FITNESS & HEALTH

Masih Muda Sudah Pikun? Begini Cara Mencegahnya

Raka Lestari
Jumat 11 Februari 2022 / 08:00
Jakarta: Berkurangnya daya ingat atau pikun, umumnya dialami oleh orang lanjut usia. Namun ternyata tidak menutup kemungkinan, pikun juga dapat dialami oleh orang yang usianya masih relatif muda lho!

Dalam Jurnal JAMA Neurology tahun 2021, terdapat penelitian yang melaporkan meta-analisis dari 74 penelitian yang mencakup 2,8 juta orang dewasa berusia 30 hingga 64 tahun. Secara keseluruhan, mereka memperkirakan 119 per 100.000 orang mengalami demensia (penurunan daya ingat dan cara berpikir) di usia muda.

Dr. Pukovisa Prawirohardjo, Sp.S(K), PhD, seorang Dokter Spesialis Saraf RSUI menjelaskan tentang perbedaan antara lupa dan pikun. Lupa merupakan gangguan mengingat, dengan informasi yang terganggu untuk diingat dapat bersifat segera, jangka pendek, dan panjang.

Sedangkan pikun atau demensia merupakan sindrom penurunan fungsi kognitif meliputi: memori, pemikiran, orientasi, pemahaman, perhitungan, kapasitas belajar, bahasa, dan penilaian yang telah mengganggu aktivitas dan pekerjaan secara bermakna.

“Syarat pikun tidak harus tua, anak muda juga bisa pikun, selama memiliki otak. Artinya, pikun atau demensia tidak hanya dapat menyerang orang tua atau lansia, namun usia anak muda pun bisa juga terserang penyakit tersebut," ujarnya. 


(Menurut penelitian orang dewasa berusia 30 hingga 64 tahun mengalami demensia di usia muda. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)


Pikun di usia muda dapat disebabkan oleh beberapa hal, yaitu; konsumsi zat yang dapat meracuni otak, seperti NAPZA, minuman keras (alkohol), ganja, rokok, dan potensi penyalahgunaan obat. Selain itu, faktor risiko vaskular dan penyakit yang bersifat neurotoksik juga dapat memicu usia muda terkena pikun atau dimensia.

Dr. Pukovisa juga memberikan tips bagaimana caranya mencegah pikun di usia produktif, yaitu dengan “prasyarat otak emas” 4-4-2, yakni: 

- 4 bebas pengganggu adalah bebas zat neurotoksik dan adiktif, bebas risiko vaskular dan penyakit neurotoksik, bebas pengalaman yang merusak otak, dan bebas penyakit otak.

- 4 bebas bahan baku optimal yaitu nutrisi yang cukup, istirahat yang cukup, olahraga, aktivitas seni, silaturahmi, dan senam otak, dan terakhir koleksi memori yang bernilai.

- 2 kebiasaan manusia mulia adalah kecerdasan intelegensi, emosional, sosial, spiritual, dan kreativitas, produktivitas, sinergi.
(yyy)

MOST SEARCH