End Google Analytics -->
FITNESS & HEALTH

Epilepsi Tidak Menular! Ini Cara Menolong Pasien

Medcom
Sabtu 31 Desember 2022 / 11:27
Jakarta: Sedih sekali ketika mengetahui masih banyak orang yang belum mengerti betul apa itu epilepsi, bagaimana gejalanya? Bahkan ada yang menganggap bahwa epilepsi itu menular.

Menurut WHO, epilepsi adalah penyakit kronis yang tidak menular pada otak yang mempengaruhi sekitar 50 juta orang di seluruh dunia. Ini ditandai dengan kejang berulang, yang merupakan episode singkat gerakan tak sadar yang mungkin melibatkan sebagian tubuh atau seluruh tubuh, dan terkadang disertai dengan hilangnya kesadaran dan kontrol fungsi usus atau kandung kemih.
 

Yuk, cari tahu lebih lanjut apa itu epilepsi?


Epilepsi adalah gangguan sistem saraf pusat (neurologis) di mana aktivitas otak menjadi tidak normal, menyebabkan kejang atau periode perilaku yang tidak biasa, kejang, dan kadang-kadang kehilangan kesadaran.

Gejala kejang dapat sangat bervariasi. Sebagian penderita epilepsi hanya menatap kosong selama beberapa detik saat kejang, sementara yang lain berulang kali menggerakkan tangan atau kakinya.

Memiliki kejang tunggal tidak berarti kamu menderita epilepsi. Setidaknya dua kejang tanpa pemicu yang diketahui (kejang tak beralasan) yang terjadi dalam 24 jam umumnya diperlukan untuk diagnosis epilepsi.
 

Pertolongan pertama untuk penderita epilepsi


Sangat disayangkan, di Indonesia sendiri masih banyak masyarakat yang enggan menolong orang lain saat mereka terkena epilepsi. Dan sebagian masyarakat ada yang ingin menolong, tetapi tidak tahu bagaimana instruksi pertolongan pertama pada penderita epilepsi.

Berikut ini ada beberapa cara untuk memberikan pertolongan pertama bagi pasien epilepsi:

1. Hitung waktu serangan, epilepsi yang lebih dari 5 menit itu berbahaya.

2. Amankan sekitar pasien, jangan pernah pindahkan pasien, kecuali ada bahaya.

3. Berikan pelindung seperti bantal untuk kepalanya.

4. Cari info kondisi atau penanganan untuk epilepsi pasien. Biasanya penderita membawa buku panduan epilepsinya di tas mereka.

5. Jangan memasukkan makanan/minuman/apapun ke dalam mulut ketika pasien kejang.

6. Pantau sampai epilepsi benar-benar berhenti, dan saat sudah pulih posisikan pasien dalam recovery position.

Nandhita Nur Fadjriah
(FIR)

MOST SEARCH