FITNESS & HEALTH
Skrining Penglihatan hingga Kacamata Gratis Demi Perkuat Layanan Kesehatan Mata Nasional
Medcom
Selasa 03 Februari 2026 / 06:44
- Kemenkes dan OneSight EssilorLuxottica Foundation, perkuat layanan kesehatan mata.
- Kelainan refraksi yang tidak terkoreksi masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan.
- Skrining penglihatan dan pemberian kacamata gratis kepada 800 penerima manfaat.
Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama OneSight EssilorLuxottica Foundation resmi meluncurkan sebuah inisiatif strategis untuk memperkuat akses layanan kesehatan mata di seluruh Indonesia, pada Senin (2/2/2026).
Inisiatif ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan layanan kesehatan mata yang adil dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Diketahui, kelainan refraksi yang tidak terkoreksi masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan dan dapat berdampak signifikan terhadap capaian pendidikan, produktivitas kerja, serta kualitas hidup.
Tanpa deteksi dini dan akses terhadap solusi koreksi seperti kacamata, banyak masyarakat menghadapi hambatan yang sebenarnya dapat dicegah dalam kegiatan belajar, bekerja, dan aktivitas sehari-hari.
Melalui kemitraan ini, ekosistem kesehatan mata di Indonesia akan diperkuat melalui pendekatan komprehensif berbasis empat pilar yang akan diimplementasikan selama tiga tahun, guna menjawab kesenjangan utama dalam upaya pencegahan dan intervensi dini kesehatan mata.
Mulai dari pelatihan bagi 900 perawat puskesmas, penguatan 15 vision center, donasi 50 ribu kacamata hingga meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya kesehatan mata dan pemeriksaan mata secara rutin sebagai bagian dari upaya pencegahan.
"Penglihatan adalah fondasi sebuah masyarakat yang memengaruhi pendidikan, produktivitas dan masa depan anak-anak. Dengan adanya inisiatif ini kita memberikan akses penglihatan atau akses kepada pemeriksaan mata untuk anak-anak. Jadi, kita bisa deteksi dini kelainan refleksi atau gangguan penglihatan biar bisa di-manage dan bisa diatasi lebih awal sehingga tidak ada dampak di masa depan mereka," ujar Dailami Azis, Country Manager EssilorLuxottica Indonesia.

(Ratusan siswa dari SD hingga SMA menerima skrining dan kacamata gratis dari program kolaborasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama OneSight EssilorLuxottica Foundation. Foto: Dok. Istimewa)
Sementara itu, Siti Nadia Tarmizi, Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa gangguan penglihatan berdampak signifikan terhadap proses belajar, produktivitas, kemandirian, dan kualitas hidup di semua kelompok usia.
"Deteksi dini dapat mencegah atau mengoreksi banyak gangguan penglihatan. Oleh karena itu, kolaborasi strategis menjadi kunci dalam memperluas skrining penglihatan, memastikan tindak lanjut layanan, serta meningkatkan kesehatan mata dan kualitas hidup masyarakat," jelasnya.
Sebagai bagian dari peluncuran kemitraan ini, telah dilaksanakan kegiatan skrining penglihatan bagi masyarakat yang mencakup pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis kepada 800 penerima manfaat.
Kegiatan ini mencerminkan komitmen inisiatif ini dalam menghadirkan aksi nyata untuk menjawab kebutuhan kesehatan mata di tingkat komunitas, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata.
Inisiatif yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan Yayasan Indonesia Melihat Nusantara (YIMN) dan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta ini juga selaras dengan prioritas kesehatan nasional Indonesia serta berkontribusi pada komitmen global SPECS 2030 dari World Health Organization (WHO), yang bertujuan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan mata secara global dan membantu lebih banyak orang melihat dengan lebih jelas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(yyy)
Inisiatif ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan layanan kesehatan mata yang adil dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Diketahui, kelainan refraksi yang tidak terkoreksi masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan dan dapat berdampak signifikan terhadap capaian pendidikan, produktivitas kerja, serta kualitas hidup.
Tanpa deteksi dini dan akses terhadap solusi koreksi seperti kacamata, banyak masyarakat menghadapi hambatan yang sebenarnya dapat dicegah dalam kegiatan belajar, bekerja, dan aktivitas sehari-hari.
Melalui kemitraan ini, ekosistem kesehatan mata di Indonesia akan diperkuat melalui pendekatan komprehensif berbasis empat pilar yang akan diimplementasikan selama tiga tahun, guna menjawab kesenjangan utama dalam upaya pencegahan dan intervensi dini kesehatan mata.
Mulai dari pelatihan bagi 900 perawat puskesmas, penguatan 15 vision center, donasi 50 ribu kacamata hingga meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya kesehatan mata dan pemeriksaan mata secara rutin sebagai bagian dari upaya pencegahan.
"Penglihatan adalah fondasi sebuah masyarakat yang memengaruhi pendidikan, produktivitas dan masa depan anak-anak. Dengan adanya inisiatif ini kita memberikan akses penglihatan atau akses kepada pemeriksaan mata untuk anak-anak. Jadi, kita bisa deteksi dini kelainan refleksi atau gangguan penglihatan biar bisa di-manage dan bisa diatasi lebih awal sehingga tidak ada dampak di masa depan mereka," ujar Dailami Azis, Country Manager EssilorLuxottica Indonesia.

(Ratusan siswa dari SD hingga SMA menerima skrining dan kacamata gratis dari program kolaborasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama OneSight EssilorLuxottica Foundation. Foto: Dok. Istimewa)
Sementara itu, Siti Nadia Tarmizi, Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa gangguan penglihatan berdampak signifikan terhadap proses belajar, produktivitas, kemandirian, dan kualitas hidup di semua kelompok usia.
"Deteksi dini dapat mencegah atau mengoreksi banyak gangguan penglihatan. Oleh karena itu, kolaborasi strategis menjadi kunci dalam memperluas skrining penglihatan, memastikan tindak lanjut layanan, serta meningkatkan kesehatan mata dan kualitas hidup masyarakat," jelasnya.
Sebagai bagian dari peluncuran kemitraan ini, telah dilaksanakan kegiatan skrining penglihatan bagi masyarakat yang mencakup pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis kepada 800 penerima manfaat.
Kegiatan ini mencerminkan komitmen inisiatif ini dalam menghadirkan aksi nyata untuk menjawab kebutuhan kesehatan mata di tingkat komunitas, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata.
Inisiatif yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan Yayasan Indonesia Melihat Nusantara (YIMN) dan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta ini juga selaras dengan prioritas kesehatan nasional Indonesia serta berkontribusi pada komitmen global SPECS 2030 dari World Health Organization (WHO), yang bertujuan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan mata secara global dan membantu lebih banyak orang melihat dengan lebih jelas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(yyy)