FITNESS & HEALTH
Jangan Tunggu Buram, Pemeriksaan Mata Rutin Penting untuk Jaga Penglihatan
Elang Riki Yanuar
Senin 03 Agustus 2026 / 15:00
- Pemeriksaan mata rutin penting untuk mendeteksi gangguan penglihatan sejak dini sebelum kondisi semakin parah.
- Pakar menyarankan aturan 20-20-20, pola hidup sehat, dan konsumsi nutrisi tepat untuk menjaga kesehatan mata.
- Holywings Peduli menggelar pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis guna meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga penglihatan.
Jakarta: Kesehatan mata masih kerap diabaikan oleh banyak orang. Tidak sedikit masyarakat baru memeriksakan mata ketika penglihatan mulai kabur atau aktivitas sehari-hari sudah terganggu. Padahal, pemeriksaan rutin menjadi langkah penting untuk mendeteksi gangguan penglihatan sejak dini.
Refraksionis Optisien dari Optik99K, Naovalia Ayu Hanifah, A.Md., RO., mengatakan kebiasaan menunda pemeriksaan mata masih cukup sering ditemui. Menurutnya, banyak gangguan penglihatan sebenarnya dapat ditangani lebih cepat apabila diketahui sejak awal.
"Banyak masyarakat yang baru memeriksakan mata setelah penglihatannya sudah cukup terganggu. Padahal pemeriksaan secara berkala sangat penting untuk mengetahui perubahan fungsi penglihatan sejak awal. Dengan kacamata yang sesuai serta pola hidup sehat, kualitas penglihatan dapat tetap terjaga dan aktivitas sehari-hari menjadi lebih nyaman," jelas Naovalia.
Naovalia menjelaskan penggunaan kacamata dalam waktu lama bukan berarti kondisi mata akan terus memburuk. Yang terpenting adalah memastikan ukuran lensa selalu sesuai dengan kondisi mata terbaru agar penglihatan tetap nyaman dan tidak menimbulkan keluhan lain seperti sakit kepala atau mata cepat lelah.
Selain rutin memeriksakan mata, masyarakat juga dianjurkan menerapkan aturan 20-20-20 ketika bekerja di depan layar komputer atau menggunakan gawai. Caranya, setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau enam meter selama 20 detik untuk membantu mengurangi ketegangan mata.
Kebiasaan sederhana lainnya yang tidak kalah penting adalah menjaga jarak pandang saat membaca, memastikan pencahayaan ruangan memadai, membatasi penggunaan gawai ketika tidak diperlukan, serta memberikan waktu istirahat bagi mata setelah beraktivitas dalam waktu lama.
Asupan nutrisi juga berperan besar dalam menjaga kesehatan mata. Naovalia menyarankan masyarakat mengonsumsi makanan yang kaya vitamin A, vitamin C, vitamin E, lutein, zeaxanthin, dan antioksidan untuk membantu menjaga fungsi penglihatan.
Beberapa buah yang direkomendasikan antara lain jeruk, lemon, jambu biji, kiwi, pepaya, mangga, alpukat, blueberry, stroberi, dan anggur. Selain itu, sayuran hijau seperti bayam dan kale juga baik dikonsumsi karena mengandung lutein dan zeaxanthin yang penting bagi kesehatan retina.
Untuk aktivitas di luar ruangan, penggunaan kacamata hitam yang memiliki perlindungan terhadap sinar ultraviolet juga disarankan. Langkah tersebut dapat membantu melindungi mata dari paparan sinar matahari yang berlebihan dalam jangka panjang.
Naovalia juga mengingatkan pentingnya menerapkan gaya hidup sehat secara menyeluruh. Berolahraga secara rutin, mengendalikan penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi, tidak merokok, menjaga kebersihan tangan, serta menghindari kebiasaan mengucek mata dapat membantu mengurangi risiko gangguan penglihatan.
Menurutnya, apabila mulai muncul gejala seperti penglihatan buram, mata terasa nyeri, atau sering mengalami sakit kepala saat melihat objek, masyarakat sebaiknya segera melakukan pemeriksaan mata dan tidak menunggu hingga kondisi semakin parah.
Pesan serupa juga disampaikan dalam kegiatan pemeriksaan mata gratis dan edukasi kesehatan mata yang digelar Holywings Peduli di Jakarta. Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua Program CSR Holywings Peduli, Andrew Susanto, menilai kesehatan mata merupakan bagian penting dari kualitas hidup yang perlu mendapatkan perhatian lebih.
"Melalui program ini kami ingin membantu masyarakat agar tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman. Penglihatan yang baik akan meningkatkan kualitas hidup seseorang. Kami berharap bantuan kacamata gratis dan edukasi kesehatan mata ini dapat memberikan manfaat nyata sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan mata," ujar Andrew Susanto.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)
Refraksionis Optisien dari Optik99K, Naovalia Ayu Hanifah, A.Md., RO., mengatakan kebiasaan menunda pemeriksaan mata masih cukup sering ditemui. Menurutnya, banyak gangguan penglihatan sebenarnya dapat ditangani lebih cepat apabila diketahui sejak awal.
"Banyak masyarakat yang baru memeriksakan mata setelah penglihatannya sudah cukup terganggu. Padahal pemeriksaan secara berkala sangat penting untuk mengetahui perubahan fungsi penglihatan sejak awal. Dengan kacamata yang sesuai serta pola hidup sehat, kualitas penglihatan dapat tetap terjaga dan aktivitas sehari-hari menjadi lebih nyaman," jelas Naovalia.
Naovalia menjelaskan penggunaan kacamata dalam waktu lama bukan berarti kondisi mata akan terus memburuk. Yang terpenting adalah memastikan ukuran lensa selalu sesuai dengan kondisi mata terbaru agar penglihatan tetap nyaman dan tidak menimbulkan keluhan lain seperti sakit kepala atau mata cepat lelah.
Selain rutin memeriksakan mata, masyarakat juga dianjurkan menerapkan aturan 20-20-20 ketika bekerja di depan layar komputer atau menggunakan gawai. Caranya, setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau enam meter selama 20 detik untuk membantu mengurangi ketegangan mata.
Kebiasaan sederhana lainnya yang tidak kalah penting adalah menjaga jarak pandang saat membaca, memastikan pencahayaan ruangan memadai, membatasi penggunaan gawai ketika tidak diperlukan, serta memberikan waktu istirahat bagi mata setelah beraktivitas dalam waktu lama.
Asupan nutrisi juga berperan besar dalam menjaga kesehatan mata. Naovalia menyarankan masyarakat mengonsumsi makanan yang kaya vitamin A, vitamin C, vitamin E, lutein, zeaxanthin, dan antioksidan untuk membantu menjaga fungsi penglihatan.
Beberapa buah yang direkomendasikan antara lain jeruk, lemon, jambu biji, kiwi, pepaya, mangga, alpukat, blueberry, stroberi, dan anggur. Selain itu, sayuran hijau seperti bayam dan kale juga baik dikonsumsi karena mengandung lutein dan zeaxanthin yang penting bagi kesehatan retina.
Untuk aktivitas di luar ruangan, penggunaan kacamata hitam yang memiliki perlindungan terhadap sinar ultraviolet juga disarankan. Langkah tersebut dapat membantu melindungi mata dari paparan sinar matahari yang berlebihan dalam jangka panjang.
Naovalia juga mengingatkan pentingnya menerapkan gaya hidup sehat secara menyeluruh. Berolahraga secara rutin, mengendalikan penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi, tidak merokok, menjaga kebersihan tangan, serta menghindari kebiasaan mengucek mata dapat membantu mengurangi risiko gangguan penglihatan.
Menurutnya, apabila mulai muncul gejala seperti penglihatan buram, mata terasa nyeri, atau sering mengalami sakit kepala saat melihat objek, masyarakat sebaiknya segera melakukan pemeriksaan mata dan tidak menunggu hingga kondisi semakin parah.
Pesan serupa juga disampaikan dalam kegiatan pemeriksaan mata gratis dan edukasi kesehatan mata yang digelar Holywings Peduli di Jakarta. Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua Program CSR Holywings Peduli, Andrew Susanto, menilai kesehatan mata merupakan bagian penting dari kualitas hidup yang perlu mendapatkan perhatian lebih.
"Melalui program ini kami ingin membantu masyarakat agar tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman. Penglihatan yang baik akan meningkatkan kualitas hidup seseorang. Kami berharap bantuan kacamata gratis dan edukasi kesehatan mata ini dapat memberikan manfaat nyata sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan mata," ujar Andrew Susanto.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)