FITNESS & HEALTH
6 Makanan Pemicu bagi Penderita Gerd
Sunnaholomi Halakrispen
Senin 05 Oktober 2020 / 07:00
Jakarta: Refluks gastroesofagus atau Gerd adalah penyakit kronis yang terjadi saat asam lambung mengiritasi dinding area lambung.
Meskipun dokter memperdebatkan makanan mana yang sebenarnya menyebabkan gejala refluks, makanan tertentu terbukti menyebabkan masalah bagi banyak orang.
Untuk mengontrol gejala, kamu bisa mulai dengan menghilangkan sejumlah makanan dalam pola makanmu. Berikut beberapa makanan pemicu bagi penderita gerd, dikutip dari Healthline.
Makanan yang digoreng dan berlemak dapat menyebabkan LES (lower esophageal sphincter) menjadi rileks, memungkinkan lebih banyak asam lambung untuk kembali ke kerongkongan. Makanan ini juga menunda pengosongan perut.
Makan makanan berlemak tinggi membuatmu berisiko lebih besar mengalami gejala refluks. Jadi, mengurangi total asupan lemak harian dapat membantu.
Makanan berikut memiliki kandungan lemak yang tinggi. Hindari makan kentang goreng. Kemudian, produk susu berlemak penuh, seperti mentega, susu murni, keju, dan krim asam. Lalu, potongan daging sapi, babi, atau domba berlemak atau gang digoreng.
Selain itu, lemak bacon, lemak ham, dan lemak babi. Makanan penutup atau makanan ringan, seperti es krim dan keripik kentang, saus krim, saus kental, dan saus salad krim.
Buah dan sayur penting dalam pola makan yang sehat. Tetapi buah-buahan tertentu dapat menyebabkan atau memperburuk gejala gerd, terutama buah-buahan yang sangat asam.
Jika kamu sering mengalami refluks asam, kamu harus mengurangi atau menghilangkan asupan makanan tertentu. Di antaranya, jeruk bali, jeruk lemon, jeruk nipis, nanas, tomat, cabai, saus tomat, atau makanan yang menggunakannya seperti pizza.
Cokelat mengandung bahan yang disebut methylxanthine. Telah terbukti mengendurkan otot polos di LES dan meningkatkan refluks.

(Hindari juga makanan pedas. Makanan pedas juga bisa memicu refluks atau gejala mulas. Foto: Pexels.com)
Makanan pedas dan tajam, seperti bawang bombai dan bawang putih, memicu gejala mulas pada banyak orang. Makanan ini tidak akan memicu refluks pada semua orang.
Tetapi jika kamu makan banyak bawang bombai atau bawang putih, pastikan untuk mencatat makanan dengan hati-hati di catatan harianmu. Beberapa makanan ini, bersama dengan makanan pedas, mungkin lebih mengganggu kamu daripada makanan lain.
Orang dengan refluks asam mungkin menyadari gejala mereka bertingkah setelah minum kopi pagi. Ini karena kafein dikenal sebagai pemicu refluks asam.
Mint dan produk dengan perasa mint, juga dapat memicu gejala refluks asam. Misalnya, permen karet dan permen penyegar napas. Sementara itu, meskipun daftar di atas mencakup pemicu umum, kamu mungkin memiliki intoleransi unik terhadap makanan lain. Sebab, reaksi pada masing-masing orang akan berbeda.
Maka, kamu dapat mempertimbangkan untuk tidak mengonsumsi makanan berikut selama tiga hingga empat minggu untuk melihat apakah gejalanya membaik. Misalnya, produk susu, protein whey, atau produk berbasis tepung seperti roti dan kerupuk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Meskipun dokter memperdebatkan makanan mana yang sebenarnya menyebabkan gejala refluks, makanan tertentu terbukti menyebabkan masalah bagi banyak orang.
Untuk mengontrol gejala, kamu bisa mulai dengan menghilangkan sejumlah makanan dalam pola makanmu. Berikut beberapa makanan pemicu bagi penderita gerd, dikutip dari Healthline.
1. Makanan tinggi lemak
Makanan yang digoreng dan berlemak dapat menyebabkan LES (lower esophageal sphincter) menjadi rileks, memungkinkan lebih banyak asam lambung untuk kembali ke kerongkongan. Makanan ini juga menunda pengosongan perut.
Makan makanan berlemak tinggi membuatmu berisiko lebih besar mengalami gejala refluks. Jadi, mengurangi total asupan lemak harian dapat membantu.
Makanan berikut memiliki kandungan lemak yang tinggi. Hindari makan kentang goreng. Kemudian, produk susu berlemak penuh, seperti mentega, susu murni, keju, dan krim asam. Lalu, potongan daging sapi, babi, atau domba berlemak atau gang digoreng.
Selain itu, lemak bacon, lemak ham, dan lemak babi. Makanan penutup atau makanan ringan, seperti es krim dan keripik kentang, saus krim, saus kental, dan saus salad krim.
2. Tomat dan buah jeruk
Buah dan sayur penting dalam pola makan yang sehat. Tetapi buah-buahan tertentu dapat menyebabkan atau memperburuk gejala gerd, terutama buah-buahan yang sangat asam.
Jika kamu sering mengalami refluks asam, kamu harus mengurangi atau menghilangkan asupan makanan tertentu. Di antaranya, jeruk bali, jeruk lemon, jeruk nipis, nanas, tomat, cabai, saus tomat, atau makanan yang menggunakannya seperti pizza.
3. Cokelat
Cokelat mengandung bahan yang disebut methylxanthine. Telah terbukti mengendurkan otot polos di LES dan meningkatkan refluks.

(Hindari juga makanan pedas. Makanan pedas juga bisa memicu refluks atau gejala mulas. Foto: Pexels.com)
4. Bawang putih, bawang bombai, dan makanan pedas
Makanan pedas dan tajam, seperti bawang bombai dan bawang putih, memicu gejala mulas pada banyak orang. Makanan ini tidak akan memicu refluks pada semua orang.
Tetapi jika kamu makan banyak bawang bombai atau bawang putih, pastikan untuk mencatat makanan dengan hati-hati di catatan harianmu. Beberapa makanan ini, bersama dengan makanan pedas, mungkin lebih mengganggu kamu daripada makanan lain.
5. Kafein
Orang dengan refluks asam mungkin menyadari gejala mereka bertingkah setelah minum kopi pagi. Ini karena kafein dikenal sebagai pemicu refluks asam.
6. Daun mint
Mint dan produk dengan perasa mint, juga dapat memicu gejala refluks asam. Misalnya, permen karet dan permen penyegar napas. Sementara itu, meskipun daftar di atas mencakup pemicu umum, kamu mungkin memiliki intoleransi unik terhadap makanan lain. Sebab, reaksi pada masing-masing orang akan berbeda.
Maka, kamu dapat mempertimbangkan untuk tidak mengonsumsi makanan berikut selama tiga hingga empat minggu untuk melihat apakah gejalanya membaik. Misalnya, produk susu, protein whey, atau produk berbasis tepung seperti roti dan kerupuk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)