Kenapa Baru Produktif saat Deadline Mepet? Ini Alasannya
- Suka menunda pekerjaan nggak selalu berarti malas. Kebiasaan ini bisa berkaitan dengan cara seseorang mengelola emosi.
- Deadline yang makin dekat bisa memaksa kita segera bergerak, tetapi bukan berarti bekerja terburu-buru selalu lebih efektif.
- Memecah pekerjaan jadi tugas kecil dan menghadapi rasa nggak nyaman bisa membantu mengurangi kebiasaan menunda.
Jakarta: Niatnya mau nyicil pekerjaan dari jauh-jauh hari, eh, ujung-ujungnya malah baru gerak saat deadline tinggal beberapa jam. Tiba-tiba fokus muncul, jari auto ngebut, dan pekerjaan yang dari kemarin nggak tersentuh harus kelar malam itu juga.
Anehnya, saat waktu masih panjang, rasanya susah banget buat mulai. Malah, ada aja hal lain yang terasa lebih menarik, mulai dari scroll media sosial sampai beres-beres meja yang sebenarnya nggak mendesak. Begitu deadline makin dekat, baru deh muncul rasa panik yang bikin kita buru-buru menyelesaikan semuanya.
Kalau kamu sering mengalami hal ini, bisa jadi kamu sedang terjebak dalam kebiasaan menunda pekerjaan alias prokrastinasi. Nah, kebiasaan ini ternyata nggak selalu berarti kamu malas, lho.

(Seorang pekerja menyusun daftar tugas sambil menyelesaikan pekerjaan di depan laptop. Foto: AI Generated)
Kenapa kita suka menunda pekerjaan?
Dalam podcast Speaking of Psychology yang dipublikasikan oleh American Psychological Association (APA), Fuschia Sirois, PhD, profesor psikologi di Durham University, Inggris, menjelaskan bahwa prokrastinasi berkaitan dengan kesulitan mengelola emosi.
Sirois telah meneliti penyebab dan dampak prokrastinasi selama lebih dari 20 tahun. Menurutnya, seseorang terkadang menghindari pekerjaan bukan cuma karena tugasnya terasa berat, tetapi juga karena perasaan nggak nyaman yang muncul saat mengerjakannya.
Misalnya, kamu cemas karena tugasnya rumit atau takut hasilnya nggak sesuai harapan. Akhirnya, kamu memilih buka media sosial, menonton video, atau mengerjakan hal lain yang terasa lebih menyenangkan.
Pilihan ini memang bisa bikin perasaan lebih lega untuk sementara. Namun, pekerjaan utama tetap terbengkalai dan tekanan justru makin besar saat tenggat waktu mendekat.
Kenapa deadline mepet bikin kita lebih fokus?
Saat deadline masih lama, kita sering merasa masih punya banyak waktu. Akibatnya, muncul pikiran, "Nanti aja deh, masih sempat."
Begitu tenggat waktu makin dekat, kesempatan buat menunda semakin sedikit. Kita pun terdorong buat segera menyelesaikan pekerjaan yang sebelumnya dihindari.
Namun, jangan langsung menganggap kerja mepet deadline sebagai trik produktivitas. Dalam wawancara APA tersebut, Sirois menjelaskan bahwa prokrastinasi bisa memberikan kelegaan sesaat, tetapi kebiasaan ini juga dapat menambah stres.
Waktu yang terbatas juga bikin kita lebih rentan terburu-buru dan melewatkan proses pengecekan. Jadi, meskipun pekerjaan akhirnya selesai, bukan berarti cara tersebut paling efektif.
Cara berhenti menunda pekerjaan
Biar nggak terus-terusan dikejar deadline, ada beberapa kebiasaan yang bisa kamu coba.
Pertama, pecah pekerjaan jadi bagian kecil. Daripada langsung memikirkan tugas yang menumpuk, mulai dari hal sederhana, seperti membuat kerangka atau mengumpulkan bahan.
Kedua, buat target pribadi sebelum deadline asli. Misalnya, tentukan kapan riset harus selesai dan kapan mulai menulis supaya masih ada waktu buat revisi.
Ketiga, kenali alasan kamu menunda. Apakah tugasnya membingungkan, membosankan, atau bikin takut gagal? Dengan memahami pemicunya, kamu bisa mencari cara yang lebih sesuai.
Terakhir, jangan menunggu sampai merasa benar-benar siap. Coba mulai selama lima menit terlebih dahulu. Fokusnya bukan langsung menyelesaikan semuanya, melainkan memutus kebiasaan menghindar.
Intinya, kamu nggak harus menunggu panik buat mulai produktif. Semakin cepat pekerjaan dicicil, semakin besar kesempatan buat menyelesaikannya tanpa harus begadang demi deadline.
Desi I.
(FIR)