FITNESS & HEALTH

Bau Vagina Bisa Berbeda-beda, Mengapa?

Yatin Suleha
Kamis 15 Desember 2022 / 22:57
Jakarta: Kauh hawa pastinya memahahi terkadang bau vagina berubah. Perubahan bau pada vagina wanita dipengaruhi oleh berbagai faktor misalnya kebersihan, siklus haid, kondisi tubuh, sampai pada masalah kesehatan. 

Dilansir dari Reader's Digest, ada beberapa tanda yang ingin organ intim kamu 'beri tahu' ke kamu dari bau yang ada tersebut. Dr Alyssa Dweck, MD, seorang asisten klinikal profesor di Mount Sinai School of Medicine and gynecologist di Westchester County, New York, Amerika Serikat membeberkan beberapa faktanya.
 

1. Bau khas


Vagina mengeluarkan cairan rendah PH dan semen adalah alkaline (tinggi pH), ketika kedua cairan ini bertemu maka bau yang dihasilnya akan khas. Ini menandakan reaksi kimia yang menciptakan bau yang khas. Bau ini bisa berbeda setiap orangnya karena tingkat pH yang berbeda setiap orang.
 
Dan hal-hal yang memengaruhinya antara lain ketidakseimbangan ketika kamu terlalu berlebihan membersihkannya dengan air pancuran, atau ketika berendam di dalam bath up penuh sabun.
 
Ini bisa merubah skala pH kamu. Yang patut kamu curigai jika baunya mirip bau busuk atau bau yang mirip ikan setelah seks. Temui dokter untuk berkonsultasi akan hal tersebut.


(Dr Alyssa Dweck, MD, seorang asisten klinikal profesor di Mount Sinai School of Medicine and gynecologist di Westchester County, New York mengatakan membersihkan organ intim tak perlu memakai scrubbing dan sebagainya. Cukup dicuci dengan lembut. Foto: Ilustrasi/Dok. Unsplash.com)
 

2. Mencuci organ intim 


Mencuci organ intim tidak perlu sampai menggunakan alat pembersih, termasuk juga dengan semprotan air pancuran. Faktanya di Amerika, 1 dari 4 wanita, usia 15 - 44 tahun menggunakan pancuran untuk membersihkan organ intim.
 
Memandikan organ intim dengan pancuran mandi bisa merubah pH natural vagina, meningkatkan risiko infeksi dan iritasi. Area tersebut cukup dicuci dan basuhkan lembut dengan tangan saja.
 
"Vagina bukan sesuatu yang kotor, dan membersihkannya tidak perlu scrubbing apalagi memakai loofah yang kasar, tidak perlu pewangi juga. Terima kasih tidak perlu disemprotkan pewangi dan lainnya juga," ucap Dr Dweck.
 

3. Cairan berlebih


Hal ini wajar saja. Tidak ada jumlah batasan normal bagi cairan di dalam vagina. Ini bisa berubah-ubah sesuai dengan siklus menstruasi. Siklus-pertengahan bulan, biasanya berwarna mirip putih telur.
 
"Cairan putih tersebut sebetulnya memudahkan sperma untuk masuk ke dalam vagina, leher rahim, sampai ke rahim sehingga pembuahan bisa terjadi. Jadi cairan tersebut bisa saja lebih tebal dan lebih putih," ucap Dr Dweck.
 
Yang patut kamu curigai jika ada sinyal keputihan bergumpal seperti keju cottage putih. "Ini pertanda ada infeksi ragi, bau ikan berarti bakteri vaginosis (BV) sebuah tanda bakteri yang berlebihan tumbuh," beber Dr Dweck.

"Warna abu-abu, kuning atau hijau bisa jadi pertanda efek dari gonorrhea, sexually transmitted infection (STI). Untuk kasus ini, perlu berobat ke dokter," pungkas Dr Dweck.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH