FITNESS & HEALTH

KemenPPPA Bersama Mitra Internasional Tinjau Langsung Layanan Perlindungan Penyintas Pemprov DKI

Yatin Suleha
Kamis 30 Juli 2026 / 12:42
Ringkasnya gini..
  • Komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam memberikan layanan perlindungan buat perempuan dan anak yang fokus langsung ke penyintas kembali banjir apresiasi.
  • Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian PPPA, Desy Andriani mengapresiasi model layanan yang telah dikembangkan PPPA DKI Jakarta.
  • Apresiasi serupa disampaikan Perwakilan UNFPA Indonesia, Hassan Mohtashami.
Jakarta: Komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam memberikan layanan perlindungan buat perempuan dan anak yang berfokus langsung ke penyintas kembali banjir apresiasi.

Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta melalui Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) menerima kunjungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), United Nations Population Fund (UNFPA), serta sejumlah mitra pembangunan untuk memelajari praktik baik penyelenggaraan layanan perlindungan bagi perempuan maupun anak korban kekerasan.

Kunjungan ini menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai tata kelola kelembagaan, mekanisme layanan, hingga koordinasi lintas sektor yang selama ini diterapkan dalam mendampingi penyintas secara komprehensif.
 
Hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian PPPA beserta jajaran, Kepala Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta dan jajaran, Kepala UPT PPPA Provinsi DKI Jakarta, perwakilan UNFPA, Kedutaan Besar Kanada, Kedutaan Besar Australia, Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, serta perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta.

Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian PPPA, Desy Andriani mengapresiasi model layanan yang telah dikembangkan PPPA DKI Jakarta. 

Menurutnya, pengalaman DKI Jakarta dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak.

"Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk belajar bersama. Kami berharap praktik baik yang telah diterapkan PPPA DKI Jakarta dapat memperkuat koordinasi, meningkatkan kualitas layanan, sekaligus menjadi referensi bagi daerah lain dalam menghadirkan perlindungan yang optimal bagi perempuan dan anak korban kekerasan," ujarnya, Rabu (29/7) seperti dilansir dari laman resmi Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta.

Apresiasi serupa disampaikan Perwakilan UNFPA Indonesia, Hassan Mohtashami. Ia menilai komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjukkan pentingnya membangun layanan yang berpusat pada penyintas melalui kemitraan yang berkelanjutan.

"Kolaborasi antara pemerintah dan mitra pembangunan merupakan elemen penting dalam membangun sistem perlindungan perempuan dan anak yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat," katanya.


(KemenPPPA dan UNFPA apresiasi layanan perlindungan perempuan dan anak Pemprov DKI Jakarta. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Selama sesi pemaparan, Kepala UPT PPPA Provinsi DKI Jakarta, Rahayu Sri Rahmawati, blak-blakan menjelaskan alur layanan buat para penyintas. 

Mulai dari cara nerima pengaduan, asesmen awal, pendampingan psikologis sampai hukum, layanan kesehatan, penjangkauan, nyiapin rumah aman, hingga proses pemulihan dan reintegrasi kembali ke masyarakat.

Para peserta juga diajak paham soal sistem rujukan dan koordinasi lintas sektor, biar nantinya setiap penyintas benar-benar dapet layanan yang utuh dan terpadu.

Enggak cuma diskusi, mereka juga sempat nengok langsung berbagai fasilitas layanan PPPA DKI Jakarta.

Lewat kunjungan ini, mereka bisa lihat sendiri gimana proses penanganan kasus, penggunaan fasilitas penunjang, sampai kerja sama antarinstansi dalam melindungi perempuan dan anak dari kekerasan.

Sementara itu, Kepala Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia, negesin kalau perlindungan buat perempuan dan anak itu enggak bakal bisa maksimal kalau enggak didukung kerja sama yang solid antarlembaga.

Menurutnya, layanan perlindungan harus hadir secara totalitas, gampang diakses, profesional, dan pastinya selalu berpihak pada kebutuhan penyintas
 

“Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting agar setiap perempuan dan anak yang membutuhkan perlindungan dapat memperoleh layanan secara cepat, tepat, dan menyeluruh," ucapnya.

Ia berharap, melalui kunjungan ini, praktik baik yang dikembangkan PPPA DKI Jakarta diharapkan dapat menjadi referensi dalam memperkuat kapasitas dan standardisasi layanan perlindungan perempuan dan anak di berbagai daerah di Indonesia.

“Dinas PPAPP DKI Jakarta juga menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga internasional, dan berbagai mitra pembangunan guna menghadirkan layanan perlindungan yang berkualitas dan berkelanjutan,” tandasnya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)

MOST SEARCH