FITNESS & HEALTH
Stop Being Lazy! Cara Keluar dari Lazy Era Biar Future Self Kamu Terima Kasih
Yatin Suleha
Rabu 08 Juli 2026 / 17:13
- Rasa malas sering membuat pekerjaan terus tertunda, hingga akhirnya menumpuk dan terasa semakin berat.
- Dalam banyak kasus, rasa malas muncul karena motivasi yang menurun, tubuh yang lelah, atau pikiran yang sedang dipenuhi stres.
- Mulai dari mengubah cara memulai pekerjaan hingga menjaga kondisi fisik, semuanya dapat membantu mengembalikan semangat untuk beraktivitas.
Jakarta: Hampir semua orang pernah merasa malas untuk memulai aktivitas, baik saat bekerja, belajar, maupun menyelesaikan tugas sehari-hari.
Kondisi ini sering membuat pekerjaan terus tertunda, hingga akhirnya menumpuk dan terasa semakin berat. Padahal, rasa malas bukan berarti seseorang tidak mampu melakukan sesuatu.
Dalam banyak kasus, rasa malas muncul karena motivasi yang menurun, tubuh yang lelah, atau pikiran yang sedang dipenuhi stres. Kabar baiknya, kebiasaan ini bisa diatasi dengan beberapa langkah sederhana, yang dilakukan secara konsisten.
Mulai dari mengubah cara memulai pekerjaan hingga menjaga kondisi fisik, semuanya dapat membantu mengembalikan semangat untuk beraktivitas.
Malas adalah kondisi ketika seseorang enggan atau tidak bersemangat untuk bekerja, maupun melakukan suatu aktivitas, meskipun sebenarnya memiliki kemampuan dan kondisi fisik yang memadai.
Secara sederhana, rasa malas merupakan kurangnya dorongan atau motivasi untuk mulai bertindak.
Jangan menunggu semangat datang lebih dulu. Justru, motivasi biasanya muncul setelah mulai melakukan sesuatu.
Cobalah memulai dari pekerjaan yang paling sederhana, agar tubuh dan pikiran perlahan terbiasa untuk bergerak. Semakin cepat memulai, semakin mudah melanjutkan pekerjaan berikutnya.

(Simpan ponsel jauh dari meja kerja, agar tidak mudah tergoda membuka media sosial saat sedang fokus bekerja, Foto: Dok. Pexels.com)
Salah satu cara efektif mengurangi rasa malas adalah menerapkan Aturan 20 detik. Buat kebiasaan baik menjadi lebih mudah dilakukan, sekaligus buat kebiasaan yang mengganggu menjadi lebih sulit dijangkau.
Misalnya, simpan ponsel jauh dari meja kerja, agar tidak mudah tergoda membuka media sosial saat sedang fokus bekerja.
Membuat daftar kegiatan dapat membantu melihat pekerjaan, yang harus diselesaikan dengan lebih jelas. Prioritaskan tugas yang paling berat di pagi hari ketika energi masih penuh. Cara ini membuat pekerjaan terasa lebih teratur dan mengurangi kebiasaan menunda.
Teknik Pomodoro menjadi salah satu metode, yang banyak digunakan untuk meningkatkan fokus. Caranya cukup sederhana, yaitu bekerja selama 25 menit, kemudian beristirahat selama 5 menit sebelum melanjutkan sesi berikutnya.
Pola ini membantu menjaga konsentrasi, sekaligus mencegah kelelahan mental akibat bekerja terlalu lama tanpa jeda.
Rasa malas juga bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang kelelahan. Oleh karena itu, pastikan kebutuhan tidur sekitar 7–8 jam setiap malam terpenuhi, kelola stres dengan baik, dan tetap aktif berolahraga secara rutin.
Konsumsi makanan tinggi protein, juga dapat membantu menjaga energi selama beraktivitas.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)
Kondisi ini sering membuat pekerjaan terus tertunda, hingga akhirnya menumpuk dan terasa semakin berat. Padahal, rasa malas bukan berarti seseorang tidak mampu melakukan sesuatu.
Dalam banyak kasus, rasa malas muncul karena motivasi yang menurun, tubuh yang lelah, atau pikiran yang sedang dipenuhi stres. Kabar baiknya, kebiasaan ini bisa diatasi dengan beberapa langkah sederhana, yang dilakukan secara konsisten.
Mulai dari mengubah cara memulai pekerjaan hingga menjaga kondisi fisik, semuanya dapat membantu mengembalikan semangat untuk beraktivitas.
Malas adalah kondisi ketika seseorang enggan atau tidak bersemangat untuk bekerja, maupun melakukan suatu aktivitas, meskipun sebenarnya memiliki kemampuan dan kondisi fisik yang memadai.
Secara sederhana, rasa malas merupakan kurangnya dorongan atau motivasi untuk mulai bertindak.
1. Mulai dari langkah kecil
Jangan menunggu semangat datang lebih dulu. Justru, motivasi biasanya muncul setelah mulai melakukan sesuatu.
Cobalah memulai dari pekerjaan yang paling sederhana, agar tubuh dan pikiran perlahan terbiasa untuk bergerak. Semakin cepat memulai, semakin mudah melanjutkan pekerjaan berikutnya.
2. Terapkan aturan 20 detik

(Simpan ponsel jauh dari meja kerja, agar tidak mudah tergoda membuka media sosial saat sedang fokus bekerja, Foto: Dok. Pexels.com)
Salah satu cara efektif mengurangi rasa malas adalah menerapkan Aturan 20 detik. Buat kebiasaan baik menjadi lebih mudah dilakukan, sekaligus buat kebiasaan yang mengganggu menjadi lebih sulit dijangkau.
Misalnya, simpan ponsel jauh dari meja kerja, agar tidak mudah tergoda membuka media sosial saat sedang fokus bekerja.
3. Susun daftar tugas
Membuat daftar kegiatan dapat membantu melihat pekerjaan, yang harus diselesaikan dengan lebih jelas. Prioritaskan tugas yang paling berat di pagi hari ketika energi masih penuh. Cara ini membuat pekerjaan terasa lebih teratur dan mengurangi kebiasaan menunda.
4. Gunakan teknik pomodoro
Teknik Pomodoro menjadi salah satu metode, yang banyak digunakan untuk meningkatkan fokus. Caranya cukup sederhana, yaitu bekerja selama 25 menit, kemudian beristirahat selama 5 menit sebelum melanjutkan sesi berikutnya.
Pola ini membantu menjaga konsentrasi, sekaligus mencegah kelelahan mental akibat bekerja terlalu lama tanpa jeda.
5. Jangan lupakan kondisi fisik
Rasa malas juga bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang kelelahan. Oleh karena itu, pastikan kebutuhan tidur sekitar 7–8 jam setiap malam terpenuhi, kelola stres dengan baik, dan tetap aktif berolahraga secara rutin.
Konsumsi makanan tinggi protein, juga dapat membantu menjaga energi selama beraktivitas.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)