatu lingkungan. Foto: Ilustrasi/Dok. Unsplash.com)
Infeksi ini disebabkan oleh tungau mikroskopis yang masuk ke dalam kulit untuk hidup dan makan. Infeksi menyebar dari kontak kulit ke kulit atau dari barang yang terinfeksi seperti furnitur dan seprei.
Ruam dengan benjolan kecil yang terlihat seperti gatal-gatal, luka akibat garukan yang dapat menyebabkan infeksi, dan area berkerak pada kasus yang parah.
Tungau ini lebih suka bersembunyi di antara pergelangan tangan, siku, jari, di sekitar kuku, bokong, garis ikat pinggang, penis, dan di sekitar puting susu.
Orang mendapatkan infeksi jamur dari menghirup atau menyikat spora jamur di lingkungan. Paling sering mereka memengaruhi orang dengan sistem kekebalan yang lemah. Ruam di area tubuh yang lembap di mana kulit bergesekan dengan kulit, seperti di sela-sela jari kaki, di bawah payudara, dan di area genital.
Kamu bisa mendapatkan infeksi jamur ini dari kontak kulit ke kulit dengan orang atau hewan yang terinfeksi. Infeksi jamur yang dimulai sebagai daerah bersisik merah.
Area tersebut menyebar ke luar dan membentuk cincin melingkar dengan batas yang sedikit bergelombang. Bagian dalam lingkaran mungkin terlihat bening, bersisik atau bergelombang dan berwarna merah. Terkadang beberapa cincin muncul dan tumpang tindih.
Merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 1 atau tipe 2. Seperti dinukil dari Sehatq, herpes bisa menyebar ke orang lain, meskipun kamu tidak memiliki gejala. Infeksi bisa menyebar melalui ciuman atau berhubungan seksual.
Jika tertular, gejala yang muncul berupa lepuhan di sekitar mulut (herpes oral), alat kelamin (herpes genital), atau area rektum. Penyalit ini menimbulkan rasa gatal dan terbakar.
Penyakit karena virus ini, umum terjadi pada anak, tetapi juga bisa menyerang orang dewasa. Apalagi, saat imun tubuh sedang menurun. Gejalanya berupa demam, ruam kemerahan, bintik-bintik yang berisi cairan, serta gatal. Sebaiknya kamu tidak memecahkan lepuhan karena bisa menularkan pada orang lain serta meninggalkan bekas luka.
Praktikkan kebersihan yang baik untuk menghindari tertular atau menyebarkan penyakit kulit menular. Cuci tangan secara teratur dengan sabun dan air. Jangan berbagi pakaian, aksesori atau kosmetik rambut, dan handuk dengan orang lain.
Ganti dan cuci semua seprai dan sarung bantal setiap minggu untuk membantu mencegah penyebaran kondisi menular. Jangan lupa ajari pula si kecil juga untuk melakukan tindakan pencegahan ini.
Jika kamu atau si kecil mengalami ruam kulit, buatlah janji dengan dokter. Mereka dapat membantu mengidentifikasi penyebabnya dan meresepkan pengobatan yang tepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Penyakit kulit menular hadir dengan berbagai gejala. Beberapa memiliki kesamaan seperti ruam, tetapi sebagian besar sangat berbeda. Itu sebabnya, perlu waspada karena bisa jadi itu adalah penyakit kulit menular.
Penyakit kulit paling umum ditularkan melalui kontak langsung dengan penderitanya. Berikut beberapa jenis penyakit kulit yang menular lewat sentuhan.
1. Impetigo
Seperti dikutip dari Tample Health, infeksi ini menyebar melalui kontak dengan luka orang yang terinfeksi, dan paling sering menyerang bayi dan anak-anak. Terdapat luka merah di sekitar hidung, mulut, tangan dan kaki. Kerak berwarna madu berkembang setelah luka pecah. Impetigo dapat menyebabkan gatal dan nyeri ringan.
2. Molluscum contagiosum
Virus ini menyebar ke bagian tubuh lain dengan cara digaruk atau dari orang ke orang. Pada orang dewasa, moluskum kontagiosum sering didapat melalui kontak seksual. Benjolan kecil dan keras yang berwarna merah muda atau sewarna kulit dengan lesung pipit di bagian tengah.
Mereka menjadi merah saat sistem kekebalan melawan infeksi. Beberapa benjolan mungkin terasa gatal tetapi tidak menimbulkan rasa sakit. Moluskum kontagiosum sering muncul pada wajah, leher, tangan, lengan, selangkangan, dan ketiak.
.jpg)
(Kudis atau scabies merupakan penyakit yang mudah menular, baik melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Penyakit ini sangat mudah menyebar, terutama jika ada kontak dekat antarmanusia di suatu lingkungan. Foto: Ilustrasi/Dok. Unsplash.com)
3. Kudis
Infeksi ini disebabkan oleh tungau mikroskopis yang masuk ke dalam kulit untuk hidup dan makan. Infeksi menyebar dari kontak kulit ke kulit atau dari barang yang terinfeksi seperti furnitur dan seprei.
Ruam dengan benjolan kecil yang terlihat seperti gatal-gatal, luka akibat garukan yang dapat menyebabkan infeksi, dan area berkerak pada kasus yang parah.
Tungau ini lebih suka bersembunyi di antara pergelangan tangan, siku, jari, di sekitar kuku, bokong, garis ikat pinggang, penis, dan di sekitar puting susu.
4. Infeksi jamur
Orang mendapatkan infeksi jamur dari menghirup atau menyikat spora jamur di lingkungan. Paling sering mereka memengaruhi orang dengan sistem kekebalan yang lemah. Ruam di area tubuh yang lembap di mana kulit bergesekan dengan kulit, seperti di sela-sela jari kaki, di bawah payudara, dan di area genital.
5. Kurap
Kamu bisa mendapatkan infeksi jamur ini dari kontak kulit ke kulit dengan orang atau hewan yang terinfeksi. Infeksi jamur yang dimulai sebagai daerah bersisik merah.
Area tersebut menyebar ke luar dan membentuk cincin melingkar dengan batas yang sedikit bergelombang. Bagian dalam lingkaran mungkin terlihat bening, bersisik atau bergelombang dan berwarna merah. Terkadang beberapa cincin muncul dan tumpang tindih.
6. Herpes
Merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 1 atau tipe 2. Seperti dinukil dari Sehatq, herpes bisa menyebar ke orang lain, meskipun kamu tidak memiliki gejala. Infeksi bisa menyebar melalui ciuman atau berhubungan seksual.
Jika tertular, gejala yang muncul berupa lepuhan di sekitar mulut (herpes oral), alat kelamin (herpes genital), atau area rektum. Penyalit ini menimbulkan rasa gatal dan terbakar.
7. Cacar air
Penyakit karena virus ini, umum terjadi pada anak, tetapi juga bisa menyerang orang dewasa. Apalagi, saat imun tubuh sedang menurun. Gejalanya berupa demam, ruam kemerahan, bintik-bintik yang berisi cairan, serta gatal. Sebaiknya kamu tidak memecahkan lepuhan karena bisa menularkan pada orang lain serta meninggalkan bekas luka.
Jaga kebersihan
Praktikkan kebersihan yang baik untuk menghindari tertular atau menyebarkan penyakit kulit menular. Cuci tangan secara teratur dengan sabun dan air. Jangan berbagi pakaian, aksesori atau kosmetik rambut, dan handuk dengan orang lain.
Ganti dan cuci semua seprai dan sarung bantal setiap minggu untuk membantu mencegah penyebaran kondisi menular. Jangan lupa ajari pula si kecil juga untuk melakukan tindakan pencegahan ini.
Jika kamu atau si kecil mengalami ruam kulit, buatlah janji dengan dokter. Mereka dapat membantu mengidentifikasi penyebabnya dan meresepkan pengobatan yang tepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)