FITNESS & HEALTH
Lapar saat Begadang Nonton Bola? Dokter Ungkap Camilan yang Bikin Kenyang Tanpa Bikin Ngantuk
A. Firdaus
Rabu 24 Juni 2026 / 13:10
- Tubuh sebenarnya tidak selalu membutuhkan makanan saat terbangun di tengah malam.
- Dokter Raissa menyarankan untuk memilih camilan yang mengandung kombinasi karbohidrat dan protein.
- Konsumsi kafein yang berlebihan justru dapat menurunkan kualitas tidur dan memicu jantung berdebar.
Jakarta: Begadang atau terbangun dini hari untuk menonton bola, sering membuat sebagian orang merasa lapar dan tergoda mengonsumsi makanan berat atau camilan tinggi kalori. Padahal, pilihan makanan yang kurang tepat justru bisa mengganggu pencernaan dan membuat tubuh semakin tidak nyaman.
Dokter spesialis gizi klinik Raissa E Djuanda, MGizi, SpGK, AIFO-K, FINEM mengatakan bahwa tubuh sebenarnya tidak selalu membutuhkan makanan saat terbangun di tengah malam. Karena itu, seseorang tidak perlu memaksakan diri untuk makan apabila tidak merasa lapar.
"Jika terbangun dini hari dan beraktivitas selama beberapa jam, camilan sehat dapat membantu menjaga energi dan konsentrasi," ujar dr. Raissa melansir Antara.
Menurut dokter yang berpraktik di RS MMC tersebut, apabila rasa lapar muncul saat begadang, sebaiknya hindari makanan tinggi gula, gorengan, serta makanan berat yang dapat memicu kantuk dan gangguan pencernaan.
Dokter Raissa menyarankan untuk memilih camilan yang mengandung kombinasi karbohidrat dan protein agar energi tetap terjaga dan rasa kenyang bertahan lebih lama.
Beberapa pilihan camilan sehat yang bisa dikonsumsi saat begadang antara lain:
- Yogurt rendah gula
- Susu rendah lemak
- Buah-buahan segar
- Kacang panggang atau kacang rebus
Kombinasi nutrisi tersebut dinilai dapat membantu tubuh tetap berenergi tanpa memberikan beban berlebihan pada sistem pencernaan.
Selain camilan ringan, susu juga dapat menjadi alternatif minuman yang lebih baik dibanding minuman manis tinggi gula. Meski tidak dapat menghilangkan dampak negatif akibat kurang tidur, susu mengandung berbagai zat gizi penting seperti protein, kalsium, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh.
"Susu juga dapat memberikan rasa kenyang lebih lama dibanding minuman manis biasa. Namun yang terpenting tetap menjaga total asupan gizi dan memenuhi kebutuhan tidur yang cukup," kata dr. Raissa.
Banyak orang mengandalkan kopi untuk melawan rasa kantuk saat begadang. Namun, konsumsi kafein yang berlebihan justru dapat menurunkan kualitas tidur dan memicu jantung berdebar.
Raissa menyarankan agar konsumsi kafein dibatasi beberapa jam sebelum waktu tidur. Pada orang dewasa sehat, asupan kafein umumnya tidak dianjurkan melebihi 400 miligram per hari atau setara dengan sekitar tiga hingga empat cangkir kopi seduh. Meski demikian, sensitivitas terhadap kafein bisa berbeda pada setiap orang.
Pada akhirnya, begadang memang terkadang sulit dihindari. Namun, memilih camilan yang tepat dan tetap menjaga durasi tidur menjadi kunci agar tubuh tetap fit dan terhindar dari berbagai gangguan kesehatan akibat kurang istirahat.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Dokter spesialis gizi klinik Raissa E Djuanda, MGizi, SpGK, AIFO-K, FINEM mengatakan bahwa tubuh sebenarnya tidak selalu membutuhkan makanan saat terbangun di tengah malam. Karena itu, seseorang tidak perlu memaksakan diri untuk makan apabila tidak merasa lapar.
"Jika terbangun dini hari dan beraktivitas selama beberapa jam, camilan sehat dapat membantu menjaga energi dan konsentrasi," ujar dr. Raissa melansir Antara.
Menurut dokter yang berpraktik di RS MMC tersebut, apabila rasa lapar muncul saat begadang, sebaiknya hindari makanan tinggi gula, gorengan, serta makanan berat yang dapat memicu kantuk dan gangguan pencernaan.
Pilih camilan dengan kombinasi karbohidrat dan protein
Dokter Raissa menyarankan untuk memilih camilan yang mengandung kombinasi karbohidrat dan protein agar energi tetap terjaga dan rasa kenyang bertahan lebih lama.
Beberapa pilihan camilan sehat yang bisa dikonsumsi saat begadang antara lain:
- Yogurt rendah gula
- Susu rendah lemak
- Buah-buahan segar
- Kacang panggang atau kacang rebus
Kombinasi nutrisi tersebut dinilai dapat membantu tubuh tetap berenergi tanpa memberikan beban berlebihan pada sistem pencernaan.
Susu bisa menjadi pilihan yang lebih sehat
Selain camilan ringan, susu juga dapat menjadi alternatif minuman yang lebih baik dibanding minuman manis tinggi gula. Meski tidak dapat menghilangkan dampak negatif akibat kurang tidur, susu mengandung berbagai zat gizi penting seperti protein, kalsium, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh.
"Susu juga dapat memberikan rasa kenyang lebih lama dibanding minuman manis biasa. Namun yang terpenting tetap menjaga total asupan gizi dan memenuhi kebutuhan tidur yang cukup," kata dr. Raissa.
Jangan berlebihan mengonsumsi kopi
Banyak orang mengandalkan kopi untuk melawan rasa kantuk saat begadang. Namun, konsumsi kafein yang berlebihan justru dapat menurunkan kualitas tidur dan memicu jantung berdebar.
Raissa menyarankan agar konsumsi kafein dibatasi beberapa jam sebelum waktu tidur. Pada orang dewasa sehat, asupan kafein umumnya tidak dianjurkan melebihi 400 miligram per hari atau setara dengan sekitar tiga hingga empat cangkir kopi seduh. Meski demikian, sensitivitas terhadap kafein bisa berbeda pada setiap orang.
Pada akhirnya, begadang memang terkadang sulit dihindari. Namun, memilih camilan yang tepat dan tetap menjaga durasi tidur menjadi kunci agar tubuh tetap fit dan terhindar dari berbagai gangguan kesehatan akibat kurang istirahat.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)