FITNESS & HEALTH

Apa yang Harus Dilakukan Jika Orang Terdekat Mengalami Depresi?

Raka Lestari
Kamis 16 Desember 2021 / 09:08
Jakarta: Istilah depresi tidak asing bagi kita. Depresi adalah perasaan sangat sedih atau suasana hati yang buruk. Sebagian besar dari kita pernah merasakannya.

Pada sebagian orang depresi dapat reda dan tidak berdampak, namun bagi yang lain depresi dapat menjadi gangguan berat hingga berdampak pada kesehatan mentalnya, dan perlu diwaspadai kemungkinan menderita Gangguan Depresi Mayor.

"Kalau ada teman atau orang terdekat kita yang mengalami depresi, kita harus temani, dekati, dan tunggu dia untuk berbicara," kata dr. Nalini Muhdi, Sp.KJ(K), FISCM, dalam acara Kupas Tuntas Mengenai Depresi.

Lebih lanjut, dr. Nalini menekankan bahwa ketika ada orang terdekat kita yang mengalami depresi atau terlihat ada keinginan untuk bunuh diri, hal yang perlu dilakukan adalah dengan menemani. Dekati, temani, dengarkan dia, tanpa memberikan nasihat yang menyalahkan atau menghakimi.

"Atau bisa ajak mereka jalan-jalan, meskipun memang biasanya sulit karena mereka kehilangan minat akan berbagai hal. Kalau itu yang terjadi, pahami bahwa ini adalah suatu kondisi medis. Jangan benturkan dengan stigma sosial, budaya, atau agama. Ajak mereka ke psikiater atau ke rumah sakit, atau bisa juga ajak mereka ke puskesmas," jelas dr. Nalini.

Intinya menurut dr. Nalini, dengan tidak menyalahkan atau menghakimi. Karena kita awam, maka sebaiknya dorong mereka dan kalau bisa temani mereka untuk ke psikiater. Dengan begitu dia tidak takut ke psikiater sendirian.

"Tapi untungnya masyarakat akhir-akhir ini untuk datang melakukan penanganan masalah kesehatan mental sudah lumayan tinggi. Sangat berbeda jika dibandingkan dengan 10 tahun yang lalu," kata dr. Nalini.

Berdasarkan data riset kesehatan dasar dari Kementerian Kesehatan Indonesia pada 2018, sebanyak 6.1% penduduk berumur setidaknya 15 tahun di Indonesia menderita depresi. Tidak ada data persis mengenai berapa banyak dari populasi ini yang menderita gangguan depresi mayor, namun diasumsikan bahwa proporsinya cukup besar.

Selanjutnya, berdasarkan Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Indonesia tahun 2019, terdapat 1800 jiwa/tahun yang meninggal akibat bunuh diri, dimana 23.2% dari kalangan ini menyandang penyakit jiwa.
(FIR)

MOST SEARCH