FITNESS & HEALTH

Penanganan Herpes Zoster pada Masa Pandemi Covid-19

Raka Lestari
Jumat 09 April 2021 / 11:15
Jakarta: Pada masa pandemi covid-19, penyakit Herpes Zoster juga perlu menjadi perhatian masyarakat. Herpes Zoster dan covid-19 sama-sama disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui pertukaran udara.  

Pada umumnya, timbulnya kedua penyakit ini disebabkan oleh virus yang sangat berhubungan dengan daya tahan tubuh atau imunitas seseorang. Bila daya tahan tubuh kita kuat maka walaupun terpapar oleh virus, sel imun (Immunoglobulin) dapat memberikan pertahanan yang baik dan cukup untuk menghancurkan virus yang masuk, sehingga tidak mudah terserang penyakit.

“Pada masa pandemi yang sudah berlangsung lebih dari 1 tahun ini, secara umum kita cenderung mengalami penurunan daya tubuh akibat stres psikis serta kelelahan yang berkepanjangan," ujar dr. Anthony Handoko, SpKK, FINSDV, dokter spesialis kulit dan kelamin sekaligus CEO Klinik Pramudia dalam Virtual Media Briefing: Bagaimana Jika Terkena Herpes di Masa Pandemi Covid-19.

Untuk itu, menurut dr. Anthony sangat mungkin seseorang lebih mudah terkena Herpes Zoster pada masa pandemi ini. Salah satu dampak penyakit ini yang sangat mengganggu yaitu rasa nyeri berkepanjangan yang dikenal sebagai Neuralgia Pasca  Herpes (NPH).

"Bagi sebagian besar orang, rasa nyeri akan berkurang dengan menghilangnya ruam. Namun bagi beberapa orang, Herpes Zoster dapat menyebabkan komplikasi seperti rasa nyeri yang menetap yang dikenal dengan istilah Neuralgia Paska Herpes (NPH). Komplikasi ini muncul sebagai akibat rusaknya serabut syaraf dari aktivitas virus yang berulang,” tutur dr. Anthony.

Mengingat Herpes Zoster dan covid-19 ditularkan melalui udara, apakah perlu dilakukan isolasi mandiri?

"Herpes Zoster dan covid-19 ini penularannya sama-sama melalui pernapasan. Dan kita tahu covid-19 juga sulit ditanggulangi karena melalui pernapasan. Kalau isolasi, mungkin iya tetapi untuk berapa lamanya tidak tentu dan pastinya tidak selama isolasi mandiri pada covid-19," jelas dr. Anthony.

"Biasanya satu minggu cukup, tetapi kalau diobati akan lebih cepat lagi. Kalau tidak diobati mungkin isolasi bisa 1-10 hari, dan bukan seperti isolasi mandiri covid-19. Penyakit ini tidak mematikan tetapi penyakit ini ditularkan melalui udara dan ada obatnya. Kalau covid-19 kan belum ada obatnya," tutup dr. Anthony.
(FIR)

MOST SEARCH