FITNESS & HEALTH
Satu Dekade Halodoc, Kini Urus Kesehatan Keluarga Bisa Lewat WhatsApp
A. Firdaus
Senin 25 Mei 2026 / 20:24
- Dalam momentum ulang tahun ke-10, perusahaan teknologi kesehatan ini memperkenalkan sejumlah inovasi baru.
- Sejak berdiri pada 2016, Halodoc berkembang dari layanan telekonsultasi menjadi ekosistem kesehatan digital.
- Halodoc juga terus memperkuat kualitas layanan tenaga kesehatan melalui Halodoc Academy.
Jakarta: Halodoc merayakan satu dekade perjalanannya dalam menghadirkan layanan kesehatan digital di Indonesia. Dalam momentum ulang tahun ke-10, perusahaan teknologi kesehatan ini memperkenalkan sejumlah inovasi baru untuk memperluas akses layanan kesehatan yang lebih praktis, personal, dan terintegrasi bagi masyarakat.
Sejak berdiri pada 2016, Halodoc berkembang dari layanan telekonsultasi menjadi ekosistem kesehatan digital yang menghubungkan masyarakat dengan dokter, apotek, laboratorium, hingga fasilitas kesehatan lainnya.
Memasuki dekade berikutnya, Halodoc menghadirkan pengembangan layanan berbasis teknologi melalui HILDA yang kini hadir dalam bentuk Halodoc on WhatsApp, serta fitur Family Care untuk membantu pengelolaan kesehatan keluarga.
Chief Operating Officer Halodoc, Alfonsius Timboel, mengatakan fokus perusahaan kini tidak hanya menghadirkan layanan kesehatan digital, tetapi juga memastikan layanan tersebut semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
“Memasuki dekade berikutnya, kami fokus membangun layanan kesehatan yang tidak hanya digital, tetapi semakin proaktif, personal, dan relevan dengan kebutuhan serta kebiasaan masyarakat yang terus berubah,” ujar Alfonsius dalam acara perayaan ulang tahun Halodoc di Jakarta.
Kehadiran Halodoc on WhatsApp menjadi salah satu langkah untuk mendekatkan layanan kesehatan ke masyarakat. Platform ini memungkinkan pengguna mengakses informasi kesehatan, membeli obat, hingga mendapatkan rekomendasi layanan medis langsung melalui aplikasi WhatsApp tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan.
Langkah ini dinilai relevan karena WhatsApp sudah menjadi bagian dari aktivitas harian masyarakat Indonesia. Data We Are Social 2025 menunjukkan sekitar 91 persen pengguna internet di Indonesia aktif menggunakan WhatsApp.
Sebelumnya, Halodoc juga telah menghadirkan HILDA pada 2025 sebagai asisten digital kesehatan. Dalam waktu singkat, layanan tersebut mencatat lebih dari dua juta sesi interaksi pengguna, mulai dari pencarian dokter spesialis hingga informasi kesehatan dan obat-obatan.

Sesi Talkshow Halodoc, Satu Dekade Menyederhanakan Layanan Kesehatan. Dok. Ist
Selain mempermudah akses layanan kesehatan, Halodoc juga memperkenalkan fitur Family Care yang dirancang khusus untuk membantu caregiver keluarga, terutama para ibu, dalam memantau kesehatan anggota keluarga.
Fitur ini memungkinkan pengguna membuat profil kesehatan terpisah untuk setiap anggota keluarga, lengkap dengan riwayat medis, jadwal perawatan, hingga pemantauan kesehatan preventif dalam satu tampilan terintegrasi.
Chief Marketing Officer Halodoc, Fibriyani Elastria, mengatakan kebutuhan layanan kesehatan saat ini harus mampu hadir mengikuti kebiasaan masyarakat sehari-hari.
“Halodoc on WhatsApp dan Family Care dirancang untuk hadir di titik di mana masyarakat sudah berada, sehingga kebutuhan kesehatan keluarga bisa dikelola di sela-sela aktivitas sehari-hari,” jelas Fibriyani.
Di sisi lain, Halodoc juga terus memperkuat kualitas layanan tenaga kesehatan melalui Halodoc Academy, platform pembelajaran terakreditasi Kementerian Kesehatan untuk dokter, perawat, apoteker, hingga tenaga kesehatan lainnya.
Hingga kini, program tersebut telah diikuti lebih dari 123 ribu peserta dan menghadirkan sekitar 180 pelatihan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.
Chief Medical Officer Halodoc, dr. Irwan Heriyanto, menegaskan seluruh inovasi teknologi yang dikembangkan tetap berada di bawah pengawasan klinis agar kualitas layanan dan aspek keamanan pasien tetap terjaga.
“Teknologi dan inovasi ini hadir untuk memperkuat layanan tenaga kesehatan, bukan menggantikan peran mereka,” kata dr. Irwan.
Melalui berbagai inovasi tersebut, Halodoc menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses layanan kesehatan digital yang lebih mudah dijangkau masyarakat Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Sejak berdiri pada 2016, Halodoc berkembang dari layanan telekonsultasi menjadi ekosistem kesehatan digital yang menghubungkan masyarakat dengan dokter, apotek, laboratorium, hingga fasilitas kesehatan lainnya.
Memasuki dekade berikutnya, Halodoc menghadirkan pengembangan layanan berbasis teknologi melalui HILDA yang kini hadir dalam bentuk Halodoc on WhatsApp, serta fitur Family Care untuk membantu pengelolaan kesehatan keluarga.
Baca Juga :
Halodoc Temukan Risiko Hipertensi hingga Diabetes dalam Cek Kesehatan Gratis di Tiga Kota
Chief Operating Officer Halodoc, Alfonsius Timboel, mengatakan fokus perusahaan kini tidak hanya menghadirkan layanan kesehatan digital, tetapi juga memastikan layanan tersebut semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
“Memasuki dekade berikutnya, kami fokus membangun layanan kesehatan yang tidak hanya digital, tetapi semakin proaktif, personal, dan relevan dengan kebutuhan serta kebiasaan masyarakat yang terus berubah,” ujar Alfonsius dalam acara perayaan ulang tahun Halodoc di Jakarta.
Akses layanan kesehatan lewat WhatsApp
Kehadiran Halodoc on WhatsApp menjadi salah satu langkah untuk mendekatkan layanan kesehatan ke masyarakat. Platform ini memungkinkan pengguna mengakses informasi kesehatan, membeli obat, hingga mendapatkan rekomendasi layanan medis langsung melalui aplikasi WhatsApp tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan.
Langkah ini dinilai relevan karena WhatsApp sudah menjadi bagian dari aktivitas harian masyarakat Indonesia. Data We Are Social 2025 menunjukkan sekitar 91 persen pengguna internet di Indonesia aktif menggunakan WhatsApp.
Sebelumnya, Halodoc juga telah menghadirkan HILDA pada 2025 sebagai asisten digital kesehatan. Dalam waktu singkat, layanan tersebut mencatat lebih dari dua juta sesi interaksi pengguna, mulai dari pencarian dokter spesialis hingga informasi kesehatan dan obat-obatan.

Sesi Talkshow Halodoc, Satu Dekade Menyederhanakan Layanan Kesehatan. Dok. Ist
Selain mempermudah akses layanan kesehatan, Halodoc juga memperkenalkan fitur Family Care yang dirancang khusus untuk membantu caregiver keluarga, terutama para ibu, dalam memantau kesehatan anggota keluarga.
Fitur ini memungkinkan pengguna membuat profil kesehatan terpisah untuk setiap anggota keluarga, lengkap dengan riwayat medis, jadwal perawatan, hingga pemantauan kesehatan preventif dalam satu tampilan terintegrasi.
Chief Marketing Officer Halodoc, Fibriyani Elastria, mengatakan kebutuhan layanan kesehatan saat ini harus mampu hadir mengikuti kebiasaan masyarakat sehari-hari.
“Halodoc on WhatsApp dan Family Care dirancang untuk hadir di titik di mana masyarakat sudah berada, sehingga kebutuhan kesehatan keluarga bisa dikelola di sela-sela aktivitas sehari-hari,” jelas Fibriyani.
Tingkatkan kompetensi tenaga kesehatan
Di sisi lain, Halodoc juga terus memperkuat kualitas layanan tenaga kesehatan melalui Halodoc Academy, platform pembelajaran terakreditasi Kementerian Kesehatan untuk dokter, perawat, apoteker, hingga tenaga kesehatan lainnya.
Hingga kini, program tersebut telah diikuti lebih dari 123 ribu peserta dan menghadirkan sekitar 180 pelatihan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.
Chief Medical Officer Halodoc, dr. Irwan Heriyanto, menegaskan seluruh inovasi teknologi yang dikembangkan tetap berada di bawah pengawasan klinis agar kualitas layanan dan aspek keamanan pasien tetap terjaga.
“Teknologi dan inovasi ini hadir untuk memperkuat layanan tenaga kesehatan, bukan menggantikan peran mereka,” kata dr. Irwan.
Melalui berbagai inovasi tersebut, Halodoc menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses layanan kesehatan digital yang lebih mudah dijangkau masyarakat Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)