FITNESS & HEALTH
Program Kebugaran Berbasis Ilmiah Kini Menjangkau Semua Kalangan
Elang Riki Yanuar
Kamis 28 Mei 2026 / 16:00
- Platform kebugaran berbasis sains hadir untuk membantu masyarakat berolahraga lebih aman, terukur, dan sesuai kondisi kesehatan.
- Akses edukasi kedokteran olahraga kini diperluas bagi pekerja, lansia, hingga penderita penyakit kronis melalui platform digital.
- Dokter spesialis olahraga mendorong masyarakat lebih aktif bergerak dengan panduan berbasis bukti ilmiah guna mencegah cedera
Jakarta: Upaya memperluas akses masyarakat terhadap program kebugaran yang aman dan berbasis ilmu pengetahuan kini semakin diperkuat melalui peluncuran platform digital ResepGerak.ID.
Platform ini diperkenalkan sebagai platform resep gerak berbasis bukti ilmiah pertama di Indonesia. Inisiatif ini digagas oleh dokter spesialis kedokteran olahraga, dr. Antonius Andi Kurniawan, Sp.KO., Subsp. ALK (K), bersama dukungan dari Eminence Sports Medicine Centre.
Kehadiran platform tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan program kebugaran kepada berbagai kelompok masyarakat. Tidak hanya untuk atlet atau individu yang rutin berolahraga, tetapi juga bagi pekerja kantoran, lansia, ibu rumah tangga, hingga masyarakat yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Melalui ResepGerak.ID, pengguna dapat mengakses berbagai panduan aktivitas fisik yang dirancang secara aman dan terukur. Materi yang tersedia mencakup latihan kebugaran, pencegahan cedera, pemulihan pasca cedera, hingga rekomendasi aktivitas fisik bagi penderita penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes.
Platform ini juga menyediakan panduan latihan untuk berbagai cabang olahraga serta video tutorial yang memudahkan masyarakat mempraktikkan gerakan secara mandiri. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi yang selama ini lebih banyak tersedia dalam jurnal ilmiah atau layanan konsultasi khusus.
Pendiri ResepGerak.ID, yang akrab disapa DokAndi, menilai masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan edukasi memadai mengenai cara berolahraga secara benar. Padahal, aktivitas fisik yang dilakukan tanpa panduan berisiko menimbulkan cedera atau masalah kesehatan lainnya.
"Selama bertahun-tahun, saya melihat atlet terbaik Indonesia mendapat akses ke science based training, injury prevention, dan recovery protocols," ujar DokAndi.
"Namun, jutaan orang Indonesia yang ingin mulai hidup aktif, mulai dari ibu rumah tangga, pekerja kantoran dengan keluhan fisik, lansia, hingga pelari amatir, tidak pernah diajarkan cara berlatih atau mengelola cedera dengan benar. ResepGerak.ID dikembangkan untuk menjembatani kesenjangan tersebut," lanjutnya.
Dukungan terhadap inisiatif ini juga datang dari Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO), dr. Muh Ikhwan Zein, Sp.K.O., Subsp. A.L.K.(K)., Ph.D. Menurutnya, platform digital dapat membantu memperluas akses layanan edukasi kesehatan olahraga di tengah keterbatasan jumlah dokter spesialis di Indonesia.
"Dengan masih terbatasnya jumlah dokter spesialis kedokteran olahraga di Indonesia, peluncuran ResepGerak.ID hadir sebagai dukungan nyata karena dapat meluaskan jangkauan layanan kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan misi PDSKO untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia melalui pengetahuan gerak yang berbasis bukti ilmiah," ungkap dr Ikhwan.
Manfaat pendekatan berbasis ilmu pengetahuan tersebut juga dirasakan oleh kalangan lansia. Pembina Yayasan Alzheimer Indonesia (ALZI), Yaya Suharya, mengaku aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin membantunya tetap sehat dan mandiri meski telah berusia 97 tahun.
"Di usia saya yang sudah 97 tahun, saya tetap rutin bergerak sesuai arahan DokAndi. Dengan aktivitas ini, saya merasa sehat, bugar, dan mandiri, serta yang paling penting mengurangi resiko jatuh. Platform seperti ResepGerak.ID ini sangat penting agar lansia seperti saya paham bahwa usia bukan penghalang untuk tetap aktif," ujarnya.
DokAndi menegaskan bahwa pengetahuan mengenai aktivitas fisik yang aman harus dapat diakses oleh semua orang. Menurutnya, perluasan program kebugaran berbasis ilmu pengetahuan menjadi langkah penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan produktif.
"Pengetahuan tentang gerak yang aman dan efektif bukanlah sebuah hak istimewa, melainkan hak dasar setiap manusia, dan ResepGerak.ID hadir untuk memastikan hak itu terpenuhi," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(ELG)
Platform ini diperkenalkan sebagai platform resep gerak berbasis bukti ilmiah pertama di Indonesia. Inisiatif ini digagas oleh dokter spesialis kedokteran olahraga, dr. Antonius Andi Kurniawan, Sp.KO., Subsp. ALK (K), bersama dukungan dari Eminence Sports Medicine Centre.
Kehadiran platform tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan program kebugaran kepada berbagai kelompok masyarakat. Tidak hanya untuk atlet atau individu yang rutin berolahraga, tetapi juga bagi pekerja kantoran, lansia, ibu rumah tangga, hingga masyarakat yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Melalui ResepGerak.ID, pengguna dapat mengakses berbagai panduan aktivitas fisik yang dirancang secara aman dan terukur. Materi yang tersedia mencakup latihan kebugaran, pencegahan cedera, pemulihan pasca cedera, hingga rekomendasi aktivitas fisik bagi penderita penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes.
Platform ini juga menyediakan panduan latihan untuk berbagai cabang olahraga serta video tutorial yang memudahkan masyarakat mempraktikkan gerakan secara mandiri. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi yang selama ini lebih banyak tersedia dalam jurnal ilmiah atau layanan konsultasi khusus.
Pendiri ResepGerak.ID, yang akrab disapa DokAndi, menilai masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan edukasi memadai mengenai cara berolahraga secara benar. Padahal, aktivitas fisik yang dilakukan tanpa panduan berisiko menimbulkan cedera atau masalah kesehatan lainnya.
"Selama bertahun-tahun, saya melihat atlet terbaik Indonesia mendapat akses ke science based training, injury prevention, dan recovery protocols," ujar DokAndi.
"Namun, jutaan orang Indonesia yang ingin mulai hidup aktif, mulai dari ibu rumah tangga, pekerja kantoran dengan keluhan fisik, lansia, hingga pelari amatir, tidak pernah diajarkan cara berlatih atau mengelola cedera dengan benar. ResepGerak.ID dikembangkan untuk menjembatani kesenjangan tersebut," lanjutnya.
Dukungan terhadap inisiatif ini juga datang dari Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO), dr. Muh Ikhwan Zein, Sp.K.O., Subsp. A.L.K.(K)., Ph.D. Menurutnya, platform digital dapat membantu memperluas akses layanan edukasi kesehatan olahraga di tengah keterbatasan jumlah dokter spesialis di Indonesia.
"Dengan masih terbatasnya jumlah dokter spesialis kedokteran olahraga di Indonesia, peluncuran ResepGerak.ID hadir sebagai dukungan nyata karena dapat meluaskan jangkauan layanan kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan misi PDSKO untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia melalui pengetahuan gerak yang berbasis bukti ilmiah," ungkap dr Ikhwan.
Manfaat pendekatan berbasis ilmu pengetahuan tersebut juga dirasakan oleh kalangan lansia. Pembina Yayasan Alzheimer Indonesia (ALZI), Yaya Suharya, mengaku aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin membantunya tetap sehat dan mandiri meski telah berusia 97 tahun.
"Di usia saya yang sudah 97 tahun, saya tetap rutin bergerak sesuai arahan DokAndi. Dengan aktivitas ini, saya merasa sehat, bugar, dan mandiri, serta yang paling penting mengurangi resiko jatuh. Platform seperti ResepGerak.ID ini sangat penting agar lansia seperti saya paham bahwa usia bukan penghalang untuk tetap aktif," ujarnya.
DokAndi menegaskan bahwa pengetahuan mengenai aktivitas fisik yang aman harus dapat diakses oleh semua orang. Menurutnya, perluasan program kebugaran berbasis ilmu pengetahuan menjadi langkah penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan produktif.
"Pengetahuan tentang gerak yang aman dan efektif bukanlah sebuah hak istimewa, melainkan hak dasar setiap manusia, dan ResepGerak.ID hadir untuk memastikan hak itu terpenuhi," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)