FITNESS & HEALTH

Bukan Cuma Diet, Pasien Diabetes Perlu Lakukan 5J, Apa Itu?

Aulia Putriningtias
Selasa 03 November 2026 / 17:27
Ringkasnya gini..
  • Prevalensi diabetes berdasarkan pemeriksaan gula darah pada kelompok usia lebih dari 15 tahun mencapai 11,7 persen.
  • Jumlah penyandang diabetes di Indonesia telat mencapai 20,4 juta orang pada 2024 menurut IDF Diabetes Atlas 2025.
  • Penyandang diabetes tetap dapat enikmati akanan sehari-hari dengan memperhatikan prinsip 5J. 

Jakarta: Diabetes masih menjadi permasalahan penyakit di Indonesia. Bagi seorang pasien penyakit ini, diet pun tidak bisa asal. Pakar menyebut perlu lakukan 5J, apa itu?
 

Berdasarkan SKI 2023, prevalensi diabetes berdasarkan pemeriksaan gula darah pada kelompok usia lebih dari 15 tahun mencapai 11,7 persen. Pada saat yang sama, jumlah penyandang diabetes di Indonesia telat mencapai 20,4 juta orang pada 2024 menurut IDF Diabetes Atlas 2025.

 

 

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM Kementerian Kesehatan RI. dr. Siti Nadia Tarmizi. M.Epid., menegaskan bahwa deteksi dini merupakan salah satu strategi penting dalam pengendalian diabetes.
 

Menurut dr. Nadia, masih banyak masyarakat yang baru mengetahui dirinya mengidap diabetes setelah komplikasi mulai muncul. Padahal, sebagian besar komplikasi dapat dicegah apabila faktor risiko dikenali sejak dini dan ditindaklanjuti dengan perubahan gaya hidup yang tepat.
 

"Pemeriksaan esehatan secara berkala dapat membantu masyarakat mengenali faktor risiko lebih awal sehingga langkah pencegahan maupun intervensi dapat dilakukan secara lebih optimal," ujar dr. Nadia, pada saat acara diskusi media perihal Diabetes Total Solution (DTS) di Jakarta, Selasa, 3 November 2026.
 

Health Communicator Kalbe Nutritionals, dr. aurencia Ardi, M.Gizi, AIFO-K menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang beranggapan penyandang diabetes harus menghindari berbagai jenis makanan dan minuman yang disukai. Inilah yang sering dianggap salah diet, nih!
 

Prinsip pengaturan makan pada diabetes bukan berfokus pada larangan yang ketat, melainkan pengaturan pola makan yang tepat dan seimbang. 
 

Penyandang diabetes tetap dapat enikmati akanan sehari-hari dengan memperhatikan prinsip 5J. Artinya adalah jumlah, jenis, jadwal jurus masak, dan jujur dalam mengatur pola konsumsi harian.
 

"Selain memperhatikan jenis dan porsi makanan, masyarakat juga dapat memanfaatkan alternatif nutrisi dan pemanis yang sesuai kebutuhan," papar dr. Laurencia.
 

Pendekatan kesehatan yang lebih personalized
 

Nutrisi memiliki peran penting dalam membantu mengendalikan kadar gula darah, menjaga berat badan yang sehat, memenuhi kebutuhan nutrisi harian, menyediakan energi untuk beraktivitas. serta membantu mencegah atau memperlambat berbagai komplikasi diabetes. 
 
Bagi Direktur PT KALGen Innolab, Amalia Indri Senoadji, pemanfaatan informasi kesehatan berbasis data memungkinkan masyarakat memahami faktor risiko kesehatan yang dimiliki secara lebih mendalam.
 
Salah satu inovasi kesehatan vang disediakan Kalbe adalah DiaGENME, tes genetik personal yang membantu individu dalam manajemen diabetes. Mulai dari bagaimana melihat risiko diabetes dari berbagai faktor termasuk diabetes di usia muda, risiko komplikasi hingga obat-obat diabetes yang cocok.
 
"Dengan pendekatan kesehatan yang lebih personalized, masyarakat dapat memahami dirinya dengan lebih baik dan mengambil langkah pencegahan yang lebih tepat sejak dini," jelas Amalia.
 
Hari Nugroho, Head of Corporate External Communication PT Kalbe Farma Tbk turut menjelaskan bahwa pencegahan diabetes perlu dilakukan sedini mungkin. Upaya tersebut tidak hanya melalui edukasi dan deteksi dini.
 
"Tetapi juga didukung pemenuhan nutrisi yang tepat serta pemanfaatan inovasi kesehatan yang membantu masyarakat memahami risiko kesehatannya secara lebih personal," imbuh Hari.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH