FITNESS & HEALTH

Sedot Lemak Cara Instan Turunkan Berat Badan? Ini Penjelasan Dokter

Fatha Annisa
Rabu 31 Juli 2024 / 15:56
Jakarta: Operasi sedot lemak telah lama jadi pilihan sejumlah orang untuk mempercantik penampilan. Tidak sedikit juga yang beranggapan bahwa tindakan ini dapat menurunkan berat badan. Apakah hal tersebut terbukti benar?
 
Sedot lemak belakangan ini kembali jadi perhatian setelah seorang selebgram asal Medan meninggal dunia usai menjalani operasi tersebut di klinik kecantikan Depok. Selebgram itu diduga mengalami malapraktik.
 
Sebelum mengulik lebih jauh perihal sedot lemak, Sobat Medcom perlu tahu bahwa sedot lemak merupakan prosedur bedah yang bertujuan untuk menghilangkan lemak tubuh yang tidak diinginkan di bagian-bagian tertentu.
 
Banyak orang beranggapan sedot lemak merupakan cara instan untuk menurunkan berat badan sehingga Anda mendapatkan bentuk tubuh impian. Namun nyatanya, anggapan tersebut tidak benar.

 
Baca juga: Selebgram Medan Tewas usai Sedot Lemak, Polisi Bakal Cari Penyebab Pasti Kematian

 

Sedot Lemak Bukan Cara Turunkan Berat Badan

Dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dr. Qori Haly, SpBP-RE menegaskan bahwa upaya menurunkan berat badan tidak bisa dilakukan dengan cara instan, termasuk melalui operasi sedot lemak.
 
Menurutnya, sedot lemak hanya bertujuan untuk membentuk bagian tubuh area tertentu (body contouring) dengan menyedot kelebihan lemak yang sulit dihilangkan.
 
"Walaupun dengan menghilangkan beberapa lapisan lemak itu bisa mengurangi tinggalan berat badan, tapi tujuan (sedot lemak) sebenarnya bukan itu," kata Qori, dikutip Antara, Rabu, 31 Juli 2024.
 
Qori menyarankan untuk menjadikan sedot lemak opsi terakhir, jika upaya konvensional seperti olahraga rutin dan mengatur pola makan masih menyisakan lemak di bagian yang tak diinginkan. Pasalnya, tindakan ini memiliki berbagai risiko yang memengaruhi kondisi fisik maupun kinerja organ pasiennya.

 
Baca juga: Ketahui, Ini Risiko dan Efek Samping Sedot Lemak

 

Risiko Sedot Lemak

Beberapa risiko yang ditimbulkan sedot lemak antara lain penumpukan cairan, infeksi, kebal rasa, dan alergi lidocaine. Selain itu, kulit bergelombang, kerusakan jaringan lunak, jarum sedot lemak menembus rongga dan organ tubuh tertentu, emboli lemak, hingga gangguan jantung dan ginjal.
 
"Risiko komplikasi itu akan semakin meningkat seiring bertambahnya atau meluasnya bidang operasi jadi ada beberapa bagian yang dilakukan tindakan yang meningkatkan risiko komplikasi," kata Qori.
 
Jadi dapat disimpulkan bahwa sedot lemak bukanlah cara instan untuk menurunkan berat badan. Tindakan ini seharusnya justru jadi opsi terakhir ketika seseorang ingin memiliki berat badan dan bentuk tubuh ideal.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(SUR)

MOST SEARCH