FITNESS & HEALTH

Kesan Dokter selama Menerima Konsultasi Pasien via Chat Telemedicine

A. Firdaus
Kamis 25 Agustus 2022 / 13:50
Jakarta: Dengan maraknya telemedicine di masa disrupsi digital seperti saat ini, menemukan dokter yang tepat bisa terasa cukup menantang karena banyaknya pilihan yang tersedia dari sekian banyak platform yang ada.

Bahkan saat bertemu tatap mata, menemukan diagnosis yang tepat akan sulit jika pasien tidak terbuka dalam menjawab pertanyaan anamnesis dokter. Inilah sebabnya Alodokter menilai perlunya sebuah informasi guna memperkenalkan salah satu dokter terbaiknya.

Seperti dr. Helena Sunarja, SpOG, salah satu dokter di Alodokter dan anggota komunitas Alomedika yang berhasil mendapatkan review bintang 5 dari lebih dari 10,000 pengguna Aldodokter karena penanganannya yang disukai para pasien.
 
Semenjak bergabung dengan Alodokter pada 2019 silam, dr. Helena Sunarja, SpOG atau yang akrab dengan panggilan dr. Helena, selalu memprioritaskan empati ketika berbicara dengan pasiennya lewat fitur chat di Alodokter.

Menurut dr. Helena, penerapan konsultasi online dan offline itu sama saja. Kuncinya ada di komunikasi antara dokter dan pasien. Apa yang dikomunikasikan oleh dokter akan lebih mudah diterima dan dicerna oleh pasien jika dokter menggunakan empati dalam berkomunikasi.

Dengan adanya telemedicine, dr. Helena menemukan bahwa pasien lebih nyaman untuk menjawab pertanyaan sensitif daripada saat bertemu tatap mata. Topik sensitif yang biasanya membuat pasien tidak nyaman bukan lagi sebuah hambatan bagi dr. Helena dalam memberikan diagnosis atau masukan kepada pasiennya. Menurutnya, fitur anonimitas yang ada pada fitur chat dengan dokter berperan besar dalam perubahan perilaku pasien.

“Dengan banyaknya perubahan pola hidup di era digital, sektor kesehatan pun juga ikut berubah. Telemedicine sangat membantu komunikasi antara kami (dokter) dengan pasien dengan pesat," ujar dr. Helena Sunarja, SpOG.

"Saat pasien ada keluhan, mereka sebatas tinggal kirim foto kepada kami, lalu kami analisa dan berikan diagnosis, terus sudah. Karena sama-sama anonim dan tidak tatap muka secara langsung, mereka jadi merasa lebih nyaman,” sambungnya.

Meskipun mengantarkan diagnosis kepada pasien lewat telemedicine lebih menantang ketimbang bertemu tatap mata. Kendati begitu, cara tersebut tidak mematahkan semangat dr. Helena.

Dengan memaksimalkan dan memilih pertanyaan yang tepat saat anamnesis pasien, hal ini sudah membantu dr. Helena dalam menganalisa penyakit dan diagnosis pasien sebanyak 80%. Walau ada beberapa faktor penting yang hanya tersedia dalam pemeriksaan secara langsung, telemedicine telah membuka jalur untuk dr. Helena bisa membantu para pasien yang sebelumnya tidak memiliki akses yang mudah kepada layanan kesehatan.
 
“dr. Helena Sunarja, SpOG telah membuktikan bahwa medical expert dari dokter spesialis di era digital malah semakin meningkat. Hal ini dibuktikan dari review excellent yang diberikan pasien kepada dokter padahal mayoritas konsultasi yang dilakukan tanpa tatap muka," ucap Suci Arumsari, Co-Founder & President Director Alodokter.

"Kami berharap masyarakat bisa menemukan dokter spesialis yang tepat untuk mereka lewat fitur chat Alodokter. Saat ini pemahaman medis seorang dokter serta pengalaman memahami arah kebijakan yang diambil, harus dilengkapi dengan kemampuaan komunikasi yang mumpuni untuk sesi konsultasi yang mudah dan nyaman bagi pasien," pungkas Suci.
(FIR)

MOST SEARCH