COMMUNITY

AI Masih Didominasi Pria, Program Ini Dorong Lebih Banyak Peneliti Perempuan

A. Firdaus
Sabtu 25 Juli 2026 / 15:10
Ringkasnya gini..
  • Keberagaman perspektif dalam penelitian dinilai penting untuk menghasilkan inovasi kesehatan yang lebih inklusif dan relevan bagi masyarakat.
  • Tantangan yang dihadapi peneliti perempuan bukan terletak pada kemampuan akademik.
  • Program tersebut diharapkan membuka lebih banyak kesempatan bagi perempuan Indonesia untuk mengembangkan potensi di bidang sains.
Jakarta: Kesenjangan partisipasi perempuan di bidang riset dan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial (AI), masih menjadi tantangan di berbagai negara. Padahal, keberagaman perspektif dalam penelitian dinilai penting untuk menghasilkan inovasi kesehatan yang lebih inklusif dan relevan bagi masyarakat.

Memperingati 50 tahun kiprahnya di Indonesia, PT Darya-Varia Laboratoria Tbk kembali menghadirkan D-STAR 2026 (Darya-Varia Scholarship for Talented Aspiring Women Researchers). Program beasiswa ini mengusung tema Empowering Women Researchers to Level Up as Future Leaders sebagai upaya memperluas kesempatan bagi perempuan muda untuk berkembang menjadi peneliti, inovator, sekaligus pemimpin di sektor kesehatan.

Presiden Direktur PT Darya-Varia Laboratoria Tbk, dr. Ian Kloer, mengatakan perusahaan ingin memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masa depan kesehatan Indonesia, tidak hanya melalui produk kesehatan, tetapi juga lewat pengembangan sumber daya manusia.
 

"Pada momentum 50 tahun Darya-Varia, kami ingin memastikan bahwa kontribusi kami tidak hanya hadir melalui produk kesehatan berkualitas, tetapi juga melalui investasi pada talenta yang akan membentuk masa depan kesehatan Indonesia. Kami percaya perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong inovasi dan kemajuan ilmu pengetahuan," ujar Ian.
 

AI jadi salah satu fokus penelitian


Pada penyelenggaraan tahun ini, salah satu tema penelitian yang diangkat adalah pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) di bidang kesehatan. Pemilihan tema tersebut didorong oleh masih lebarnya kesenjangan penggunaan AI antara laki-laki dan perempuan.

Berdasarkan data global dari Harvard Business School dan Lean In, laki-laki menggunakan AI generatif secara rutin sekitar 16-22 persen lebih tinggi dibandingkan perempuan. Sementara itu, perempuan baru mengisi sekitar 26 persen posisi sebagai spesialis AI di industri teknologi.

Melalui D-STAR, Darya-Varia berharap semakin banyak perempuan muda yang terdorong untuk berkiprah dalam riset berbasis teknologi sekaligus menghasilkan inovasi kesehatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
 

Kolaborasi kampus dan industri dinilai penting


Guru Besar Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung sekaligus Seminariat Ikatan Apoteker Indonesia, Prof. Dr. apt. Ilma Nugrahani, S.Farm., M.Si., menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri menjadi salah satu kunci dalam memperkuat ekosistem riset di Indonesia.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi peneliti perempuan bukan terletak pada kemampuan akademik, melainkan pada tersedianya ekosistem yang mendukung mereka berkembang menjadi peneliti maupun pemimpin di sektor kesehatan.

"D-STAR menjadi contoh kolaborasi yang mampu menjembatani dunia akademik dan industri sehingga talenta muda memiliki ruang untuk memperluas jejaring, meningkatkan kompetensi, dan menghasilkan riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat," katanya.

Senada, Direktur Growth Ventures PT Darya-Varia Laboratoria Tbk sekaligus juri D-STAR 2026, Astry Tri Astuti, mengatakan program tersebut diharapkan membuka lebih banyak kesempatan bagi perempuan Indonesia untuk mengembangkan potensi di bidang sains.

"Melalui D-STAR, kami ingin membuka lebih banyak kesempatan bagi perempuan untuk tumbuh sebagai peneliti, inovator, dan future leaders. Karena bagi Darya-Varia, empowering women bukan hanya sebuah tema, tetapi bagian dari budaya perusahaan yang memberikan kesempatan yang setara bagi perempuan untuk memimpin dan menciptakan dampak," ujarnya.
 

Beasiswa diperluas


Pada D-STAR 2026, Darya-Varia juga memperluas kerja sama dengan dunia akademik melalui bergabungnya Universitas Pancasila sebagai mitra baru. Sebelumnya, program ini telah menggandeng Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, dan Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung.

Selain memperluas jaringan perguruan tinggi, Darya-Varia juga meningkatkan dukungan pendanaan. Penerima utama akan memperoleh Beasiswa Utama senilai Rp30 juta. Sementara itu, di setiap universitas mitra juga tersedia D-STAR Achievement Scholarship dan D-STAR Appreciation Scholarship, masing-masing senilai Rp5 juta.

Melalui penguatan program ini, Darya-Varia berharap semakin banyak talenta perempuan yang mampu berkontribusi dalam riset kesehatan, memperluas representasi perempuan di bidang sains dan teknologi, serta melahirkan inovasi yang menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat Indonesia.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH