FITNESS & HEALTH

Mengenal Fasilitas Diabetes Education & Care

A. Firdaus
Selasa 16 November 2021 / 20:27
Jakarta: Data terbaru International Diabetes Federation (IDF) (2021) menyebut bahwa, sekitar 19,46 juta orang di Indonesia mengidap diabetes. Berarti, terjadi peningkatan sebesar 81,8 persen dibandingkan jumlah pada 2019.

Angka tersebut memposisikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah pengidap diabetes tertinggi kelima di dunia, setelah Tiongkok, India, Pakistan, dan Amerika Serikat. Bahkan, Indonesia menjadi satu-satunya di Asia Tenggara yang masuk ke dalam 10 besar negara dengan kasus terbanyak.

Pada 2019 lalu angka masih di 10,7 juta pengidap. Diestimasi, kuantitasnya akan mencapai 23,32 juta pada 2030 mendatang.

“Di luar angka itu, diperkirakan lebih banyak lagi masyarakat yang tak menyadari telah terjangkit penyakit ini. Jika diabetes terdeteksi lebih awal, kemungkinan keberhasilan penanganannya akan lebih besar. Utamanya guna mencegah komplikasi lebih lanjut," ujar Dr. Bhanu Kumar, BMedSc, SpPD dalam JEC Eye Talks memperingati World Diabetes Day 2021.

Artinya, kebutuhan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh sudah sangatlah mendesak. Harus segera dilakukan, tanpa perlu menunggu gejala diabetes muncul terlebih dahulu.

"Termasuk bagi kalangan umum yang tidak memiliki riwayat keluarga mengidap diabetes,” papar Dr. Bhanu Kumar, yang juga Internist Specialist JEC Eye Hospitals and Clinics.


JEC Eye Hospitals & Clinics kembali menggelar sesi diskusi seputar kesehatan mata: JEC Eye Talks

Saat ini, penanganan terhadap pengidap diabetes bukan hanya berfokus pada menjaga kadar gula, melainkan mencakup lima pilar penatalaksanaan yang harus terimplementasi dengan disiplin. Fasilitas kesehatan yang mampu memberikan penanganan diabetes secara terpadu menjadi kunci.

"Sebab, pengidap diabetes memerlukan terapi harian, pemantauan gula darah secara rutin, serta pola hidup sehat. Tanpa itu, dikhawatirkan diabetes yang bersifat kronis akan memicu komplikasi penyakit yang lebih gawat, seperti strok dan serangan jantung. Tak terkecuali gangguan mata yang bisa berujung kebutaan,” lanjut Dr. Bhanu Kumar.



Memahami kronisnya penyakit ini sekaligus kegawatannya, JEC mengambil langkah antisipatif dengan menggagas JEC Diabetes Education & Care yang mengedepankan penatalaksanaan lima pilar di atas.

JEC Diabetes Education & Care memiliki layanan diabetes terpadu yang komprehensif; meliputi sentra konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam subspesialis endokrin, pusat konsultasi dan edukasi gizi dengan edukator diabetes, serta diperkuat teknologi yang lengkap, seperti laboratorium, serta fasilitas foot care bagi pengidap diabetes yang lebih parah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH