FITNESS & HEALTH
Ramai Kasus Influenza Melonjak, Bagaimana Gejalanya?
Aulia Putriningtias
Jumat 18 September 2026 / 08:43
- Belakangan ini kasus influenza tengah melonjak di sekitar kita.
- Influenza merupakan infeksi virus menular yang menyerang saluran pernapasan, termasuk hidung, tenggorokan, dan paru-paru.
- Virus ini terbagi atas empat tipe, yakni A, B, C, dan D.
Jakarta: Belakangan ini kasus influenza tengah melonjak di sekitar kita. Mungkin kamu yang sedang mengalami flu dan batuk, bukan sakit biasa!
Influenza merupakan infeksi virus menular yang menyerang saluran pernapasan, termasuk hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Virus ini terbagi atas empat tipe, yakni A, B, C, dan D.
Untuk tipe influenza A dan B, dikarenakan epidemi musiman. Influenza C biasanya ringan dan bukan epidemi, sementara tipe D untuk hewan ternak. Di Indonesia sendiri, influenza tipe A sering terjadi.
Jika kamu melihat kanan dan kiri banyak mengalami flu, itu bukan pilek biasa, loh! Kementerian Kesehatan telah melaporkan tren kasus dan jenis subtipe influenza di Indonesia.
Hal ini berdasarkan Surveilans Sentinel Influenza Like Ilness (ILI) dan Severe Acure Respiratory Infection (SARI) Tahun 2024-2026 (M-34) dari 39 puskesmas dan 35 rumah sakit.
Dikutip dalam detik, pada Agustus 2026, jenis influenza yang mendominasi adalah tipe A (H1N1Pdm09), tipe A (H3N2), dan tipe B (Victoria). Laporan pun menyatakan bahwa positivy rate berada di angka 28 persen di bawah musim tahun 2025.
Secara umum memang influenza tipe A dan B gejalanya tidak terlalu signifikan. Adapun beberapa gejalanya, antara lain:
- Demam atau menggigil.
- Batuk pilek.
- Nyeri tenggorokan.
- Suara serak.
- Nyeri kepala dan pegal linu.
- Kelelahan.
- Mual muntah dan diare (lebih sering pada anak-anak).
Derajat keparahan influenza sendiri bervariasi. Mulai dari tidak bergejala, ringan, sedang, hingga berat. Pada kondisi berat, seseorang bisa saja dibutuhkan rawat inap, bahkan perawatan di ruang intensif.
Perlu kamu ketahui terlebih dahulu bahwa proses terjadinya influenza cukup dikatakan cepat. Orang yang mengalami influenza setidaknya dapat menularkan virusnya hari ke-1 hingga ke-3 saat bergejala.
Kemudian, risiko penularan dapat terjadi pada beberapa orang di H-1 bergejala hingga H+7 bergejala. Waktu sejak tertular atau proses inkubasi virus berada di 1 hingga 4 hari.
Penularannya pun melalui droplet atau mudahnya kita sebut percikan kecil dari mulut, permukaan yang terciprat droplet, dan udara. Lantas apa yang perlu kita lakukan?
Mudah sekali, Sobat Medcom! Kamu perlu menggunakan masker ke mana-mana, terutama bagi yang sakit. Kemudian, cuci tangan secara rutin menggunakan sabun, dan menjaga jarak dari orang yang sedang sakit.
Sebaiknya kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, orang tua lanjut usia (lansia), hingga ibu hamil, dan kelompok komorbid tidak banyak berakktivitas di luar jika memungkinkan.
(FIR)
Influenza merupakan infeksi virus menular yang menyerang saluran pernapasan, termasuk hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Virus ini terbagi atas empat tipe, yakni A, B, C, dan D.
Untuk tipe influenza A dan B, dikarenakan epidemi musiman. Influenza C biasanya ringan dan bukan epidemi, sementara tipe D untuk hewan ternak. Di Indonesia sendiri, influenza tipe A sering terjadi.
Influenza apa yang sedang ramai di Indonesia?
Jika kamu melihat kanan dan kiri banyak mengalami flu, itu bukan pilek biasa, loh! Kementerian Kesehatan telah melaporkan tren kasus dan jenis subtipe influenza di Indonesia.
Hal ini berdasarkan Surveilans Sentinel Influenza Like Ilness (ILI) dan Severe Acure Respiratory Infection (SARI) Tahun 2024-2026 (M-34) dari 39 puskesmas dan 35 rumah sakit.
Dikutip dalam detik, pada Agustus 2026, jenis influenza yang mendominasi adalah tipe A (H1N1Pdm09), tipe A (H3N2), dan tipe B (Victoria). Laporan pun menyatakan bahwa positivy rate berada di angka 28 persen di bawah musim tahun 2025.
Bagaimana ciri-ciri dan derajat keparahan influenza A?
Secara umum memang influenza tipe A dan B gejalanya tidak terlalu signifikan. Adapun beberapa gejalanya, antara lain:
- Demam atau menggigil.
- Batuk pilek.
- Nyeri tenggorokan.
- Suara serak.
- Nyeri kepala dan pegal linu.
- Kelelahan.
- Mual muntah dan diare (lebih sering pada anak-anak).
Derajat keparahan influenza sendiri bervariasi. Mulai dari tidak bergejala, ringan, sedang, hingga berat. Pada kondisi berat, seseorang bisa saja dibutuhkan rawat inap, bahkan perawatan di ruang intensif.
Bagaimana agar tidak mengalami influenza?
Perlu kamu ketahui terlebih dahulu bahwa proses terjadinya influenza cukup dikatakan cepat. Orang yang mengalami influenza setidaknya dapat menularkan virusnya hari ke-1 hingga ke-3 saat bergejala.
Kemudian, risiko penularan dapat terjadi pada beberapa orang di H-1 bergejala hingga H+7 bergejala. Waktu sejak tertular atau proses inkubasi virus berada di 1 hingga 4 hari.
Penularannya pun melalui droplet atau mudahnya kita sebut percikan kecil dari mulut, permukaan yang terciprat droplet, dan udara. Lantas apa yang perlu kita lakukan?
Mudah sekali, Sobat Medcom! Kamu perlu menggunakan masker ke mana-mana, terutama bagi yang sakit. Kemudian, cuci tangan secara rutin menggunakan sabun, dan menjaga jarak dari orang yang sedang sakit.
Sebaiknya kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, orang tua lanjut usia (lansia), hingga ibu hamil, dan kelompok komorbid tidak banyak berakktivitas di luar jika memungkinkan.
(FIR)