FITNESS & HEALTH

Beberapa Penyintas Covid-19 Mengalami Kerusakan Paru Lebih Parah dari Perokok

Raka Lestari
Jumat 12 Februari 2021 / 14:13
Jakarta: Pandemi covid-19 sampai saat ini masih terjadi, meskipun program vaksinasi sudah mulai dilakukan. Beberapa penyintas covid-19 melaporkan adanya efek jangka panjang covid-19, seperti kerusakan paru-paru yang disebabkan karena infeksi.

Dr Rachel Medbery, seorang ahli bedah toraks di Cardiothoracic and Vascular Surgeons (CTVS) di Austin, Texas, menceritakan mengenai pengalamannya langsung berhadapan dengan pasien covid-19. Ia menyebutkan bahwa beberapa pasien yang berhasil sembuh, ada yang mengalami kerusakan minimal pada paru-parunya dan ada yang mengalami kerusakan lebih buruk dibandingkan perokok berat.

Dr Medbery menjelaskan bahwa hingga saat ini, tingkat keparahan kerusakan paru-paru korban tidak dapat diukur dengan faktor-faktor yang telah ditentukan sebelumnya, dan bahkan pencitraan paru-paru tidak selalu mencerminkan gejala pasien.

Dengan kata lain, tidak ada pernyataan atau alasan yang nyata mengapa beberapa penyintas mengalami sedikit atau bahkan tidak ada kerusakan paru-paru sedangkan yang lainnya mengalami kerusakan jaringan yang parah.

"Saat ini sulit untuk menentukan apa saja efek jangka panjang yang disebabkan oleh covid-19 terhadap paru-paru. Kami masih tterus mempelajari mengenai paru-paru dan bagaimana paru-paru bisa sembuh dan apakah akan sembbuh. Pada perokok, kita tahu ketika mereka berhenti merokok maka paru-paru akan mengalami penyembuhan. Namun pada penyintas covid-19, kami masih belum mengetahui bagaimana paru-paru bisa sembuh," jelas Dr Medbery.

Efek jangka panjang dari covid-19 terhadap paru-paru memang cukup ampuh untuk membuat orang menaati protokol kesehatan. Namun, menurut Dr Medbery penjelasan mengenai efek jangka panjang dari covid-19 tersebut masih belum diketahui.

"Virus dan efek covid-19 pada paru-paru seseorang tampak begitu tidak menentu. Tidak jelas mengapa beberapa pasien mengalami kerusakan yang jauh lebih buruk pada jaringan paru-paru mereka daripada yang lain. Selain itu, kami tidak tahu apa artinya ini bagi pasien di masa depan," kata Dr Medbery.

Ia menambahkan, "Selain itu, kami tidak tahu apa artinya ini bagi pasien di masa depan. Beberapa percaya bahwa efek jangka panjang dapat mencakup penyakit paru-paru interstisial yang dapat menyebabkan sesak napas kronis dan kebutuhan oksigen. Di sisi lain, beberapa pasien mungkin sembuh total," tutup Dr Medbery.
(FIR)

MOST SEARCH