FITNESS & HEALTH

Pentingnya Penanganan Pertama Kecelakaan Lalu Lintas Dilakukan Secara Benar

Medcom
Sabtu 23 April 2022 / 06:00
Jakarta: Masih tingginya angka kecelakaan di Indonesia membuat Siloam Hospital Sentosa Bekasi bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan Jasa Raharja menggelar pelatihan untuk para Ojek Online (ojol) dari Komunitas Unit Reaksi Cepat. Sebanyak 26 personel driver diberikan edukasi dan praktik Penanganan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Lalu Lintas.

Menurut direktur Siloam Sentosa Bekasi, dr. Kristianus Cahyono, MM, EMBA, pelatihan ini digelar sebagai bentuk komitmen yang terus berkembang. Ditambah lagi acara ini menjadi tanggung jawab karena masih banyak ditemukan kasus Lakalantas khususnya di daerah Bekasi dan sekitarnya.

"Kondisi saat menerima korban Laka Lantas butuh penanganan yang tepat jika tidak akan berakibat fatal dan bahkan sampai kondisi terburuk yaitu kehilangan nyawa," katanya.

Selain memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, mereka juga dapat memberikan dan berbagi ilmu serta pengetahuan tentang kesehatan kepada para peserta. Karena para peserta yang hadir juga adalah sebagai mitra rumah sakit untuk darurat dalam pelayanan kesehatan.

Penanganan Pertama Akibat Kecelakaan


Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi, dr. Alfa Januar Krista, Sp.OT, M.Kes, FICS, AIFO-K mengatakan bahwa betapa pentingnya penanganan pertama yang dilakukan secara benar terhadap korban kecelakaan. Pasalnya, pasien akan mendapat penanganan yang minimal tidak memperburuk kondisinya sehingga membantu tenaga medis untuk melanjutkan penanganan dengan hasil yang maksimal.

"Jadi prioritas utama saat menangani korban kecelakaan adalah menyelamatkan nyawa, dengan melakukan pertolongan pertama dengan tepat dan melakukan proses transfer dari lokasi kejadian sampai ke rumah sakit harus dilakukan dengan cara yang benar agar tidak memperburuk atau bahkan memperparah kondisi pasien," katanya saat menyampaikan materi pada pelatihan.

Cedera yang terjadi biasanya menimbulkan nyeri. Namun, cedera bisa juga terjadi pada tulang, sendi dan jaringan lunak. Akibat dari cedera dapat mengakibatkan perubahan bentuk pada bagian tubuh korban, gangguan fungsi bahkan sampai dengan kehilangan nyawa maupun anggota tubuh.

Karena itu, pelatihan terhadap Bantuan Hidup Dasar juga menjadi penting diberikan. Ini merupakan upaya untuk mempertahankan kehidupan pada saat penderita mengalami keadaan yang mengancam jiwa. Kerap ditemui saat kecelakaan terjadi, korban mengalami pingsan atau tidak sadarkan diri, bahkan sampai terjadi serangan jantung.

"Banyak pasien yang mengalami henti jantung tetapi tidak mendapatkan pertolongan pertama yang benar. Ataupun kalau sampai di rumah sakit pun kondisi pasien sudah meninggal," kata Kepala Unit Gawat Darurat (UGD) Siloam Hospitals Sentosa Bekasi, dr. Fadityo.



Pimpinan Jasa Raharja Cabang Bekasi, Alfin Syahrin mengatakan, terdapat jam rawan kecelakaan yang tertinggi yaitu terjadi pada pukul 9-12 siang, dan antara jam 3-5 sore. Pihak Jasa Raharja pun ikut melakukan beberapa kegiatan pencegahan Lakalantas dengan melakukan pelatihan gawat darurat, safety campaign ke sekolah.

"Ketika terjadi kecelakaan pihak Jasa Raharja adalah pemberi dana pertama, dengan syarat menyertakan surat laporan dari kepolisian. Dan jika anda mengalami Laka atau sebagai pihak yang mengakibatkan Laka maka segera lakukan pengobatan dengan membawa ke rumah sakit agar dapat segera diberikan perawatan. Jangan khawatir karena biaya pengobatan dan perawatan anda akan ditanggung oleh pihak Jasa Raharja," kata Alfin.




 
(ELG)

MOST SEARCH